[x]Close

Ayah mengapa aku berbeda? serentak 17 november 2011 seluruh Indonesia

Bila semua teman-temanku bernyanyi, aku hanya bisa terdiam. Aku tidak pernah tau harus bagaimana mengatakan pada dunia bertapa aku sangat ingin seperti mereka, bisa mendengar dan bernyanyi layaknya kehidupan normal.

Sayangnya aku terlahir dengan keadaan tuli, lebih sadisnya terkadang mereka orang-orang yang tidak pernah mengerti perasaanku berkata kalau aku “ BUDEK” dan itu dituliskan di kertas untukkku tepat di meja belajarku di kelas.

Tapi aku tidak pernah merasa ingin membalas semuanya, karena aku sadar inilah hidupku dan inilah takdirku.

Dulu semasa kecil mungkin aku tidak pernah merasa beban ini begitu besar dalam hidupku, ketika menyadari aku beranjak remaja dan melihat aku berbeda diantara sahabat-sahabatku. Di depan mading sekolahku tertulis sebuah pengumuman pembentukan tim musik sekolah, aku ingin ikut dalam tim itu tapi sayangnya aku hanya bisa meratapi nasibku. Aku pun pulang untuk bertemu dengan ayah, aku terduduk dengan wajah penuh kesedihan,

Dalam duniaku, hanya ayah yang bisa mengerti apa yang aku katakan. Walaupun itu harus dengan bahasa tangan yang ia pelajari dengan susah payah.
Aku mengetuk pintu untuk memberi tanda aku ada di kamar untuk bicara dengan ayah, ia melihatku dan melempar senyum.

“ Angel, ayo masuk. Silakan duduk disini nak, ada apa? Bagaimana pelajaran kelas kamu hari ini?”
Aku tertunduk, lalu ayah mulai bisa membaca wajahku.
“ Apa yang terjadi nak, ceritakan pada ayah?”
“ Ayah mengapa aku berbeda dari teman-temanku?”
“ Dalam hal?” tanya ayah padaku,
Aku menangis dan usiaku saat itu hanya 12 tahun dan duduk di sekolah menengah pertama.
“ Aku tidak bisa bernyanyi, tidak bisa mendengar.. Mengapa ayah?”
Ayah melihatku sambil tersenyum,
“ Apakah kamu merasa bersedih karena itu?”
“ Ya, aku sangat bersedih.. Aku ingin seperti mereka.. Bisa bernyanyi dan mendengarkan indahnya musik..”
“ Mengapa kamu ingin menjadi seperti mereka?”
“ Karena aku ingin menjadi tim musik sekolah, aku ingin ayah..”
“ Kalau begitu lakukan..”

Aku terdiam tidak bisa membalas pertanyaan ayah kemudian ia bangkit dan mengajakku ke ruangan gudang di belakang rumahku, ia mulai membersihkan debu-debu di sebuah meja panjang yang tadinya kupikir adalah meja makan. Ternyata itu adalah piano klasik. Aku memperhatikanya dengan heran,

“ Ini adalah peninggalan ibumu sebelum ia meninggal setelah melahirkan kamu, ayah sudah tidak pernah mendengarkannya sejak kamu terlahir..”
“ Lalu..?” tanyaku.
“ kamu mungkin terlahir tanpa bisa mendengar dan bernyanyi. Tapi kamu terlahir dari rahim seorang ibu yang berjuang agar kamu ada di dunia ini dan ayah percaya, Tuhan memberikan kamu dalam kehidupan karena kamu memang layak untuk itu.”
“ Tapi aku cacat, tidak normal dan tidak akan pernah bisa mendengar musik? Bagaimana caranya aku bisa seperti teman-temanku.”
“ Sayang kamu memang tidak bisa mendengarkan musik, tapi kamu bisa memainkan musik?”
“ Bagaimana caranya?”
“ Ayah ada disini untuk kamu dan percayalah, musik itu akan terasa indah bila kamu merasakannya dari hati kamu. “
“ Walaupun aku tidak bisa mendengar..”
Ayah duduk dikursi dan menyuruhku memperhatikannya bermain piano, Ia menutup matanya lalu memainkan arunan toth piano itu.
“ Anakku, rasakanlah musik itu dalam hati dan kamu akan tau bertapa Tuhan sangat mencintai siapapun makluk yang ia ciptakan. Walaupun kamu terlahir dengan keadaan cacat dan tidak bisa mendengarkan suara musik itu dari telinga kamu.. Kamu bisa dengarkan lewatkan hati kamu..”

