[x]Close

IZINKAN AKU MENCINTAIMU (CERPEN 11)

IZINKAN AKU MENCINTAIMU

Sebuah kisah cinta yang tak pernah berakhirtanpa jawaban

Pdvd_039 Aku yang selalu menunggu ketika kau pulang dengan segenap tenaga mengayun kakiku agar langkah sepeda berputar semakin cepat dan membuatmu nyaman akan selalu bersamaku, itu janjiku ketika kau berikan cintamu kepadaku. Aku pun yang selalu menjadi pelabuhan ketika kau merasa sedih dan senang.

Sepenggal kisah cinta yang kita alami walau berakhir tidak akan pernah hilang untuk selamanya. Setahun atau pun seribu tahun kemudian ketika jasadku menyentuh tanah dan kembali bangun, cintamu akan selalu abadi dalam hidupku.

Surat

cintamu akan selalu terkenang bagiku untuk selamanya.

Pdvd_043 Ini adalah sebuah

surat

cinta yang telah tersimpan lama oleh Hendra membuka lembaran kisah lamanya yang telah tersimpan rapi dalam lemari kotak bersejarah yang menjadi saksi hidup ketika cintanya pertama kali bersemi sepuluh tahun lamanya dulu.teringat olehnya seorang wanita yang menjadi bagian indah dalam sejarah hidupnya hingga kini abadi tidak terlupakan.

Kini sepuluh tahun lamanya telah berlalu, dunia telah berubah, zaman telah berubah bahkan wajahnya pun mulai pudar dalam bayangan ingatanku. Mimpi kembali mempertemukan kami walau hanya sekejab bayangan itu kembali seolah memanggilku untuk kembali mencarinya. Tapi dimana.. dimana akan ku cari? Inilah jawaban yang tak pernah kudapatkan.

Aku menarik nafas panjang memulai awal mula aku berkerja. Sungguh sangat beruntung ketika aku kembali dari Amerika sebuah tawaran pekerjaan menjanjikan menghampirinku. Aku menyebutnya sebagai awal hidup di tanah airku. Rutinitas baru dan segalanya sungguh baru,setelah mengerti dengan jenis pekerjaan yang harus aku lakukan dari penjelasan menejer, aku kembali ke kantorku melalui sebuah lift yang cukup panjang , bandingkan sendiri sebuah kantor besar dengan gedung 60 lantai. Perjalanan panjang menuju kembali ke ruangku.

Pdvd_027 Tidak ada yang aneh untuk saat ini. Namun ketika sebuah pintu lift terbuka dengan seorang wanita muncul, membuatku mencuri pandang sesaat akan sosok wanita itu. Terasa tidak asing, ditambah senyumnya seolah memberikan kehangatan di ruang dingin ini.untuk sesaat aku mulai menduga duga siapa gelangan wanita ini. Mengapa aku begitu seolah mengenalnya.

Ting…. Suara pintu terbuka membuyarkan semua bayanganku.

Wanita itu perlahan berjalan keluar, aku pun mengikutin naluriku untuk mengejarnya. Perlahan dan terus menduga duga wanita itu mulai menyadari langkahku dan dia terhenti.

“sorry sepertinya anda mengikutin saya terus..!!” ujar wanita itu

“oh ga.. maaf.. saya…!!” aku mencari alasan

“anda kenapa..!!” ujarnya

“ga.. saya Cuma pengen ke…!” ujarku bingung

“anda ingin ikut saya juga ke wc perempuan..!” wanita itu menunjukkan dirinya seolah berada tepat di garis pengumuman besar Toilet wanita

“maaf.. bukan maksud saya..!” aku merasa malu tak menyadari berada di depan toilet wanita..

“ok kalau gitu bisa biarkan saya tenang di dalam toilet ini!!”

“oh ya silakan..!” aku tersenyum malu

Pdvd_028 Terlalu mengikuti naluriku tak menyadari berada didepan toilet wanita membuatku malu tak berujung. Dengan tarikan nafas akhirnya aku pun perlahan meninggalkan wanita itu. Sesekali aku mencoba untuk berbalik berharap dia mau mengenalku walau hanya sesaat untuk membuang rasa penasaranku akan dia. Dan tanpa kusadari wanita itu meliriku sekilas sambil tersenyum di balik pintu toilet.

