[x]Close

MY IDIOT BROTHER EDISI NOVEL BAGIAN 1

setelah sukses dengan kisah cerita pendeknya kini my idiot brother hadir dalam versi novel sebelum rilis versi the movienya

buat yang mau baca cerpennya ini

http://agnesdavonar.gerychocolatos.com/?p=2993

selamat membaca

bab 1

Tentang Kehidupanku

 

Ketika tidak ada lagi cara untuk mencari kebahagiaan, maka kita hanya memiliki satu pilihan yaitu mengorbankan apa yang kita sebut kebencian, sebab hanya dengan itulah kebahagiaan dapat kita temukan

Agnes Davonar

 

 

 

Pada suatu pagi…

Dalam mimpiku, aku bertemu dengan seorang pangeran tampan yang sedang menawarkan bunga kepadaku. Aku tidak ingat siapa nama pangeran itu, tapi sekilas aku pernah melihatnya ketika pulang sekolah. Dan di saat aku sedang mencoba menerima bunga itu, tiba-tiba mimpiku langsung rusak oleh suara ketukan pintu kamarku, lalu pangeran itu menghilang seiring aku terbangun dari mimpiku. Seharusnya seperti biasa, aku selalu ingat untuk mengunci kamarku dengan baik dan mengingatkan sebuah tulisan di kertas yang tertulis rapi di depan pintu kamarku.

JANGAN BANGUNIN GUE SAMPAI GUE PUAS TIDUR!!

Tapi sepertinya tulisan itu tidak ada artinya, ada saja gangguan seseorang yang  membuatku langsung naik darah.

“Adik… Adik… bangun… bangun… sudah pagi…”

Dengan terpatah-patah suara kakakku membangunkanku.

Mendengar suara itu, aku langsung menutup kedua telingaku rapat-rapat dengan bantal di wajahku. Tapi semakin aku tutup telingaku, semakin kuat terdengar teriakan itu dan aku pun menyerah, kemudian melompat dari ranjangku lalu mendekati pintu dengan keadaan rambut sebahuku yang berantakan. Dengan emosi, aku membuka pintu dan terlihatlah sosok kakakku yang sedang membawa segelas susu dengan wajah bodohnya yang penuh senyum.

“Adik sudah bangun? Ini susu… minum…”

“Dasar idiot! Loe bisa baca gak sih tulisan ini?” kataku sambil menunjuk ke pintu kamarku.

Kakakku memutar bola matanya dan menaikkan kepalanya membaca tulisan itu dengan perlahan dari mulutnya. Tak ketinggalan ciri khas kepalanya yang suka mengangguk-ngangguk naik-turun seperti boneka hewan dengan leher kawat behel  yang sering dijadikan penghias di mobil.

“Apa perlu gue tulis sepuluh tempelan biar loe ngerti gak usah bangunin gue?!” teriakku emosi dan gemas.

Kakakku terdiam dan berkata, “Tapi sudah pagi, Adik harus sekolah…”

“Sebodo amat, pergi!!” teriakku sambil menutup pintu dengan kencang. Kakakku terkejut sampai menutup matanya. Ia berjalan turun melewati tangga menuju dapur dengan langkahnya yang perlahan.

***

 

 

Nama kakakku, Hendra.

Umurnya lima tahun di atasku. Ia bertubuh sedikit gemuk sedangkan tinggiku hanya sepundaknya. Walau ia memiliki tubuh sempurna seperti orang normal lainnya, tapi dia  memiliki penyakit yang  bernama Down Syndrom. Penyakit yang membuat pikirannya walau sudah berusia  delapan belas tahun tapi berpola pikir mundur  sepuluh tahun. Secara matematika, sekarang ini dia seperti anak baru berusia  delapan tahun saja. Kami hanya dua bersaudara dengan Ayah yang bekerja di pertambangan laut lepas dan ia hanya pulang setiap  tiga sampai  enam bulan sekali sedangkan Ibu hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Seluruh waktunya dipakai sepenuhnya hanya untuk kami.

Kakakku turun ke dapur saat Ibu sedang menyiapkan makan pagi berupa telur mata sapi dan mie goreng.

“Adik pemalasmu belum bangun, Kak?”

“Adik tidur… dia masih tidur… ini susu, dia tidak mau…”

“Dasar anak pemalas!” kata ibuku sambil menaruh piring di meja dapur dan beranjak pergi ke kamarku yang terletak di atas lantai dua.

Aku tahu, akan bahaya kalau sampai Ibu yang membangunkan aku. Belajar dari pengalaman jauh dari hari-hari sebelumnya. Kalau Ibu marah, ia akan mengurangi  lima puluh persen uang jajanku. Kalau itu terjadi, hidupku dalam bahaya. Bagaimana aku harus membeli alat-alat kecantikan? Bagaimana aku harus membeli boneka-boneka yang aku suka? Aku bisa rasakan derap langkah kaki Ibu yang menuju kamar dan langsung saja aku melompat dari ranjangku menuju meja dandanku, merapikan rambutku dengan sisir. Tentu saja itu hanya sandiwara untuk mengelabui Ibu!!