Ayah mengajakku untuk menyentuh setiap toth piano dan kami bermain bersama, aku memang tidak bisa merasakan apa suara music itu tapi aku bisa merasakan nada dari jari yang ketekan dan itu membuatku bersemangat untuk berlatih piano klasik, aku tau ibuku adalah seorang pemain piano sebelum ia meninggal saat melahirkanku. Aku pun berjuang untuk bermain musik dan perlahan aku mampu membuat sedikit alunan music yang indah. Semua itu kurasakan dalam hatiku, semua itu kurasakan dalam jiwaku.

Beberapa minggu kemudian, aku mulai berani mendaftar dalam tim musik sekolahku dan guruku menerimaku walaupun ia tau aku cacat tapi setelah aku mainkan piano dan ia terkesan. Aku tau semua orang melihatku dengan aneh, seorang teman bernama Agnes datang padaku.

“ Hai orang cacat, apa yang bisa kamu lakukan dengan telingamu yang tertutup kotoran?”
Yang lain tertawa dan menambah kalimat yang melukai hatiku,
“ Dia mungkin mau jadi badut diantara tim kita, biarkan saja..”
Ejekan itu berakhir saat guruku datang, mereka semua kembali ke posisi mereka masing dalam alat music yang mereka kuasai. Ibu guru pembimbing kelas musik bersikap hangat padaku, ia memperkenalkanku pada semuanya.
“ Anak-anak mulai hari ini Angel akan bergabung dalam tim kita, semoga kalian bisa berkerja sama dengan Angel ya..”
“ Ibu apa yang bisa lakukan untuk tim kita, dia kan budek?” ejek Agnes.
“ Agnes!! ibu tidak pernah mengajarkan kamu untuk menghina orang lain, jaga sikap kamu. Walaupun Angel cacat secara fisik ia juga memiliki perasaan, tolong kendalikan kata-kata kamu.”
Aku senang ibu membelaku tapi itu malah membuat semua membenciku, ibu mempersilakan aku memainkan piano, dengan gugup aku bisa bermain dengan baik. Tidak ada satupun tepuk tangan dari teman-temanku, hanya ibu guru seorang. Ketika kelas bubar aku mendekat pada ibu guru, aku menuliskan apa yang ingin aku katakan kepadanya, Ia membacanya.
“ Ibu , aku mundur saja dari tim, aku tidak mungkin bisa menjadi bagian dari mereka. Karena aku ini cacat. Mereka tidak akan menerimaku?”
“ Tidak sayang, jangan berkata demikian, kamu special, kamu berbakat, mereka hanya belum terbiasa, percayalah kalau kamu sudah sering bermain dengan mereka. Kamu akan diterima dengan suka cita. Jadi ibu tidak mau mendengarkan kalimat kamu ingin mundur..”
“ Tapi bu, aku takut bila membuat semua jadi kacau.”
“ Anakku, beberapa minggu lagi, sekolah ini akan merayakan hari ulang tahunnya, ibu percaya kamulah satu-satunya orang yang layak mengisi tempat di bagian piano, karena teman kamu Rika ( pianis sebelumnya) telah mundur karena sakit cacar”

Aku pulang ke rumah dan memberi kabar kalau aku diterima dalam tim musik sekolah, ayah begitu gembira menunggu saat-saat aku akan berada dipanggung, ia terus melatih permainan pianoku. Aku tidak pernah cerita bertapa aku sangat diremehkan oleh teman-teman se-timku yang hanya menganggap aku sampah yang tidak layak disamping mereka. Mereka sering memarahi aku dengan kata-kata kasar lalu mereka menghinaku sebagai gadis caca, hal itu terus terjadi disaat kami berlatih persiapan untuk panggung sekolah . Mereka tidak pernah peduli apa yang kumainkan bila benar, mereka selalu bilang salah. Padahal aku yakin aku benar-benar memainkan musik piano ini, sedihnya saat aku bertanya dimana letak kesalahanku yang mereka jawab lebih menyakitkan.

