[x]Close

kisah hidup Natascha Kampusch diculik 6 tahun lalu menjadi presenter tv

      

function Big(me)
{
me.width *= 1.700; me.height *= 1.700;
}
function Small(me)
{
me.width /= 1.700; me.height /= 1.700;
}
      

 

 

 


EPA/MARTIN MORAVEK / Kompas Images

Natascha Kampusch adalah korban penculikan yang disekap selama delapan
tahun. Kampusch mulai 1 Juni 2008 menjadi pembawa acara televisi,
"Jumpa Natascha Kampusch". Kampusch saat di Vienna, Austria, 30 Mei
2008.

       

Selasa, 3 Juni 2008 | 03:00 WIB

Natascha Kampusch menjadi sorotan dunia hampir dua tahun lalu ketika
dia melarikan diri dari penculik yang menyanderanya dalam sebuah sel
tak berjendela selama delapan tahun.

Di tengah persiapan Austria
dan Swiss menjadi tuan rumah Piala Eropa 2008 mulai 7 Juni nanti, warga
Austria kembali membahas nama Kampusch. Tapi kali ini dia sebagai
pembawa acara obrolan, acara yang mulai disiarkan di televisi nasional
Austria per 1 Juni.

Gadis 20 tahun itu mengatakan, dia ingin
menjadi pembawa acara obrolan ”Jumpa Natascha Kampusch” tersebut untuk
menciptakan sebuah cerita, bukan lagi menjadi cerita itu.

Orang
yang pertama kali diwawancarainya adalah mantan pembalap asal Austria,
Niki Lauda. Kampusch dan Lauda mengaku telah menjalani hidup yang
ekstrem.

Banyak orang Austria antusias menonton acara itu karena
tercekam oleh kisahnya. Kasus gadis itu baru-baru ini kembali menjadi
sorotan setelah terungkap bahwa seorang perempuan Austria lainnya
melewatkan 24 tahun dikunci oleh ayahnya dalam sebuah ruang bawah tanah.

”Saya
menyadari akan selalu berbeda, tetapi apa yang telah saya alami tidak
memengaruhi saya seperti yang diperkirakan orang,” kata Kampusch kepada
Lauda dalam acara yang telah direkam sebelumnya itu.

Enam episode pertama acara obrolan bulanan itu akan disiarkan pada waktu prima di saluran swasta PULS 4.

Delapan tahun

Pada
pagi hari 2 Maret 1998, Natascha Kampusch yang berusia 10 tahun
meninggalkan rumah keluarganya di Distrik Donaustadt, Vienna, menuju
sekolahnya. Tetapi, dia tak sampai di sekolah, juga tak kembali ke
rumah. Seorang saksi berusia 12 tahun melihat dia diseret ke dalam
sebuah minibus putih.

Selama delapan tahun Kampusch disandera di
sebuah ruangan kecil bawah tanah. Ruangan itu di bawah garasi milik si
penculik, Wolfgang Priklopil. Ruangan dengan pintu dari baja itu tidak
memiliki jendela.

Selama enam bulan pertama penahanannya,
Kampusch tak boleh meninggalkan ruangan kecil itu sedikit pun. Dan
selama beberapa tahun kemudian dia ditahan di ruangan itu pada malam
hari. Setelah dia berusia 18 tahun, penculik membawanya keluar rumah
dengan ancaman akan dibunuh kalau berteriak.

Pada 23 Agustus
2006, Kampusch yang berusia 18 tahun sedang membersihkan BMW
penculiknya dengan mesin penyedot di halaman ketika seseorang menelepon
ke ponsel penculiknya. Karena bunyi alat pembersih itu, si penculik
menjauh agar bisa menjawab telepon.

Kampusch menggunakan
kesempatan itu untuk melarikan diri, berlari sejauh 200 meter melalui
taman dan sebuah jalan, melompati pagar, dan sampai di sebuah rumah
milik seorang tetangga yang kemudian menelepon polisi.

Sang penculik yang tahu dikejar polisi atas tindak penculikan itu kemudian bunuh diri dengan melompat ke sebuah kereta api.

Tak
lama setelah bebas, Kampusch mengungkapkan ketertarikannya pada
jurnalisme. Dia mengatakan, surat kabar dan televisi selama itu adalah
jendela satu-satunya ke dunia luar selama dia ditahan.

Dalam acara perdananya itu, Kampusch tersenyum. Tetapi, dia terkesan malu saat menanyakan karier, keluarga, dan pribadi Lauda.

Menurut
penasihat medianya, Kampusch tak ingin hanya menjadi ”gadis di ruang
bawah tanah”. Dia ingin melakukan hal-hal lain. Dia juga ingin bekerja
untuk proyek-proyek amal.

Sejak menjadi sorotan media, Kampusch
yang tak dibayar untuk show itu ingin membuat cerita. ”Di acara saya…
saya punya kemungkinan ambil bagian aktif,” katanya.

Leave a comment

Your comment