Ibu yang kesal langsung membuka pintu dengan kunci cadangan yang dimilikinya, dan kunci itulah satu-satunya cara ia bisa masuk ke kamarku ketika aku menguncinya. Saat membuka pintu, sebelum sempat  berteriak, tiba-tiba Ibu menahan suaranya. Aku melihat  Ibu dengan tatapan tajam menutupi rasa kantukku.

“Kenapa, Bu?” tanyaku.

“Gak apa apa, makan pagi sudah siap, cepat makan dan berangkat ke sekolah!” kata Ibu.

“Please deh. Jangan bikin kaget orang hanya untuk makan pagi, Angel udah gede. Bisa bangun sendiri, gak usah suruh Kakak bangunin,”  gumamku kesal.

“Sudah gede kepalamu! Kalau kakakmu gak bangunin, kamu pasti akan terlambat sekolah,” kata ibuku lebih kesal.

Aku mengoceh sendiri  di depan cermin mengikuti gerak bibir Ibu yang cerewet sambil meledeknya. Karena kesal,  ibuku hanya bisa pergi dengan menutup pintu lalu meninggalkanku.

Beginilah hidupku setiap paginya, harus berjuang bangun pagi untuk sekolah. Makan pagi semeja bersama seorang kakak bodoh  yang makan saja harus berantakan kemana-mana seperti  balita yang baru belajar makan. Tapi yang aku heran, kenapa ibuku bisa bertahan dan sabar menghadapi kakakku yang aneh ini ya? Kadang aku berpikir, mengapa kakakku bisa menjadi cacat seperti ini ya?

Dalam keluargaku, aku ini baik-baik saja,  Ibu juga baik-baik saja, begitu pula dengan ayahku. Sempurna.

Karena penasaran, aku pernah mendengar dari bibiku bahwa dulu Ibu harus berjuang lima tahun lamanya menunggu kelahiranku sampai merasa kakakku sudah cukup besar. Kakakku itu sebenarnya terlahir normal, tapi pada saat berusia beberapa bulan tiba-tiba ia terserang demam tinggi yang akhirnya membuat beberapa bagian organ otaknya mengalami kerusakan karena kekurangan oksigen.

Beruntung ia dapat selamat dan bertahan hidup, tapi akhirnya ia jadi seperti sekarang ini. Ia hidup dengan keterbelakangan mental. Ia seperti orang bodoh yang kalau ngomong saja terpatah-patah dan membosankan. Ayah pasti bersedih ketika tahu kakakku divonis terkena penyakit down syndrome. Mereka terpukul tapi tidak melupakan tugas mereka sebagai orang tua yang baik.

Melahirkanku adalah salah satu cara mereka percaya bahwa aku bisa menjadi cahaya dalam keluarga kecil mereka. Tapi aku merasa, aku ini dimanfaatkan oleh ibuku sebagai perawat kakakku saja. Ibu sering mengajariku untuk sayang dan peduli pada kakakku. Tapi aku justru merasa, kakakku ini beban dalam hidupku. Beban yang membuat aku malu dan sulit percaya kalau keluarga kami ini sempurna. Sekeras apapun aku berpikir, aku merasa ini tak adil. Mengapa Tuhan memberikan takdir kami seperti ini?

Sampai detik ini, aku tetap tidak mendapatkan jawaban selain harus menerima nasibku seperti ini.

***

Sebenarnya  aku merasa hubungan aku dan kakakku baik-baik saja. Sewaktu kecil kami selalu bermain bersama. Kakakku itu sudah lulus dari sekolah luar biasa setahun yang lalu, tepatnya ketika aku sudah duduk di Sekolah Menengah Pertama. Kami pindah rumah dan tinggal di rumah yang lebih besar dari sebelumnya. Mungkin kepindahan rumah ini memang sengaja diatur saat kakakku sudah lulus sekolah sehingga Ibu tidak perlu repot pulang ke rumah yang tak jauh dari sekolah kakakku.

Rumah baruku  terdiri dari lingkungan baru dan sekolah baru untukku. Aku merasa tersanjung untuk diriku tapi menyadari betapa malangnya nasibku. Karena ternyata demi kakakku, aku harus mengorbankan sekolah duluku yang biasa-biasa saja. Dulu, teman-temanku selalu berpikir kalau kakakku itu lucu dan aku sedikit bangga karena itu. Tapi sekarang? Tidak!

Mereka adalah teman-teman sekolah dasarku yang selalu bermain di rumah bersama kakakku tentunya. Walau kakakku ini idiot, tapi dia ini pandai berhitung. Dia tidak akan salah kalau menghitung sejumlah uang monopoli, satu-satunya permainan yang ia sukai. Aku rasa mereka datang bukan karena menyukai bermain bersama aku tapi karena Ibu selalu memanjakan kakakku. Ia bisa membeli apa saja makanan yang ia suka dan ketika teman-temanku pulang, mereka akan selalu mengapit roti ataupun permen sebagai hadiah bermain.

