[x]Close

SEBELUM SEMUA BERAKHIR – CERPEN 179

mata

 

“ Dalam hidup, ketika sebelum semua berakhir dalam hidupku. Aku hanya punya satu impian di dunia ini. Sekali saja dalam hidupku, yaitu melihat indahnya dunia sebelum Tuhan memanggilku.”

 

Tentang Angel

Namanya Angel, gadis ceria yang berusaha membuat semua orang tersenyum padanya. Ia melihat dunia setiap paginya dengan sukacita dan tak pernah ingin berhenti ingin tau akan apa yang ada di depannya. Melangkah dengan pasti menunggu waktu tertutup sampai ia tak bisa bergerak hanya saat ia tertidur di malam hari. Tak ada yang bisa melukiskan betapa bahagianya ia terlahir di dunia ini, padahal usianya 21 tahun dan sukacita itu selalu ia bagikan kepada siapapun yang ia temuin. Hatinya sungguh mulia, ia menolong siapa saja yang membutuhkan bantuannya. Mendorong becak yang pak tua yang kesulitan , membantu seorang nenek menyeberang jalan raya bahkan membagi payung miliknya kepada orang lain yang terkena hujan dan membiarkan tubuhnya sendiri merasakan hujan.

Tentang Aji,

Tubuhnya besar dan atletis. Ia bertugas memandang laut setiap harinya. Memastikan tak ada yang mengalami musibah karena kejahatan atau merusak kenyamanan ombak laut yang indah menghebus sekitar pantai Losari, makassar dimana ia berkerja sebagai polisi sekitar pantai. Ia tampan dan satu-satunya yang membuat orang lain tak pernah mau mendekat padanya adalah sifatnya yang dingin dan tak bersahabat terhadap siapapun. Ia hanya bicara seadanya kepada orang lain. Ia hanya menjawab apa yang ia sukai, ia tidak pernah dekat dengan perempuan. Ia bekerja professional hanya saat ia berkerja menindak laporan warga sekitar pantai yang terganggu oleh ulah-ulah usil tangan-tangan jahat.

 

Tentang mereka.

Mereka berdua dipisahkan jarak yang jauh antara pulau yang berbeda. Tapi suatu ketika, Angel memutuskan untuk pindah ke Makassar karena satu alasan pribadi yang ia sendiri bingung untuk menjelaskan. Ia meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi menginap di rumah bibinya yang bersuamikan orang bugis dan tinggal di Makassar. Angel mencoba menikmati semua yang bisa ia lakukan di kota barunya termasuk berkunjung ke pantai losari di hari pertama ia turun dari pesawat  untuk sekedar menikmati hari indahnya sambil menunggu matahari terbenam.

Sial baginya ketika asyik memandang langit yang cerah, seorang penjamblet mengambil tasnya dan ketika tasnya melayang ia hanya bisa berteriak tanpa ada yang bisa menolongnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk melapor ke polsek terdekat dimana Aji bertugas. Proseder pelaporan berjalan baik sampai akhirnya angel sendiri lupa akan alamat bibinya.

“jadi kamu bukan orang Makassar dan sedang berlibur di Makassar dan lupa dimana tempat tinggal bibi kamu?”

“gimana saya mau tau? Hendphone saya saja diambil sama pejambret itu. Dompet saya pun melayang. Saya benar-benar lupa dimana bibi saya tinggal”

“lalu apa yang bisa kami lakukan untuk anda” Tanya aji

“boleh pinjam telepon kamu untuk telepon ibu saya di Jakarta dan menanyakan bibi saya”

“ tapi kamu ingat kan nomor telepon ibu kamu?”

“100% saya ingat di luar kepala..”

Aji pun meminjamkan teleponnya dan singkat cerita angel bisa menghubungi bibinya, celakanya bibinya tidak bisa menjemput karena sedang sakit. Angel pun benar-benar merepotkan Aji. Perwira polisi yang baru saja berdinas empa tahun di Makassar pun akhirnya mendapatkan perintah dari komandanya untuk mengantarkan Angel sampai ke rumah bibinya dengan selamat.  Sepanjang perjalanan Angel hanya terdiam memperhatikan Aji. Entah mengapa ada getaran yang aneh saat ia melihat sosok aji. Seperti tak asing dalam hidupnya.