“ Kamu ini tuli dan budek, bagaimana bisa kamu tau alunan musik yang kamu mainkan itu benar atau salah? Kamu membuat aku muak dengan sikap kamu yang sok pintar dan mencari muka di depan bu guru.” Kata Agnes padaku.
Aku menangis mendengarkan kalimat itu, aku berlari pulang ke rumah dan satu-satunya kalimat yang kudengar hanya satu. “ Pergi kamu gadis cacat, jangan pernah kembali ke tim kami, kami tidak sudi menerima kamu dalam kelompok ini.”
Aku menangis hingga di depan rumahku dan ketika aku tiba di gerbang rumahku, sebuah mobil ambulan ada didepan rumahku dan membawa ayah. Aku mengejar perawat yang membawa ayah, ayahku tampak tertidur tanpa bicara, seorang tetanggaku berkata padaku.
“ Ayahmu terkena serangan jantung, kamu ikut tante saja. Kita pergi bersama-sama ke rumah sakit.”
Aku shock dan menangis! Bagaimana hidupku tanpa ayah? Sepanjang perjalanan aku terus menitihkan air mata. Ayah tidak sadarkan diri sejak sakit jantungnya kambuh, ia memang memiliki sakit jantung sejak menikah padahal usianya masih sangat muda. tiga hari lamanya aku menemani ayah yang tidak pernah sadarkan diri. Tiga hari pula aku tidak pernah ke sekolah, bu guru bertanya pada Agnes mengapa aku tidak masuk hari ini?”
“ Mungkin Angel merasa tidak sanggup lagi bergabung dengan tim kita, dia itu bodoh bu! Selalu melakukan kesalahan dan dia pergi begitu saja saat latihan dan tidak pernah kembali hingga saat ini.”
Ibu guru mencoba pergi ke rumahku, tapi tidak ada seorang pun orang dirumahku. Aku tau beberapa hari lagi perayaaan musik di sekolahku akan dimulai. Mungkin memang sudah menjadi garis tangan hidupku, aku tidak boleh menjadi tim sekolah. Padahal aku sudah berjuang maksimal berlatih piano di rumah. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menjaga ayahku karena ia lebih penting dalam hidupku, ia satu-satunya sahabatku yang bisa mengerti keadaan ku setelah ibu meninggal dunia.
Ya Tuhan jangan ambil ayahku, doaku setiap saat kepadanya

Seminggu kemudian,

Ayah tersadar dan melihat aku disampingnya. Ia tidak bisa bicara banyak, selain bertanya mengapa aku disini, mengapa aku tidak berlatih bersama tim musik disekolahku, aku berpura-pura berkata padanya kalau mereka memberikan aku izin menjaga ayah. Ayah marah padaku, ia bilang aku harus segera latihan dan ia ingin aku tampil disana.

“ Jangan pedulikan ayah saat ini, yang penting kamu harus bisa buktikan kepada semua orang kalau kamu bisa bermain musik dan tunjukkan kepada mereka kamu gadis yang sempurna ”

Aku tau itu berat, tapi aku tidak ingin ayah bersedih mendengar penolakkan sahabatku di sekolah, ia berjanji padaku akan lekas sembuh asal aku terus bersemangat latihan musik. Akhirnya aku pun pergi ke sekolah kembali dan masuk ke kelas musik. Ibu guru menyambutku dengan baik, dan langsung memintaku berlatih. Setelah ia pergi, Agnes dan kawan-kawan mendekatiku, mereka mendorongku hingga terjatuh.

“ Kamu itu makluk Tuhan paling menjijikan, jangan membuat tim kami malu dengan kehadiran kamu di tim music kami. tidak punya malu, padahal kami sudah mengusirmu..”