Dasar ibuku, ia tidak pernah adil terhadapku! Ia hanya akan memberikan apa yang aku suka asal kakakku juga suka. Karena hal itu, aku sering marah-marah. Tapi Ibu seperti biasa selalu berkata,“Temani dan bermainlah bersama kakakmu, baru Ibu belikan yang kamu mau!”

“Ibu kejam sekali, Ibu sogok Angel ya?”

“Untuk  apa Ibu sogok kamu? Ibu hanya ingin ajarkan kamu bagaimana sulitnya mencari uang.”

“Mencari uang dengan bermain sama kakakku yang idiot itu? Emangnya Angel ini babysitter??”

Kalau aku sudah bicara begitu, bersiap-siaplah kepalaku merasakan jitakan khas ibuku yang bisa membuat kepalaku benjol karena emosinya.

Kalau sudah begitu, aku merasa hidup ini tidak adil. Akhirnya aku harus merelakan waktuku hanya demi untuk mendapatkan uang saku dengan bermain bersama kakakku. Untungnya, kakakku itu tidak begitu banyak merepotkan seperti anak bayi. Ia bisa melakukan apa saja. Ia tidak pernah tersesat bila pergi membeli makanan di warung tetangga atau supermarket terdekat. Ia bisa makan sendiri walau terkadang berantakan seperti seekor kucing yang sedang makan lahap. Dan yang terpenting, aku tak perlu membantu dia untuk membersihkan diri setelah usai buang air besar. Konon kalau aku tak salah ingat, ia baru mampu membersihkan dirinya sehabis buang air besar setelah ia berusia 15 tahun, aneh sekali.

Memang sih, terkadang aku merasa kasihan pada Ibu. Ia menghabiskan sebagian sisa waktunya hanya untuk menjaga kakakku. Baru akhir-akhir ini saja ia mulai merasa lega, setelah aku cukup besar dan bisa menjadi penggantinya. Ia mulai sering pergi ke salon untuk mempercantik diri. Ia juga aktif mengikuti arisan bersama teman-teman lamanya. Kalau sudah begitu, antara senang dan tidak, aku jadi perawat kakakku demi mendapatkan uang saku tambahan. Tapi di di sisi lain, aku merasa seperti pembantu saja.

Ayah kami seorang pria yang bertanggung jawab. Walau hanya seminggu pulang setelah bekerja  tiga sampai  enam bulan di laut lepas untuk mencari uang, ia selalu mengajak kami pergi bermain bersama saat berkumpul dalam waktu singkat itu. Ayah sangat sayang pada kakakku, ia menerima segala keadaan dan cobaan yang terjadi. Konon menurut Ibu, pangkat Ayah naik setelah kakakku lahir. Percaya tak percaya, tapi keadaan ekonomi kami membaik seiring pangkat Ayah yang naik hingga keluarga kami mampu membangun rumah baru yang lebih baik dari rumah sebelumnya.

Ayah juga tidak sepelit ibuku. Kalau ia sudah pulang, tanpa banyak basa-basi, aku tinggal sebutkan apa yang aku mau lalu ia akan membelikannya. Ibuku kadang suka marah karena merasa Ayah telah memanjakanku. Karena selama ini ia mendidikku untuk selalu bekerja agar dapat apa yang aku mau. Kalau dipikir-pikir, aku ini seperti bukan anak ibuku saja. Asal kakakku ingin ini dan itu, Ibu langsung memberikan tanpa tedeng aling-aling. Kalau aku yang mau, ya… siap-siap mendengar siaran langsung berita ibuku yang sekali cuap-cuap bisa sepanjang sungai amazon.     JJJ

Setelah stress menghadapi keluargaku yang kacau, aku harus stress juga dengan lingkungan sekolah baruku ini. Sekolahku yang dulu anak-anaknya tidak kaya dan sederhana, tapi yang sekarang, semua orang seperti pamer kekayaan. Kadang aku muak melihat mereka pamer sepatu sampai baju import yang mereka beli ketika sedang bergosip di kelas, khususnya anak perempuan. Kalau yang laki-laki mereka selalu membicarakan tentang seputar koleksi mainan import mereka. Ah… sudah otakku tidak pintar, ditambah tiap hari harus mendengar ocehan mereka tentang baju baru, sepatu baru dan koleksi parfum, sampai mainan baru mereka. Rasanya sekolah ini menambah penderitaan hidupku saja.

Di sekolah baruku, aku tidak memiliki banyak teman cewek karena aku memang sedikit tomboy. Meskipun begitu tapi aku masih memperhatikan kalau aku ini cewek yang harus tampil cantik setiap hari di sekolah. Aku suka sekali bermain basket bersama teman-teman laki-laki yang mungkin berbeda kelas denganku. Nilai lebihnya, aku suka basket.  Karena basket adalah pelajaran olahraga  yang paling aku sukai dan selalu memberikan nilai A di setiap ujianku. Selain pelajaran itu, kata Ibu, nilai-nilaiku yang lain seperti rumah kebakaran, penuh dengan warna merah dan selalu mendapat nilai buruk.