Aji orang yang dingin, angel yang banyak bertanya hanya mendapatkan jawaban singkat dari Aji saat berkomunikasi.

“ sudah sampai, ini alamat sesuai yang bibi kamu bilang?”

“iya makasih ya.mau ke dalam dulu untuk sekedar minum teh?”

“gak perlu saya banyak kerjaan. “

Angel menarik nafas dalam-dalam kemudian mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kebaikan Aji yang dijawab dengan wajah jutek dan dingin.

“itu sudah tugas saya sebagai polisi”

Dengan tersenyum kecil, angel kembali ke rumah. Bibinya yang sakit menyambutnya dengan kebingungan akan peristiwa yang angel alami untuk hari pertamanya di Makassar. Malamnya angel masuk ke kamar dan membuka koper pribadinya. Ia membuka sebuah diari yang sudah setahun ini ia simpan dan baca setiap malamnya.

***

Keesokan harinya sebagai ungkapan terima kasih atas bantuan yang diberikan Aji. Angel pergi ke kantor polisi sambil membawa makanan yang ia masak sendiri. Ia membagikan makanan itu kepada petugas polsek setempat. Komandan Aji merasa senang dengan masakan Angel. Tapi tidak dengan Aji yang sepertinya sama sekali tidak menyentuh makanan yang dibawa Angel. Sebagai perintah atas kebaikan Angel. Komandan Aji kemudian memerintahkan Aji untuk mengantarkan Angel pulang ke rumah. Aji pun merasa kesal tapi ia tidak bisa menolak perintah itu.

Di dalam mobil yang sunyi.

“aji boleh gak anterin saya ke tempat ini sebentar” kata angel sambil memberikan catatan kepada aji sebuah tempat toko bunga.

“gak bisa, saya gak ada waktu.”

“ kalau gitu turunkan saya saja disini. Biar saya naik taksi atau jalan kaki saja cari toko bunganya”

Aji kemudian meminggirkan mobil ke tepian jalan.

“ silakan kamu turun. “

Dengan perasaan dongkol Angel pun menahan amarah turun dari mobil. Aji pergi berlalu saja meninggalkan Angel yang di jalan. 15 menit angel menunggu di jalan tapi tidak ada taksi yang menjemputnya. Tiba-tiba aji muncul lagi. Sambil berteriak meminta Angel masuk.

“ kok balik lagi?”

“ kamu jangan GR. saya balik lagi karena komandan saya menelepon untuk memastikan saya mengantarkan kamu sampai ke rumah. Gak lucu gara-gara kamu, saya di hokum!!”

Dengan tersenyum angel menyambut lucu kata-kata aji. Lalu mereka tiba di toko bunga yang dimaksud Angel. Pemilik toko itu sepertinya tidak asing dengan Aji. Angel memberi beberapa bunga yang kemudian ia bawa kembali. Lalu bertanya kepada Aji.

“ sepertinya kamu tidak asing sama ibu pemilik toko bunga itu?”

“memangnya jadi masalah kalau saya kenal dengan pemilik toko bunga itu untuk kamu?”

“ ya. gak gitu juga. Kan saya hanya bertanya?”

“ toko bunga terdekat dari kantor saya , hanya toko bunga disana. Jadi gak ada alasan saya tidak mengenal pemilik toko itu kan?”

“iya.. iya. Dijawab kan bisa tanpa harus jutek gitu..”

Aji hanya terdiam.

“mana ada cewek yang mau sama cowok jutek kayak kamu..” kata Angel bicara sendiri

“ kamu bilang apa barusan?”

“Oo.. enggak saya hanya bicara sendiri..”

Angel pun tiba di rumah dengan selamat. Sekali lagi ia menawarkan Aji untuk minum kopi sejenak dan tanpa basa basi Aji pun pergi meninggalkan Angel. Dengan wajah bingung ,Angel benar-benar tidak tau mengapa ada orang tak seramah dan sedingin itu di dunia ini.

***

Hari demi hari selanjutnya Angel tidak memiliki alasan selain pergi ke pantai losari lalu membawakan makanan untuk Aji dan teman-temannya. Angel tau apa makanan yang aji sukai, aji yang awalnya tidak mau mencicipin sekalipun makanan Angel akhirnya malah mencobanya.   Angel yang baik hati sering membantu seorang ibu tua menjual mainan baling-baling yang bila tertiup angin akan berputar kepada anak-anak yang sedang berwisata. Semua itu ia lakukan dengan ikhlas, ia memang terlahir dari keluarga yang mampu sehingga ia melakukan perkerjaan yang bisa ia lakukan dengan ikhlas kepada siapapun yang bisa ia lakukan.