Aku terdiam, seorang teman mengatakan pada Agnes,
“ Percuma dia tuli, dia ga akan mendengarkan apa yang kita bicarakan.”
Agnes marah merasa aku tidak mendengarkan semua kemarahannya, Ia bersama teman-teman mendorongku hingga keluar ruangan, aku mengetuk pintu dan ketika tanganku berusaha membuka pintu, mereka menjepit tanganku tanpa ampun, aku berteriak kesakitan dan mereka tidak peduli
“ Astaga dia bisa menjerit juga ya.. kirain dia itu bisu, bisa teriak juga hahaha “ ledek mereka.
Mereka menyiksaku dan aku tidak berdaya. Tanganku terasa mati rasa, mungkin jariku patah. Aku meminta tetanggaku untuk membalut luka ini dan ia sangat terkejut dengan keadaanku. Aku berkata padanya aku terjatuh di jalan. Tapi aku tidak akan pernah menyerah untuk menjadi tim musik kelasku. Hingga hari itu tiba, dengan luka balut tanganku aku muncul di sekolah. Sebelumnya aku mengatakan pada ayah .
“ Ayah hari ini aku akan bermain musik dihadapan semua orang, ayah harus mendengarkan ya. “
“ Anakku, ayah pasti mendengarkan. Maaf saat ini ayah sedang sakit, ini adalah hari istemewamu. Tapi ayah sudah pikirkan bagaimana caranya. Ambil telepon genggam ayah dan biarkan itu menyala saat kamu mainkan.”
“ Baik ayah.” Aku menuruti ide cermerlang ayah.
Saat aku keluar ruangan, dokter mengatakan hal kecil disamping ayah “ Jantung anda melemah, anda harus terus berpikir positif sehingga cepat sembuh”
“ Anak saya akan manggung hari ini, itu membuat saya cemas”
“ Percayalah , anak anda adalah gadis luar biasa..”

Aku menangis menuju sekolahku, Saat aku tiba di sekolah, Agnes dan kawan-kawan melihatku dengan jijik. Sepertinya mereka tidak mau aku di panggung, mereka manarik bajuku dan menamparku di belakang panggung.

“ Pergi cepat, jangan pernah ada disini, kami akan tampil tanpa kamu. Cepat pergi? Sebelum ibu guru datang”
Tidak, aku tidak akan menyerah walaupun mereka menyiksaku. Aku sudah berjanji pada ayah untuk bermain musik di acara sekolah. Karena mereka mendapatkan aku tidak menyerah, akhirnya mereka mengancam tidak akan tampil dan memaksa aku tampil seorang diri, mereka ingin membuatku malu.
“ Baiklah, kami tidak akan tampil. Dan silakan kamu tampil sendirian, jadilah badut diatas panggung..”
Aku tidak mampu berbuat apa-apa ketika mereka mengikat rambutku layaknya orang bodoh, memoles mukaku dengan cat warna merah menyerupai badut sirkus. Aku tidak peduli, aku hanya ingin ayah bahagia dan menepati janji kepada ayah untuk tampil dalam panggung itu. Setelah puas mendandaniku seperti badut mereka pergi mendorong aku diatas panggung saat ibu guru yang bertugas menjadi pembaca acara memanggil tim kami dan aku muncul sendirian, mereka semua berlarian mengumpat.
“ DImana yang lain?” tanya ibu guru,
Aku terdiam, semua orang yang ada di bangku penonton menertawakan aku, mereka melihat badut yang sedang berada diatas panggung, aku sungguh tidak bisa berbuat-apa ap.
“ Astaga apa yang terjadi padamu dan yang lain pergi kemana? Kita tidak akan bisa menjalankan acara music ini.”

Aku mengambil kertas dan menuliskannya
“ Bu, izinkanlah aku bermain piano ini, aku sudah berjanji pada ayah untuk bermain piano , ia sedang terbaring lemas di rumah sakit, jantungnya melemah hari ini, aku takut ia akan semakin buruk bila tau aku gagal bermain bersama tim musik di sekolah”
Ibu menatapku, ia sadar bertapa aku sangat sulit.
“ Baiklah mainkanlah piano ini, tunjukkan pada dunia kalau kamu adalah orang special dengan musikmu”
“ Terima kasih bu.”
Ibu guru memberikan kata-kata sambutan kepada penonton yang terus tertawa karena melihat badut sepertiku, tapi aku tidak peduli. Dengan keunggulan 3g, aku mengadakan video call dan ayah tersenyum padaku memberikan semangat, keletakkan telepon itu diatas meja piano.
“Tuhan bimbing aku agar semua berjalan dengan baik. Dan dengarkanlah musik ini..”
Setiap denting musik mulai memecahkan semua tawa yang awalnya menghujatku, menghinaku, arunan musik ini membawa perjalanan kisahku untuk berjuang menunjukkan pada dunia, aku memang terlahir cacat, aku tidak pernah tau apa artinya musik, tidak tau bagaimana suara burung, suara ayah bahkan tragisnya aku tidak pernah tau suara yang keluar dari mulutku sendiri.
Tapi aku percaya, aku tercipta bukan tanpa tujuan dalam dunia ini. ketika lagu itu usai kumainkan, semua berdiri dan memberikan tepuk tangan, aku menangis. ibu guru memelukku, aku ingin ibu menyampaikan pesanku kepada penonton.