Tapi kalau Ayah, ia selalu membelaku. Ia selalu bilang, “Gak peduli betapa buruknya nilai kamu asal kamu naik kelas, mau rangking terakhir pun Ayah sudah cukup puas.”

Berdasarkan prinsip Ayah itulah aku menjadi pemalas kalau disuruh belajar. Di kelasku itu, aku juga paling benci dengan cewek norak bernama Agnes dan kawan-kawannya yang bermuka sok indo tapi berkelakuan barbar. Ia memilik dua teman yang aku rasa adalah kacung bayaran yang disewa untuk selalu berada  di samping dia. Yang satu bertubuh kurus tinggi bernama Fifi dan satu lagi bertubuh gempal  –yang kurasa sekali kupukul akan jatuh tanpa pernah terbangun lagi–  bernama Maria. Kami selalu bermasalah dan bermusuhan.

Itu semua dimulai ketika pertama kali kami sekelas. Ia selalu menganggap aku orang yang paling tidak bisa ditundukan.

Aku selalu berkata dalam hatiku untuk tidak pernah nurut dengan perintah orang lain, hingga suatu ketika…

‘Halo? Emangnya siapa loe? Memangnya putri presiden sampai gue harus nurut sama loe?’ kataku dalam hati saat dia secara tiba-tiba memintaku untuk menghapus papan tulis yang kotor.

“Gue ini kan ketua kelas loe!”

So what?” kataku menantang.

“Ok, kalau loe gak mau dengerin gue, mulai saat ini loe musuh gue!”

“Siapa takut?!” kataku.

Dan sejak saat itu aku tidak pernah banyak bicara lagi padanya. Aku asyik dengan duniaku yang banyak menghabiskan waktu di lapangan basket bila jam istirahat. Jauh dari kegiatan Agnes yang bila waktu istirahat, ia akan berlaga seperti model fashion show berjalan, pamer kenorakan barang-barang bermerek importnya dengan harapan menjadi pujaan laki-laki dan perempuan di sekolahku. Yang pasti, aku selalu menghindari kontak fisik dengannya dan aku rasa ia paling takut bila aku memukulnya walau ia harus mengeroyok aku dengan teman-temannya yang tidak membuatku takut sama sekali.

Pernah suatu ketika, saat aku menjadi sangat marah dan malu dengan diriku sendiri. Selama ini, teman-teman baruku tidak pernah tahu bagaimana kondisi latar belakang keluargaku. Sampai suatu saat, tanpa angin dan kabar apapun, Ibu dan kakakku datang menjemput aku saat pulang sekolah dengan mobil. Mereka menungguku di pintu gerbang saat bubaran sekolah, dengan wajah kakakku yang idiot itu –yang tampak sedang menghisap permen lollipopnya dan yang menjijikan adalah air liurnya berjatuhan ke kerah baju yang sudah dipasang sapu tangan terikat oleh ibuku– .

Tiba-tiba saja Ibu memanggilku, “Angel!”

Aku menoleh dan terkejut ketika mereka mendatangiku.

“Ibu ngapain kesini?”

“Ibu buru-buru habis pergi ke salon sama kakakmu, ini Ibu titip kakakmu dulu. Ibu harus pergi ke acara arisan dadakan, ini penting karena hari ini Ibu yang dapat uangnya.”

“Tapi kan bisa tunggu di rumah, Angel juga akan pulang kok.”

“Sudah jangan bawel, ini ajak kakakmu pulang, naik becak atau bajaj,” kata ibuku yang langsung pergi meninggalkan aku dan kakakku.

Disaat itulah, Agnes dan kawan-kawannya melihatku. Semua orang di sekolah itu melihat kakakku yang tiba-tiba tertarik melihat orang-orang bermain basket. Aku harus menarik tangan kakakku untuk pergi dari sekolahku.

“Adik, Kakak mau main basket…”

“Enggak. Pulang, cepet!” ujarku  sambil  menarik tangannya dengan paksa tapi kakakku masih bertahan.

“Pulang gak? Atau gue tinggal disini?” kataku kesal.

Kakakku malah merengek untuk bertahan seperti anak kecil yang kehilangan mainan.

“Adik jahat… Adik jahat…”

Karena kesal aku pun menariknya dengan paksa dan disaat itulah Agnes dan kawan-kawannya muncul.

“Oo… headlines news ini kalau di Metro TV,” ledek Agnes.

Aku tau, mereka pasti akan mempermalukan aku saat itu juga.

“Apa sih maksud loe?”

“Itu siapa loe? Adik, kakak atau… peliharaan loe?” kata Agnes yang disambut tawa oleh kedua temannya, Fifi dan Maria.

“Bukan urusan loe!” kataku sambil  buru-buru pergi dan terdengar teriakan mereka.

“Hallo anak cacat! Pantesan loe bego banget di kelas, secara kakaknya cacat. alhamduillah ya… sesuatu itu pasti ada sebabnya,” kata Agnes meniru gaya khas artis Syahrini yang sedang ngetop itu.