Aji melihat sifat angel yang begitu mulia dan mulai merasa nyaman walau masih jutek terhadap Angel. Sampai suatu ketika, ia benar-benar melihat ketulusan Angel yang begitu berani menyelamatkan seorang anak yang nyaris tenggelam di pantai losari. Angel melompat ke dalam air laut padahal ia sendiri tidak bisa berenang.  Untungnya saat itu Aji sedang berada tak jauh darisana. Ia pun menyelamatkan Angel dan anak kecil itu.

Setelah membawa angel ke kantornya dan memberikan handuk hangat.

“kamu kenapa begitu nekad membantu anak kecil itu kamu sendiri kan tidak bisa berenang?”

“itu naluri hati saya. Saya hanya ingin menyelamatkan anak itu”

“itu kan bisa membahayakan nyawa kamu sendiri dan kalau kamu kenapa-kenapa gimana?”

Mendengar Aji begitu marah, angel terdiam dan menangis. Aji jadi bingung.

“maaf kalau saya terlalu kasar..”

“gapapa.. saya pulang dulu ya..”

“saya anterin kamu..”

“ gak usah, saya pulang sendiri saja..”

Angel kemudian memanggil taksi dan pergi begitu saja. Aji memadang dengan perasaan bersalah karena begitu marah pada angel, ia jadi tak enak hati, Karena pada dasarnya perbuatan angel adalah tindakan mulia yang sama seperti ia lakukan sebagai polisi.

Keesokan harinya setelah kejadian itu, Angel tidak pernah muncul lagi. Hari-hari kantor yang biasa dengan keceriaan angel membawakan hasil masakan yang ia buat dan keceriaan angel yang membantu dengan tulus orang-orang yang ia temui terasa hampa. Angel tidak pernah muncul untuk tiga hari kemudian, Aji pun berinisiatif pergi menuju rumah bibi Angel.  Ketika ia tiba di rumah itu, ia baru tau kalau angel sakit demam. Walau angel sakit demam ,ia tidak pernah berhenti ceria dan ramah menyambut aji.

Sesaat aji memandang angel. Ia merasa Angel mengingatkannya pada seseorang , seseorang yang membuatnya merasa tak asing. Mata angel yang indah membuat ia merasa tak asing. Ia menjadi penuh emosi dan Seketika pula sifat aji jadi dingin kembali dan memutuskan pulang. Angel jadi bingung tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Aji teringat akan sosok perempuan yang telah membuatnya begitu hancur. Sosok perempuan yang tak sengaja ia kenal di toko bunga dimana ia mengantarkan Angel untuk membeli bunga. Perempuan itu kemudian membuatnya jatuh cinta, perempuan itu mengerti hidupnya dan perempuan itu tau apa makanan yang ia sukai. Memberikan dukungan disaat Aji merasa jatuh dalam kegagalan, sosok perempuan yang ia harapkan menjadi pendamping hidupnya.

Ketika ia hendak mengutarakan niatnya menikah dengan kekasihnya, tanpa alasan yang jelas kekasihnya memutusan hubungan yang ia bina dan pergi menghilang begitu saja dalam kehidupannya. Sampai detik ini ia tidak pernah tau dimana sang kekasih yang telah menghancurkan hidupnya, membuat ia tidak percaya akan cinta sejati dan  menciptakan karaktek dingin dan apatik terhadap semua perempuan yang ia temui.

Tapi ketika melihat Angel, ia merasa berbeda, merasa Angel lahir dari sebuah masa lalunya. Ia merenung sejenak banyak sekali hal-hal yang terjadi akhir-akhir ini yang membuat ia merasa Angel tak asing baginya. Ia seperti merasa..

Jatuh cinta pada Angel.. tapi masa lalu pahit yang ia alami membuatnya merasa cinta itu hampa.

***

Angel terdiam di kamar. Membuka setiap lembaran diari yang ia baca. Diari yang sesungguhya tak pernah ia tulis. Diari yang sebenarnya adalah sebuah sejarah yang tak bisa ia bayangkan pernah terjadi dalam kehidupan sebelumnya. Keesokan harinya ia meminta waktu kepada Aji untuk bertemu. Mereka duduk bersama memandang laut pantai selat kalimatan yang begitu indah. Lalu angel bertanya kepada aji untuk sebuah impian yang ia bisa lakukan.