“ Terima kasih, memberikan aku kesempatan untuk berada ditempat ini. Kini aku tau mengapa aku berbeda, karena Tuhan mencintaiku. Aku tidak akan marah pada Agnes dan teman-teman, aku bersyukur karena mereka mengajarkan aku tentang ketekunan dan ikhlas. Termasuk ayah, yang selalu bilang padaku “ kita tidak perlu merasa sedih dengan keadaan kita, bagaimanapun bentuknya. Karena Tuhan memberikan kita nafas kehidupan dengan tujuan hidup masing-masing”
Ya aku percaya itu.
Tamat.

buat yang penasaran sama lagunya silakan download

untuk lagunya

http://www.4shared.com/file/128309027/e59a374c/shandy_-_the_untold_love_story.html

besar 10mb. tapi percayalah , anda akan menangis mendengarkan lagu ini.

terima kasih

lagu in free dan berizin

follow me in twitter @agnesdavonar

 

 

Comments (68)

febbyNovember 26th, 2011 at 10:42 am

so sad

wahyu cahyadiNovember 26th, 2011 at 1:25 pm

aku pengen bgt beli novel ayah mengapa aku berbeda. aku tinggal di batam di batam ngga ada yang jual. kalo mau beli online harus pake atm kan ? tapi umur ku masih 13 tahun.

Nadira SiregarNovember 27th, 2011 at 7:53 am

Sudah ada novelnya belum? saya ingin mengoleksi novel2 milik Agnes Davonar

yudiNovember 27th, 2011 at 3:44 pm

jadi terharu bgt

gerrinNovember 30th, 2011 at 12:34 pm

bagus bgt ceritanya

rizkyDecember 1st, 2011 at 3:52 am

film is so amazing.. i’sant stop my cry even i hear angel play the piano

winda sariDecember 4th, 2011 at 12:34 pm

kak gi mna siih knpa resensi novel ayah mengapa aku berbeda ko blum ad siih ad PR pla ne kak pucing

febbyDecember 10th, 2011 at 8:54 am

hahayy .. iyaaa dii gramed adaaa kaan !!

AvriniaDecember 11th, 2011 at 5:44 am

masih diputer gak sih film’nya ?? pengen nonton :(

aini dzilhaqDecember 14th, 2011 at 10:00 am

good job deh………

Adib ZainuriDecember 18th, 2011 at 6:25 pm

ceritanya kok agak beda ya sama novelnya…..
tapi seru kok ceritanya klo menurutku hampir sama aja sih hehe….

linaDecember 25th, 2011 at 6:23 am

indah bgt……sedih bgt….. hantu…sepertinya bisa ngalahin nangisnya…..kuch…kuch hutahe nih

Salma SalsabilaDecember 25th, 2011 at 6:35 am

Pengen beli novelnya. udah ada belum ya?? aku pingin baca ceritanya nihh… eh ya, Film bioskopnya masih ada gak disemarang ???

Salma SalsabilaDecember 25th, 2011 at 7:37 am

Film SKUT di bioskopo msih ad gak ??? belom nnton nihh… ><"

Taylor NoteraldaDecember 26th, 2011 at 3:15 pm

Weh, aku nak jual iPod touch aku nih, korang nak beli tak, kalo tak nak tolong tanya member2 korang boleh, thanks.

Eleeze CecileDecember 27th, 2011 at 4:53 pm

Cerita yang bener2 menginspirasi :)

SophyaDecember 28th, 2011 at 12:39 pm

Aku pengen koleksi novel;nya agnes davonar .. dmna ada ??

oviDecember 28th, 2011 at 12:47 pm

cri novel.a d mn y??????????????
qu pngen pnya

afifaahDecember 30th, 2011 at 4:15 am

doreeebh abeezz..