Hari itu pun berlalu menjadi kenangan yang kusimpan. Sambil terus mengingat sosok wanita itu aku bahkan tak bisa tidur dengan nyeyak. Dan aku punbermimpi, ya mimpi akan sesuatu yang telah hilang..

Aku berlari diantara hujan yang deras ketika aku tau sebuah berita dari sahabatku..

“dra.. Karen.. !!” ujar sahabatku terpatah patah

“kenapa dengan Karen.!!” Ujarku panic

“Karen di tabrak lari oleh mobil!!”

“apa..!!!”

Pdvd_062tak peduli hujan yang terus membasahi seluruh tubuhku, aku berlari secepat mungkin menuju rumah Karen.Hatiku bergetar dan menjerit berharap tak ada yang terjadi padanya. Namun ketika aku tiba di garis pintu halaman Karen. Hanya sebuah tulisan turut berduka cita yang berjejel menghiasi papan namanya.

Aku masuk dan semua orang memandangku dengan dingin, aku tak peduli dan terus berlari menuju sebuah altar yang tersisa dari Karen. Hanya sebuah jasad yang telah tertutup dan sebuah foto senyuman gadisku..

“dia telah pergi untuk selamanya..!!” ujar ibu Karen

“Karen.. tante.. aku baru saja ingin menemuinya..!” teriakku sambil menangis

Namun tuhan tak mengizinkan kami untuk bertemu dan sejak itu hidupku mulai merasa kehilangan besar. Kesepian dan tanpa ada tujuan. Akhirnya kuputuskan pergi menuju negeri impian. Meninggalkan kenangan yang tersisa dalam hidupku. Masih teringat oleh bait terakhir dari kata kata Karen padaku di malam sebelum aku menuju kelulusan sekolah menengah umum.

Pdvd_084 “dra.. kalau kita lulus nanti apa kita masih bisa bersama ya..!”

“ya masih dong kemana pun kamu berada akan aku ikutin!”

“aku ga yakin..!!” ujar Karen

“kok ngomong gitu sih..!!”

“aku punya impian yang harus aku raih dra..!”

“impian apa itu..!!”

“menuju negeri impian dan mencari hidup baru yang lebih indah..!”

“maksud kamu..!” ujarku bingung

“ya pengen hidup di luar negeri .. pengen rasain salju di luar

sana

hehe!!”

“dimana itu.. pasti aku ikutin deh..!!”

“Amerika… itu impianku!!”

“Karen.. tapi.. kenapa mesti sejauh itu sih.. disini

kan

ada aku ..!!”

“haha bercanda kok… tau ga sih!! Untuk ke

bandung

aja aku susah, apalagi ke Amerika!!”

“hehe.sabar ya.. nanti aku tabung yang banyak dan membawa kamu kesana merasakan salju terindah yang pengen kamu coba!!”

“oh ya.. janji ya!!” ujar Karen terlihat senang

“janji…!”

“apapun yang terjadi.. sisakan sedikit bagian dalam hidup aku disana ya dra..!!”

“iya apapun itu akan aku simpan disana ketika aku menuju negeri impian kamu!!”

Aku menepatin janji Karen membawa sisa sisa yang tertinggal dalam kisah kami disana. Dan walau perlahan mulai hilang dalam benakku tapi dia terkadang hadir sambil tersenyum.namun kali ini dia datang dengan senyuman lain sebuah senyuman yang tak pernah kuduga dan aku sadarin..

Wanita itu mengingatkan aku pada Karen…

Aku terbangun dengan keringat dingin. Dan menyadarin mengapa getaran ketika aku bertemu gadis itu bergitu kuat. Dia begitu mirip dengan Karen.. mengapa? Bagaimana bisa.. apa aku sudah gila karena merindukan masa lalu!! Apa dia itu Karen. Semua pertanyaan itu menghiasin semua isi benakku dan keesokan paginya aku mulai mencari wanita itu.

Pdvd_038 Jam yang sama seperti kemarin aku berharap bisa bertemu dengan dia di lift ketika aku melihatnya masuk. Lantai 56. dengan perlahan kuperhatikan semua ruangan berharap dia ada disana. Dan benar sajadia sedang duduk di sebuah meja operator di depan kantor pelayanan. Wanita itu bekerja sebagai operator di kantor itu

“ada yang bisa saya Bantu” ujar wanita itu

“ehm.. ga .. gapapa.. Cuma tersesat!!” ujarku memperhatikan nama gadis itu bernama Ellen.