Tiba tiba kakakku yang marah langsung mengambil batu di jalan dan bermaksud melempar Agnes dan kawan-kawannya dengan batu. Aku terkejut dan menarik tangan kakakku.

“Ngapain sih? Udah deh pulang, loe udah bikin gue malu tau gak?!”

“Mereka jahat!” kata kakakku.  Aku merampas batu itu dari tangannnya.

Aku pun pergi dan berlalu meninggalkan mereka mendekati parkiran bajaj di depan gerbang yang berbaris rapi. Terdengar sayup-sayup suara Agnes dan kawan-kawan.

“Ih peliharaannya galak loh… takut…” seru Agnes dengan muka licik dan tawa menghina.

Sejak saat itu aku tahu bahwa aib dan rahasia yang aku tutupi dengan rapat kini telah terbuka. Agnes dan kawan-kawannya akan membuatku malu dengan cacatnya kakakku sebagai ejekan. Aku menjadi sangat benci dengan kakakku. Aku merasa malu memiliki kakak yang seperti ini ada di sampingku, berjalan bersamaku dengan gayanya yang idiot dan pandangan matanya yang selalu melihat sesuatu dengan aneh ditambah air liurnya yang belepotan membuatku jijik.

Sesampainya di rumah, aku membayar uang bajaj kemudian pergi meninggalkan kakakku lalu menutup pintu kamarku dan menangis.

Tuhan… aku tidak sanggup punya kakak seperti ini…

 

 

bersambung

 

kisah ini dapat kamu baca dalam novel berjudul love and life chocolatos my idiot brother yang akan terbit november 2011

 

jangan lupa ya …

Comments (108)

Agnes GloriaOctober 20th, 2011 at 10:02 am

Ahhh… jadi penasaran sama kelanjutannya.. hmm.. it’s okay… kudu baca lagi deh..

Barry C.SOctober 20th, 2011 at 10:05 am

penasaraan sama cerita selanjutnya ..

pengen beliii novelnya ^_^

nurulOctober 20th, 2011 at 12:55 pm

aq pengen cepet-cepet nonton filmnya nie….. uda gak sabar kak agnes …. …
good job buat kakak.

cupuOctober 20th, 2011 at 7:51 pm

Begitu indah saat buat cerita
Namun ketika q ajak ngobrol diam seribu bahasa.

L'She DinataOctober 21st, 2011 at 1:01 am

Keren Abissss ………. sssssssssss

CherryOctober 21st, 2011 at 11:02 am

nama antagonisnya nama kakak ndiri…? 0__0
pengen jd aktris filmnya… biar bisa nonton gratis… hehe~ ^^v
fight, kak!! ^0^/

CherryOctober 21st, 2011 at 11:03 am

nama antagonisnya nama kakak ndiri…? 0__0
pengen jd aktris filmnya… biar bisa nonton gratis… hehe~ ^^v
cherry tunggu novelnya~ ^^
fight, kak!! ^0^/

rizal ramadhanOctober 24th, 2011 at 12:14 am

sudah keluat kah novelnya

i-oneOctober 24th, 2011 at 4:48 pm

hmm..cari di mall belum ada….ditunggu kelanjutannya

ann chatte~October 30th, 2011 at 3:22 pm

Sekali masuk ke website kakak, aku langsung jadi fans kakak dalam pandangan pertama! #eaaa

Fiksi pertama kakak yang diterbitkan online apa sih? Aku pengen baca.

You really a senpai to me, Agnes-neechan! ^3^

Ikbal RizkiNovember 3rd, 2011 at 5:22 pm

waaaawwww….

samuel situmeangNovember 19th, 2011 at 2:03 pm

you are amazing…

'fayy alexandrovnna'November 20th, 2011 at 7:16 am

i like all your novel’s..

TharaAlyviani DwiPutriannaNovember 25th, 2011 at 3:18 am

novel’a bisa dibeli dmn??aku penasaran bgt lanjutannya…

Rara AndaniNovember 25th, 2011 at 3:21 am

kpn terbit novelnya..?wah, klo di filmin boleh tuh jadi si angel’a…

RenitaNovember 25th, 2011 at 11:31 am

Pengen beli novelnya dimana? Kalo online gimana?

vitriDecember 7th, 2011 at 7:17 am

karangan agnes davonar keren juga ya untung semua karangan dia udah ku beli amien
dan disitu ku belajar banyak bnget tntang kehidupan :)

vitriDecember 7th, 2011 at 8:49 am

Akhirnya semua karangan agnes davonar udah ku beli semua

tety imoetDecember 12th, 2011 at 11:21 am

sebenernya nie kisah nyata apa g sikh?

marthalinaDecember 16th, 2011 at 8:20 am

ntar akhirnya tu hepi ending atau sad ending..
penasaran bgt..