Dyah Ayu LDecember 31st, 2011 at 2:30 am

Aku udah beli novel nyaa :3 sediih :'(

Molly PulesanderoJanuary 1st, 2012 at 8:52 am

Aku terdiam sejenak, seperti tidak tega jikaku ceritakan pada ayah, tapi tidak mungkin aku harus membohonginya.

Rinandha mega putriJanuary 9th, 2012 at 1:50 am

keren banget ceritanya,novelnya udh ada belum? :)

Ledy kastanyaJanuary 13th, 2012 at 9:05 am

flimnya kayaknya nyentuh banget ..

aku udah baca novel kakak, tentang “ayah mengapa aku berbeda”
apalagi kalau difilimkan , aku yakin pasti banyak yang nangis kak

semoga sukses yah kak :)

sellaJanuary 14th, 2012 at 2:31 am

filmxa seru….asiiikkkk bikin orang sedih….
tp ceritaxa beda bgt sma novelxa

mira sandranaJanuary 20th, 2012 at 8:49 am

ini dia novel ayah mengapa aku berbeda yang ke 2,,,,,,,
memberikan banyak arti kehidupan disini,,, semoga penulis or pengarang seperti ini makin tetap ada yeah,,,agar semua oarang tahu arti kehidupan sesungguhnya,,, makas ya kag,,telah membuat novelkehidupan ini,,begitu bermanfaat bagiku,,,,,,
selamat sudah menjadi penulis,,,semoga cita cita yang kakak inginkan tercapai amin ;)

Lidya Susanti TejaJanuary 22nd, 2012 at 6:37 am

kisahx bagus … dan mengharukan juga menyentuh …
tapi 17 november itu ultahku … hehehe
:D

Reza BaihaqiJanuary 24th, 2012 at 7:12 am

saking serunya, novel “ayah, mengapa aku berbeda” selesai aku baca 4 jam!
nice buat Agnes Davonar….:D

Reza BaihaqiJanuary 24th, 2012 at 7:15 am

biasanya sih butuh 3 hari….

DianJanuary 28th, 2012 at 3:01 pm

keren, ceritannya mengharukan banget

TenriJanuary 28th, 2012 at 11:33 pm

Nice

kim yoon yi eunFebruary 17th, 2012 at 12:41 pm

bagussssssssss banget aku pengen beli buku itu.
akan aku perjuangkan agar aku bisa dapet buku itu!!!

amie,,February 21st, 2012 at 3:29 am

ceritanya bagus,,,,,,,,, mengharukan ,,,,,,,,,,,,
bikin air mata berjatuhan,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Al_ArifinMarch 3rd, 2012 at 4:59 am

ini adalah karangan prtma yg mambuat aku terharu………….

sayMarch 5th, 2012 at 8:26 am

ceritanya buaagus bangettt….
jdi pngen lhat filmnya……

anatasyaMarch 7th, 2012 at 12:53 am

kesian banget aku jadi terharu?????????????

Monica AngelMarch 7th, 2012 at 12:37 pm

Bru baca sinopsisnya ajj udh nangisss…
Terharu banget :’)

Sadam PrawiraMay 3rd, 2012 at 5:39 am

bgitu tegarnya hidup yg dia jlani…
dgn pnuh keyakinan dia bisa mnjalaninya…..
wlaupun sehari-harinya hnya kesedihan yg dia jalani….
tapi dia tidak menyerah dgn kesedihan….
dan kesedihan dilawan untuk mnjadi kebahagiaan……

Sadam PrawiraMay 3rd, 2012 at 5:41 am

sungguh crita yg luar biasa…

untuk judul…
AYAH MENGAPA, AKU BERBEDA….

kira yamatoMay 11th, 2012 at 3:17 pm

agak bingung baca ceritanya. seorang tuna rungu dan tunawicara; itu temen2 nya ngomong kok dia bisa denger.