“oh .. anda tersesat hingga kemari.. mau saya antar hingga tidak tersesat!!” tawarnya

“boleh…!!” ujarku

kami berjalan berdua dan dia menjadi pemanduku, aku memperhatikan terus semua yang ada padanya.

“ini lift silakan anda masuk dan cari tujuan anda..!!”

“ehm.. nona tunggu boleh saya tanya!!”

“ok silakan!!”

“bolehkan saya mengajak anda untuk makan malam..!!” tanyaku

“hehe.. itu bukan bertanya namanya!!” ledek wanita itu

“maaf.. saya tidak pandai merangkai kata kata..saya Hendra..kerja di lantai 15 perusahan IT.”

“OK.. saya Ellen. Kerja disini sebagai operator..!!”

“hm.. bagaimana tawaran saya..!!” aku berdebar menunggu jawaban

“hm.. ok malam ini saya tidak ada acara.. kita bisa makan malam bersama!!”

“ok.. terima kasih nanti saya jemput anda dimana!!” ujarku senang

“bagaimana pulang kantor saja jam 5 jadi ga perlu makan malam… kita makan sore saja!!”

“ok ok..!!” saya tunggu dibawah ya di ruang resepsionis!!” ujarku

“baik hendra.. kita ketemu nanti!!!”

Aku begitu terkejutnya dia mau menerima ajakkan makan malamku. Dan aku pun menghitung waktu hingga telah tiba janji pertemuan kami. Kami pergi berjalan ke sebuah café di sekitar kantor kami. Tidak akan kekakuan pada saat itu, dia banyak bertanya dan aku menjawab. Aku terpersona akan bahasa dan pertanyaan pertanyaan yang dia ajukan begitu dewasa dan berwawasan.

Pdvd_033 Hari demi hari kami mulai melewatin dengan bersama. Ntah mengapa aku mulai dekat dan semakin dekat dengannya. Tidak ada yang aneh dengan apapun yang terjadi pada kami, sebatas sahabat satu gedung saja. Hingga suatu ketika hari ini tidak seperti biasanya. Dia tidak masuk ke kantor dan aku begitu sedih. Satu hari itu aku berasa jenuh dan bosan.

Bertahan satu hari mungkin bisa untukku, namun dia tidak masuk untuk seminggu, rasa penasaran begitu besar di benakku. Hingga aku bertekad menuju kantornya. Aku mendapatkan sebuah jawaban Ellen sakit dan izindari kantor. Oh tidak… mengapa dia tidak memberitahu aku akan berita ini.

Dengan alamat yang aku dapat, aku pergi menuju apartemennya. namun kali ini tidak ada jawaban akan dering pintu rumahnya. Aku pulang dengan wajah kecewa hingga terkejut di sebuah lantai dasar. Hatiku terkejut ketika melihat Ellen baru saja keluar dengan seorang pria dengan mesranya..

Pdvd_102 Untuk saat itu aku baru menyadari dia telah memiliki orang lain dalam hidupnya. Aku tidak kecewa dengan apa yang aku lihat, Ellen berhak untuk memiliki siapapun. Aku bersembunyi darinya di balik pintu agar dia tidak melihatku, dan ketika ia mulai masuk aku pergi menuju keluar sambil memanggil taksi.

Ellen seperti kehilangan sesuatu hingga ia kembali menuju lantai dasar tepat dimana aku berdiri hendak memasukin taksi, dan ellen terkejut melihatku. Tanpa kusadari dia berlari melangkah mengejar taksi ku yang telah berjalan jauh meninggalkannya hingga terdiam. Aku berbesar hati untuk menerima kenyataan ini, siapalah aku hingga harus memilikinya.

Keesokan harinya..

Kali ini Ellen yang hadir menjemputku dikantor..

“mau pulang bareng..!!” ajakknya..