“ aji. Kamu punya impian apa dalam hidup ini?”

“ gak perlu tau, itu hal privacy saya..”

“ kalau saya dulu punya impian sederhana saja.. kamu mau tau?”

“ terserah kalau mau cerita”

“ saya Cuma pengen apa yang saya lihat saat ini. Begitu indahnya lautan. Begitu indahnya kehidupan yang saya liat dengan kedua mata ini benar-benar nyata dalam hidup saya kelak.”

“ maksudnya gimana sih? Emang kamu ini gak nyata atau gimana?”

“ bukan begitu.. saya bahagia bisa melihat dunia ini, dulu saya Cuma minta sama Tuhan kasih kesempatan saya untuk melihat dunia sekali saja dalam hidup saya. Dan ternyata Tuhan kasih saya lebih banyak hari untuk melihat dunia ini.. dan itu benar-benar membuat saya bahagia..”

“kalau boleh tau.. kenapa kamu bicara kayak gini, kayak kamu mau pergi saja dalam hidup ini..”

“saya besok pulang ke Jakarta. Makanya saya pengen ketemu kamu.. pamitan..”

“Jakarta Makassar itu Cuma dua jam.  Jadi gak usah takut gak akan pernah ketemu lagi. “

Angel terdiam.

“ aji. Saya boleh tau gak? Harapan kamu seandainya Tuhan Cuma kasih kamu kesempatan untuk berpesan di dunia ini bilamana kamu besok dijemputnya?”

“ kamu benar-benar pengen tau?”

“iya”

“ saya Cuma pengen orang tua saya tau. Saya bangga kalau harus pergi menghadap kepada Tuhan karena pekerjaan saya sebagai polisi..”

“ kamu benar-benar luas biasa ya.. saya gak sia-sia bisa mengenal kamu.. kamu baik dan benar-benar orang baik, walau kamu jutek dan dingin.. hati kamu sebenarnya mulia dan memaafkan.”

“ sok tau kamu.. jangan menilai orang kalau kamu sendiri baru mengenalnya..”

 

Lalu angel menyerahkan sebuah diari untuk Aji.

“ini ada titipan dari seseorang untuk kamu. Semestinya ini jadi milik kamu, bukan milik saya.. saya hanya wakil darinya untuk melihat kamu.. “

“ maksudnya gimana, ini diari siapa..”

“ kamu baca saja.. saya pamit dulu ya. Bibi sudah minta saya pulang untuk makan malam perpisahan.. karena besok saya harus ke Jakarta subuh-subuh..”

Angel meninggalkan aji di pantai dan aji kemudian membuka lembaran diari yang bertuliskan nama seseorang yang tak asing baginya. Mantan kekasihnya Agnes. Ia membaca lembaran demi lembaran dimana Agnes menuliskan dengan jelas bagaimana ia pertama kali bekerja di Makassar karena ingin mencari uang dan hidup mandiri. Bagaimana agnes mengenal aji di toko bunga untuk pertama kalinya ketika Aji diminta sang komandan membeli bunga di toko untuk keperluan kantor.

Bagaimana mereka akhirnya bisa saling jatuh cinta karena seringnya aji menjadi pelanggan toko bunga sampai akhirnya angel memutuskan pergi meninggalkan aji tanpa alasan ketika Angel sadar. Ia dan Aji berbeda keyakinan dalam agama. Keduanya tidak mungkin dipersatukan kerena kepercayaan yang merekat di hati mereka yang tidak mungkin untuk dilepaskan. Cepat atau lambat hubungan yang indah itu akan berakhir karena perbedaan keyakinan tersebut.  Agnes dan Aji harus memutuskan cara terbaik untuk berpisah setelah 3 tahun hubungan mereka yang indah. Hubungan yang akhirnya kisahnya cepat atau lambat akan terjadi harus diambil dalam sebuah keputusan kedua pihak memulai.