@AnggajaseDecember 18th, 2011 at 11:16 am

sama ahh Beelii di Gramedia

Destiny Audley zDecember 25th, 2011 at 1:40 am

Ketika masyarakat tertekan karena inflasi, bank tetap bisa “bermain dan bermanuver” mengambil keuntungan dengan inflasi yang dibuatnya sendiri lewat “kebijakan” suku bunganya.

theresiaDecember 27th, 2011 at 9:27 am

kayaknya nih buku bagusss,aku udah beli nih biar lerbih puass
pas baca diawal menarikk
akuudah punya 3 buku loh dari agnesdavonar

ciimoedt bannaDecember 29th, 2011 at 10:32 am

aku udah baca novelnya.,.
menguras air mata banget,.,
apalagi saat Angel kecelakaan dan kakaknya hendra mendonorkan darahnya.,
dan akhirnya dia meninggal dunia.,.
aku tunggu novelnya yang lain yaa agnes.,.,

lindaDecember 31st, 2011 at 4:07 pm

kog ceritanya bersambung siih. bkin penasaran jjh.,

aurum chandraJanuary 2nd, 2012 at 4:16 am

Nangis Bacanya..
Hiks..Hiks

melimelindaJanuary 3rd, 2012 at 10:48 am

aku dah beli novel nya sedih banget……. aku sampe nangis……
GOOD JOB KAK AGNES…….

nenaJanuary 11th, 2012 at 8:16 am

kok tiap cerita nama pemerannya sama semua ” angel, agnes, Herman, Martin”
but so far is good :) suka bgt ma cerita2nya…

Amrina RosyadaJanuary 12th, 2012 at 3:38 am

aku mah udah punya bukunya jadi tenang dan nggak penasaran tapi sayangnya nggak ada gambarnya jadi penasaran pengen liat gambarnya

indraJanuary 16th, 2012 at 7:59 am

kasian kakaknya gua rasa

syareJanuary 17th, 2012 at 4:57 am

sumpah nangis gue baca ne novel,,,, knp akhirx harus ad yg mati,,,????? tragiissssssssss….!!!!!!

Isabel Holmes SageturemaJanuary 19th, 2012 at 11:28 pm

Tapi kalau saja ada wanita yang menghampiri duluan dan mengajak kamu kenalan, pasti kamu akan berpikir aneh aneh.

Anna MariaJanuary 24th, 2012 at 5:54 pm

Antagonis dan basket, gue banget!
Ini casting nggak ya?

hisma nurafallahJanuary 31st, 2012 at 2:09 pm

masih ada ga novelnya di toko-toko gitu?
yang tau jawab yaa

tyara nisaFebruary 5th, 2012 at 2:32 am

bagus sekali ceritanya ampe tissue gue habis

Zulvia AlamandaFebruary 5th, 2012 at 3:05 am

sumpah suka banget sama buku2 karyanya kak agnes davonar.
:D :D

izkhandar dzzulFebruary 7th, 2012 at 6:13 pm

novell bagus bikin yang baca terbuka akan kebutaan selama ini dengan ketulusan seseorang termasuk kakak kita

nuramna tanjungFebruary 11th, 2012 at 4:14 am

kapan lanjutanny ne

AngelicaFebruary 13th, 2012 at 6:14 am

Ihhkkk jahat banget yah sie angel.. :(
marah2 mulu sama kakaknya :’(

trullyFebruary 14th, 2012 at 2:23 pm

novelnya bagus…

oliveFebruary 14th, 2012 at 2:27 pm

novelnya bagus,,,phe,,,coba lebih diterbitkan lagi novel yang lebih menyentuh

Reza VermansyahFebruary 16th, 2012 at 9:56 am

Knpa Setiap Cerita Nma Peran Slalu Sama
Agnes
Hendra
Angel
Fifi Maria

Smua Hmpir Sama antara Novel : My Idiot Brother & Ayah Mngpa Aq Berbeda

Lulu_143_DavonarFebruary 19th, 2012 at 1:38 pm

Ka agnes keren bangetbangetan sumpah ,setiap baca novel Love and Lifenya bikin nangis terus u_u follback yah ka @Lutfiyya_ :)

wahyuFebruary 20th, 2012 at 9:22 am

ceritanya mengharukan.

VigenisyaFebruary 22nd, 2012 at 4:00 am

novel karya kak Agnes Davonar, yang ayah kenapa aku berbeda 2 kapan ya keluarnya ?? udah ngak sabar mau baca jadinya.

anniza cynk dyaFebruary 28th, 2012 at 2:56 am

buku ini sngat bagus sampai air mata saya terjatuh stelah membacanya…………

hasna habibFebruary 29th, 2012 at 6:18 am

adeuh terharu banget baca ceritanya MY IDIOT BROTHER salut aku ma kakak nya , 1000 jempol untuk kakak nya yg tlah ngorbanin nyawa nya tuk adik nya walaupun adik nya jahat ma kakak nya

hasna habibFebruary 29th, 2012 at 6:19 am

kapan ya film nya keluar ??? :D

Hasna SieunyuunyyuChubby TralalatriliLiieFebruary 29th, 2012 at 6:24 am

adeuh terharu banget baca ceritanya MY IDIOT BROTHER salut aku ma kakak nya , 1000 jempol untuk kakak nya yg tlah ngorbanin nyawa nya tuk adik nya walaupun adik nya jahat ma kakak nya kapan film nya keluar ya dah mau tau cerita di film nya hehehe ,,:p :-) :*

ishidaMarch 4th, 2012 at 1:30 am

terakhirnya si angel ketabrak motor dan si kakak mati karna kehilangan banyak darah untukm disumbangkan ke adiknya dan si kakanya meninggalkan sebuah surat kecil