“oh.. boleh tapi bentar ya aku beres beres dulu!!” sedikit terkejut dengan kedatangnya yang tidak seperti biasa

Pdvd_029 setelah semua beres aku pun pulang bersama Ellen. Hal ini sudah biasa kami lakukan sejak kami pertama kali mengenal, letak jalan yang kami lalui sama, hingga berakhir pada jalur busway, dimana dia mengarah ke kanan dan aku kiri. Disinilah biasa kami berpisah dengan senyuman.

Dan ketika kami berjalan perlahan.. tiba tiba Ellen menarik tanganku dengan cepat dan aku hanya mengikutin kemana ia menarikku dan kami terhenti di suatu tempat yang tak pernah kami laluin.

“hm.. sorry tiba tiba kayak gini!”! ujar Ellen terhenga henga nafasnya

“oh gapapa.. emang ada apa kok ampe lari lari gitu !!” ujarku bingung

“hehe..dra.. pernah punya pacar ga!!”

“ehm..terakhir 10 tahun lalu dan itu pertama!!”

“oh ya.. (terdiam).. mau aku cariin pacar!!” tawarnya

“hehe.. ada ada aja.. ini tempat apaan sih!!” aku sambil memandangin tempat sekitarku yang banyak sekali terdapat gambar gambar altar sejenis tempat pecinan yang terdapat lilin dan hio di vihara.

Pdvd_055 “ini namanya vihara.. tempat untuk berdoa..!!”

“oh ya.. baru tau ada tempat ginian!!”

“hehe.. waktu kecil aku suka kesini.. jadi aku ajak kamu kesini untuk memohon!!”

“oh ya.. !!” ujarku mengerti

“vihara ini terkenal akan belas asih.. makanya jangan ragu minta apapun dengan tulus maka kamu bakal diberikan kasih yang mulia terhadap permintaan kamu!!”

“hm.. keren juga ya!!”

“yuk masuk..!!!”

ellen mengambilkan aku sebuah dupa/hio kemudian kami bersembayang, dengan sedikit kaku aku mengikutin apa yang dilakukan Ellen. Dan ketika itu ia pun berbisik

“ayo cepetan mohon satu hal..!!” ujar Ellen

“ok ok..!” aku menutup mataku dan berujar

“izinkan aku mencintai dia.. walau dia telah milik orang lain..!!”

dan setelah itu kami berjalan disekitar area vihara. Dan terhenti disebuah tempat tiba tiba Ellen mulai bertanya

“kemarin kamu ke apartement aku ya!!” tanyannya

“ehm.. ngak kok!!” ujarku berbohong

“oh .. kalau gitu aku salah lihat kali.. soalnya ada yang mirip sama kamu gitu!!”

“ya mungkin salah lihat..!!”

“Dra… andai aku uda punya orang .. kamu masih mau bertemen sama aku!!”

“pasti!!! Pasti aku akan selalu menjadi temen kamu!!”

“hehe.. terima kasih ya!!”

“ini..!!” sebuah

surat

undangan

“datang ya ke pernikahan aku !!” ujar ellen yang sempat membuat jantungku terhenti namun mencoba bertahan.

Pdvd_065 “iya pasti aku datang…!!”

“selamat menempuh hidup baru ya..!” ujarku kembali

“iya kamu juga ya selamat menempuh hidup baru!!” jelas Ellen yang membuat aku bingung

tidak ada yang aku mengerti dari pertanyaan itu namun aku mulai bisa menebak kalau itu adalah jawaban apa yang aku lihat kemarin. Walau rasanya kecewa dan bersedih karena tidak bisa memilikinya, namun ketika melihat senyuman Ellen ntah mengapa aku merasa tenang dan damai. Senyuman itu membuat aku bagaikan berada dalam surga dan bertemu malaikat yang mengatakan aku bahagia.

Beberapa bulan kemudian..

Aku mendapatkan tugas di luar

kota

, sehingga harus meninggalkan kantorku. Namun ada satu hal yang ingin aku lakukan sebelum aku pergi menuju tempat yang baru.aku ingin pergi menuju makam tempat Karen beristirahat. Hal yang tidak pernah aku lakukan sejak sepuluh tahun lamanya. Hari ini adalah hari dimana Karen pergi untuk selamanya.