sheilaJune 7th, 2012 at 5:02 am

ih sedih ΒάNGέt ceritax pengen bli novel ∏yªª

zhellasJune 8th, 2012 at 1:41 am

filmnya juga ok…
tapi aku nggak suka agnes kehilangan semua orang yang dicintainya,,,

zainal fananiJune 8th, 2012 at 2:20 am

ngak ada tah novel terbaru dari angnes davonar.

fananiJune 15th, 2012 at 8:56 am

…………………?………………..

maya kholidaJuly 16th, 2012 at 4:11 am

subhanallooh,,

poetrieJuly 18th, 2012 at 4:12 am

qok beda c ama film nya…????
sedihan novelnya…

septyJuly 27th, 2012 at 12:52 pm

bagussss bgtttt terus berkaryaa ya kak

ingrid f burhanudinJuly 29th, 2012 at 7:46 am

very good!! mengharukan banget ceritanya.

nitaAugust 7th, 2012 at 2:49 am

hemm, aku nangis ama certa nya,.
sedih banget kak, tapi aku suka peran nya angel ..
:)

RissaAugust 8th, 2012 at 1:10 pm

Lo, kok ceritanya agak beda dari novelnya ya? ayahnya kan namanya MARTIN bukan SURYO?

@cancyriaovanagasyaAugust 15th, 2012 at 1:10 am

bagusss

adiAugust 26th, 2012 at 11:31 am

lagu piano yang di mainin angel judulnya apa?

misraAugust 28th, 2012 at 7:57 am

sdih bgt,,,,

afifahSeptember 5th, 2012 at 12:44 pm

film sgt hebat

DewiSeptember 12th, 2012 at 9:52 am

Oh my God!
Agnes, you make me cry…

Shafa Adinda PutriOctober 1st, 2012 at 2:00 am

di mana Novel nya ???

eLy ariskaOctober 4th, 2012 at 4:17 pm

Bleh tau gak kata2 yng trakhir yg ducapkan angel pas mau hbis filmnya ?? Yng tau lngsng krim messenger di twitt aku yaa nmanya @eLy_aRisKa

Mksih sblumnya,, :):)

One7DieOctober 4th, 2012 at 5:20 pm

Tantangan demi tantangan, hambatan demi hambatan, namun Tuhan selalu punya cara untuk mengembalikan kekuatannya. Hingga pada akhirnya Tuhan akan memberikan jawaban terindah atas pertanyaan Angel yang pernah ia sampaikan ke Sang Ayah “Ayah, mengapa aku berbeda?”

Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya,
thanks Agnes Davonar, ini suatu kisah yang hebat.. dan smoga ini jadi pelajaran untuk semuanya..

Leni & nisaOctober 10th, 2012 at 1:08 pm

Sedih bangett , membuatku terharu :'(

andiOctober 19th, 2012 at 9:12 am

mengharukan,,,,

karina litle mumuOctober 29th, 2012 at 8:45 am

baguss :(, sangat inspiratif :)
akuh pengen beli + koleksi, tapi disini engga ada ?????
:( :'( >:O

Hosting GratisNovember 1st, 2012 at 12:29 pm

Minta izin download Bro.
Ini memang info menarik yang sudah lama kita cari-cari.
Matur tengkyu sekali lagi :)

AndroidNovember 10th, 2012 at 1:49 pm

Trims atas jerih payahnya sudah berbagi dengan orang lain khususnya saya sendiri, dan mohon izin juga saya mau download yang semoga bermanfaat bagi saya..

nietha (rahma yunita)November 19th, 2012 at 3:21 am

is the best flimnya …

moga smua orng tw kebesran allah

wilan rosyanaDecember 5th, 2012 at 12:00 pm

novel nya bguzz banget

hendrickDecember 8th, 2012 at 9:15 am

hihks-hiks-hiksedih sekali ceritanya

IjasssDecember 29th, 2012 at 8:46 am

Di Akhir Yg bahagia Kok Gak Ada Ayah Nyaaa???

hening asti rJanuary 24th, 2013 at 10:59 am

ka….aku udah beli novelnya yang seri 1 sama 2 tapi baru di baca yang pertama……….. bagus banget, ni baru pertama kali aku baca novel mpe nangis

ferryFebruary 13th, 2013 at 2:45 pm

allah mha adiL
sbhnllh ksah yang mnyth hti

Leave a comment

Your comment