AngelaMarch 10th, 2012 at 5:44 am

cerita nya baguss bikin terharu…

orianaMarch 12th, 2012 at 8:27 am

film nya MIB kapan ? :Dv

Hasna SieunyuunyyuChubby TralalatriliLiieMarch 13th, 2012 at 8:06 am

wow cerita nya bagus buet sampai terharu

Hasna SieunyuunyyuChubby TralalatriliLiieMarch 13th, 2012 at 8:07 am

:-)

richardMarch 18th, 2012 at 9:26 am

film nya keluarin dong di you tube,

Pat KoetterMarch 19th, 2012 at 6:49 pm

Tulisan yang bagus gan. Btw, Menyenangkan bgt belajar bhs inggris online yang langsung praktek conversation, rugi gak nyoba http://to.ly/cme1

ananda apiphMarch 20th, 2012 at 11:56 am

duuhhh penasaran bgd sih lanjutan….

Nadya LazuardyMarch 26th, 2012 at 4:34 am

saat aku pergi ke toko buku buat nyarik novel karya ka agnes yg mengapa aku berbeda ternyata laku laris di kotaku. namun disana pelayan mengatakan ada satu cerita bagus tentang my idiot brother. aku tertarik hingga mulai magrib sampai jam 9 aku menyelesaikan cerita novel itu. sungguh menarik kisah tersebut dan tak terasa air mataku terkuras abis. aku tunggu ka agnes di cerita lainnya :)

putri amelia adindaApril 6th, 2012 at 9:28 am

I Like your skill agnes
good luck and always be the best….
I proud of you

niecchaApril 9th, 2012 at 2:16 am

gak bisa tidur……………!

PrimmataApril 10th, 2012 at 1:01 pm

Bikin nangis asli! Abis baca barusan!

Ricky BpApril 17th, 2012 at 11:43 am

novel ini gak ada sinopsisnya toh…..
klaw ada krimz iaa ke email ku….
emailnya ini aqw kasih jinxpro141@yahoo.co.id
buat koleksi aj kok….

ahmad al-fauzanApril 19th, 2012 at 2:01 am

asli terharu bgt sumpaaah..!!!

CarolineApril 19th, 2012 at 6:05 am

Novelny yg q baca d rmh abis 2 hri .. Nangis terus bacany .. :’(

hadiApril 22nd, 2012 at 5:28 am

novel kak agnes rame semua n sangat bagus,ak dah nonton film2nya ampe bikin nangis ak pengen baca MIB n nonton filmnya dah gak sabar..^_^

aliyaApril 26th, 2012 at 6:02 am

casting buat film ini kapn kaa???

dhea hauwersMay 5th, 2012 at 7:03 am

huh pnasaran kelanjutan’ny bca lg ahh .. :)

imheeMay 7th, 2012 at 4:10 am

penasaran gimana ceritanya?????????????????
skarang bkunya dah ada ditangan

AyuMay 17th, 2012 at 10:32 am

ceritanya bikin nangiiiss, menyentuhh bangett :’)

Sarah MonteiroMay 23rd, 2012 at 2:05 pm

it’s good story

Sarah MonteiroMay 23rd, 2012 at 2:28 pm

gw baru perna dengar cerita se bagus ini sebelum nya gw ngg perna dengerin
woow
dan gw jarang bgt nangis tapi pas gw baca novel lo Air mATA gw setetes jatuh MAN
bonyok gw bingung kenapa gw baca novel aja gw nangis
trus mereka penasaran sama novel lo jadi mereka beli trus mereka bilang ke gw itu novel jg buat papa terharu hanya karna cerita novel pertama kalinya. :)

Luke WinterMay 27th, 2012 at 1:57 am

Ningsih, kakak kedua Arif, pun akhirnya nekat berhutang sepatubola dengan harga Rp 150 ribu demi sang adik.

dinaJune 3rd, 2012 at 5:26 am

simpel bos makasih infonya

taufiqJuly 4th, 2012 at 3:28 am

waaahhh.. bagus nih ceritanya .. aku suka bnget ..

rereJuly 12th, 2012 at 7:37 pm

Baguuuus!!!!!
Kata “̮ nya mudah dicerna n ga ribet!!!