Pdvd_049Makam itu terlihat begitu rapi dan terawatt. Dengan seikat bunga aku hadir menemui kekasih yang tak pernah aku putuskan selain karena takdir Tuhan. Aku duduk sambil menaruh sebuah

surat

cinta kenangan kami diatas sebuah altar namanya dan sebuah bingkai foto yang tertanam dalam ukiran namanya tersenyum kecil dan cantik

Saat itu aku mulai merenung seolah aku mendapatkan sambutan dari Karen

Dan aku pun mulai berbicara sendiri..

Pdvd_050 “hei.. uda sejak lama 10 tahun lamanya, aku ga pernah lihat kamu.. sekarang aku datang untuk kamu. Maaf sibuk di kantor baru , jadi di hari ini aku datang untuk pamitan.. oh ya ini bunga yang kamu suka aku bawakan.. mawar merah !! harum banget.. dan ini

surat

cinta yang pernah kita tulis hehehe..

surat

ini sudah ku bawa ke negeri impian kamu dan aku tanamkan di sebuah salju putih sesuai pinta kamu.. besok aku mulai tugas diluar

kota

.. ntah sampe kapan kembali, aku cinta pekerjaan aku saat ini tapi andai aku kembali pasti aku bawakan bunga yang banyak..itu janjiku untuk kamu Karen.. istirahat dengan tenang ya..!”

Pdvd_068 Pembicaraanku berakhir dengan sebuah air mata yang tak ku sadari terhapus oleh lenganku. Dan aku pun harus pergi., dibalik jauh dari makam Karen, seorang wanita yang tak kusadari berdiri . namun tak kusadarin. Ketika aku beranjak pergi, wanita itu menghampirin makan Karen, dan kemudian terduduk juga dengan sebuah bunga mawar merah sama seperti yang aku bawakan.

“kak.. “ ujar gadis itu dengan senyuman

“dia telah kembali namun terlambat ketika aku menunggunya, sekarang yang tersisa hanya dirimu yang selalu membuat nya teringat akan aku.. mungkin aku tidak bisa memberikan cinta padanya, tapi aku bisa menyampaikan pesan terakhir yang ingin kau berikan padanya..” ujar gadis yang tak lain adalah ELLEN

Hal yang tidak pernah kuduga selama ini adalah Ellen dan Karen adalah sepasang pasangan kembar yang terpisah. Aku sempat bingung dengan Karen ketika kecil dia hanya tinggal bersama ibunya. Namun sesungguhnya orang tua Karen telah bercerai, Karen ikut dengan ibunya ketika masih bayi dan Ellen ikut dengan ayahnya. Rahasia itu mulai terungkap ketika ellen berusia 17 tahun tepat ketika Karen meninggal. Walau terlambat untuk bertemu pasangan kembarnya namun kematian Karen sendiri membuat keluarga mereka kembali bersama.

Ellen muda tumbuh menjadi dewasa dan suatu ketika ia membuka kenang-kenangan dari Karen yang tersisa dan melihat fotoku bersama Karen. Sejak itu dia mulai mencari tahu siapa aku , dari informasi yang ia dapat tentang aku, Ellen tau kalau Karen tidak pernah putus denganku. Cinta kami tidak mati dan terambang hingga tanpa batas , dan hal itu membuatku frustasi hingga pergi meninggalkan negerinya.

Ellen berjanji untuk membuat cinta hidup kembali namun terlambat ketika aku benar benar telah pergi, dia pun menunggu hingga batas waktu yang tak terduga. Dan tanpa kepastian kapan aku pulang dia menemukan belahan jiwanya. Namun ellen mulai menyadari aku telah kembali saat pertemuan di lift itu, wajahku secara naluri batinnya membuatnya terbawa oleh perasaan Karen , dan hatinya berkecamuk antara mengembalikan cinta Karen atau mengorbankan cintanya.

Dan ellen pun memberikan akusebuah jawaban..

Pdvd_036 Aku tidak akan pernah bisa hidup dengan bayangan selamanya,. Hidupku akan selalu berjalan dan harus terus berjalan , dan pesan yang disampaikan Karen dalam mimpiku salama ini adalah untuk melupakan senyumnya dan mencari hal lain yan tak akan bisa membuatku bahagia dengan bayangan.. cinta sejati..

Tamat…

cerpen ini kupersembahkan untukmu..

someone …

Leave a comment

Your comment