Agnes memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kenangan bersama aji dan masa indahnya di Makassar dan pindah ke Jakarta. Di Jakarta ia berkerja sebagai Supir uber. Ketika hatinya merasa hancur menjalani kehidupan, ia mencoba focus pada pekerjaan yang ia jalani dengan menghabiskan waktu mengenal penumpang-penumpang yang ia bawa. Sampai akhirnya suatu ketika ia mendapatkan penumpang yang begitu istimewa.

Seorang penumpang yang begitu menginspirasinya. Ia seorang gadis tunanetra yang tidak pernah putus asa melihat dunianya. Ia gadis yang tidak mau keterbatasan fisik yang ia alami menjadi penghalang baginya melihat dunia dengan caranya. Gadis itu sering menggunakan jasa uber mobil milik Agnes yang akhirnya membuat keduanya menjadi dekat. Dalam sebuah perjalanan membawa gadis itu ke tempat tujuan. Agnes bertanya kepada gadis itu bagaimana rasanya menjadi seorang tunanetra. Gadis itu berkata bahwa hidupnya sunyi dalam gambar tapi indah dalam suara suara yang ia dapatkan setiap harinya.

Ia berterima kasih kepada dunia teknologi yang akhirnya membuatnya bisa bersikap seperti orang normal. Bisa membaca berita dan bergerak di dunia maya lewat media social. Semua itu terasa normal walau pada akhirnya kembali kepada satu titik dimana hal ini terjadi kepada semua yang mengalami kondisi yang sama yaitu tunanetra.

“ apa impian kamu dalam kehidupan?”

“ saya hanya ingin sekali saja dalam hidup saya, bisa melihat indahnya dunia seperti yang diceritakan orang lain kepada saya. Sekali saja walau itu hanya sedetik saya akan bersyukur dan ikhlas menjalani kehidupan saya selanjutnya. “

“ apakah dunia begitu berarti untuk kamu ketahui, padahal ketika kamu bisa melihat dunia. Ketulusan yang kamu miliki karena kerterbatasan apa yang dapat kamu rasanya bisa tergoda dan mengubah cara berpikir kamu.”

“percayalah saya tidak akan pernah berubah dalam kehidupan… “

Malam itu dalam sebuah diary, Agnes pun berpikir ia juga ingin memiliki satu harapan seandainya Tuhan memanggilkan lebih cepat dari kehidupan ini. Ia berharap ia bisa memberikan kehidupanyang ia miliki kepada gadis tunanetra yang tulus itu.

Dan diari itu berakhir..

Aji kemudian masih melihat angel tak jauh dari darinya, ia berlari mendekat kepada angel.

“darimana kamu dapat diari ini?”

Dengan penuh air mata dan bergemetar..

“karena saya adalah gadis tunanetra yang ada dalam diari yang ditulis oleh kak agnes. Sebuah kecelakaan mobil terjadi disaat kami sedang melakukan perjalanan. Kak agnes meninggal dalam kecelakaan itu dan saya sekarat saa itu, Tuhan berkehendak lain kepada kami. sebelum ia pergi meninggalkan dunia ini, ia berpesan kepada Dokter untuk mendonorkan kedua matanya kepada saya. Saya bisa melihat dan membaca semua tulisan yang kak Agnes Tulis karena saya yakin, ia ingin melihat kamu juga.. ia ingin kamu tau.. bahwa ia tidak punya alasan lain mengakhiri hubungan kalian karena perbedaan yang terjadi.. lewat mata ini, dan air mata ini.. kak Agnes berharap kamu memaafkan segala keputusan yang ia lakukan..”

Aji memeluk angel. Mendekat gadis itu.

“sudah cukup.. tidak usah diteruskan.. sejak awal saya merasa kamu ada di sosok dia.  Matamu mengingatkan saya akan dia.. saya tidak pernah salah.. saya memaafkan dan ikhlas.. sungguh saya ikhlas…sekarang.. semua sudah jelas.. saya.. ikhlas..”

 

Tamat.

 

Comments (3)

AlimPermanaNovember 5th, 2015 at 11:07 am

Koreksi sedikit mbak, ceritanya kurang masuk akal. Jika awalnya Angel itu tunanetra, bagaimana dia bisa tau kalo Aji yang dia kenal itu adalah Aji dalam buku diarinya Agnes?

Terimakasih :)

andry Y.November 7th, 2015 at 1:49 am

Keren bgt kak…terharu dr awal smpai akhir

andry Y.November 7th, 2015 at 1:50 am

Izin share ya kak

Leave a comment

Your comment