dellaJuly 17th, 2012 at 3:13 pm

g’terlalu bgs, msh klh ma surat kecil untuk tuhan

may_yanJuly 26th, 2012 at 5:23 am

cerita.a sousiet ak pengen baca teruz……

abedJuly 27th, 2012 at 11:14 am

crita bwt gw menangis !!!!!!!!!
terharu bnget ma perjuangan kk nya bwt ade nya

annisa argianiAugust 6th, 2012 at 1:19 am

wah…..seru banget ceritanya kapan ditayangin

adiyaAugust 7th, 2012 at 12:38 am

beh cerita untukorang yang hatinya buta

aldi n hAugust 17th, 2012 at 7:57 am

sedih. Hiks hiks hiks. Oweeeeeeeeeeeeeeeee

mandaSeptember 12th, 2012 at 9:56 am

I LIKE THIS
:)

frengky sihombingSeptember 15th, 2012 at 10:33 am

wow bgs banget,tapi bikin penasaran ah :(

albertSeptember 19th, 2012 at 6:33 am

huh cerita apaan ini?

SHEPTYSeptember 22nd, 2012 at 7:47 am

sedih banget …. T.T

Adieh FlowzSeptember 25th, 2012 at 5:35 pm

Aku Sangat terharu dengan cerita novel ini… wuuaa.. wuuuaa..

Bondan FlowzSeptember 25th, 2012 at 5:41 pm

D’suruh beli novel nya.. sama orng nyaa.. hihihiii..

rheya_rheotzOctober 5th, 2012 at 1:09 am

cerita nya bagus inspiratif sekali terus lah berkarya untik bangsa in

DavidOctober 11th, 2012 at 5:31 am

Gua paling gk niat baca novel atau cerpen yang isi ceritanya tentang percintaan remaja, atau hal2 fiktif yg gk jelas.
Tapi setelah gua baca cerita ini, gua cmn bs meweeeek. TOP CER’lah

Talita suka tempeOctober 14th, 2012 at 2:39 am

aaaaa.penasaran sama kelanjutannya -_-
Novelnya kak agnes keren2 ! :D

zizinOctober 14th, 2012 at 6:08 am

kak “my idiot brother” kpn di film kan?

widyaOctober 19th, 2012 at 5:34 am

aduuhh sedih ya cerita knp angel gk syng ma kakak nya pdhal kakak nya syng bngt ma angel hmmmmmmmmmmmmm jadi sedihhh

widyaOctober 19th, 2012 at 5:35 am

hmmmmmmmmmmm jadi terharuuuuuuuuuuuuuuuuu hmmmmmmmmmm

DwiNovember 14th, 2012 at 6:54 am

penasaran,,
mau beli bukunya tapi harus sama reader nya,,,
cari yang berformat txt atau doc ga nemu2,,
beginilah susahnya jadi tunanetra,,
huhuhuu,,

sadrakh setyo bektiNovember 17th, 2012 at 6:16 am

aku dah baca nie n0vel .. bikin aku nangis .. terharu aku,, selamat dan sukses buat kak agnes sama kak davonar

sadrakh ciendta rakhel ce0rankNovember 17th, 2012 at 6:17 am

bagusnya kebangetan

a.ismaNovember 19th, 2012 at 3:32 am

ada filmnya nggak???

AndiniDecember 19th, 2012 at 7:55 am

aku udah baca cerita nya, dan ceritanya bagus banget, salut deh sama pembuatnya

rasyaJanuary 2nd, 2013 at 5:03 am

yaaa btul x
sedih bnget crita na, karna dya ga mengakui kakak na…
smnjak kakak na meninggal jha dya mnjadi sedih,:(

Fardani heruJanuary 16th, 2013 at 3:29 pm

Lúar biasaa…….

adindaJanuary 16th, 2013 at 3:32 pm

novel yang sangat mengharukan, angel memahami apa itu kasih sayang setelah kakanya meninggal, sedih.

kikiJanuary 17th, 2013 at 5:56 am

novelnya sangat bagus,,, menyentuh,,
hendra sangat menyayangi angel,, angel sangat malu memiliki kakak yg idiot. dan penyesalan itu datang ketika kakak nya meninggal…..

cewe manisJanuary 17th, 2013 at 7:17 pm

Gila novel x keren bget gue udh baca sampaii habis , kisah x keren mnyentuh bnget sampai air mata gue keluar ..
Pkokk x keren gila (y)

irfanJanuary 21st, 2013 at 11:48 am

mantap sekali (y)
goDD goDD

Intan ispriyantiMarch 21st, 2013 at 1:09 pm

Seru bngetzzz dech klo bca novel nie
asyickkk loh:@

kelvin handokoMarch 28th, 2013 at 3:42 pm

w udh ad buku nya tpi snyang nya ad beberapa halaman yg tulisan nya ilank padahal w baru bli jdi w nyesel amat…

kak koq ceritanya udh sebagus bnyet tpi kualitas tulisan nya koq jlek(bnyak huruf yg ilank)

arinalApril 18th, 2013 at 12:18 am

bagus abizzzzzzzzzzzzzzz!

shientyae chicaeversJuly 31st, 2013 at 2:30 pm

aku udh baca novelny dari pertama smp akhir….ceritanya menyentuh hTI… sampai2 aku menangis terisak isak

Leave a comment

Your comment