[x]Close

DIARY : KISAH UNTUK DIA

Kisah untuk dia..

Kisah_untuk_diaaDi sebuah perumahan dengan tempat duduknya

Seorang pria  sedang duduk terdiam di sebuah jalan sambil menghisap sebatang rokok , pria itu berpikir sambil terus mengeluarkan asap rokok ke langit langit sekitarnya. Pria itu tak sadar dari sebuah rumah yang tak jauh darinya. Seorang wanita sedang menatap ke luar jendelanya sambil melihat pria itu. Hingga pria itu pergi meninggalkan tempat itu , wanita itu terus memperhatikan segala gerak geriknya. Dan wanita itu menyadari pria itu meninggalkan sebuah tas kecil yang ia  taruh disisi bangkunya tertinggal.

Wanita dengan pakaian serba putih tidur  dan rambut panjang terjaga keluar dari rumahnya menuju tempat dimana tas itu tertinggal. Kemudian ia mengambil tas itu sambil memperhatikan pria itu pergi dan nampaknya telah hilang di antara bayang bayang lautan manusia. Dengan hati yang tulus wanita itu membawa tas itu kedalam rumahnya berharap pria itu kembali mencarinya,

Beberapa jam kemudian pemilik tas itu tak kunjung datang. Wanita itu pun istirahat sejenak dengan meneguk sebuah obat dari mejannya kemudian berbaring dalam ranjangnya yang indah. Wanita itu membiarkan tas itu tersimpan rapi disamping diarynya yang bertuliskan ” kisah untuk dia” dengan nama wanita itu tercantum  Regina.

1 Ketika wanita itu tertidur dalam mimpinya, pria yang ia nantikan muncul disekitar tempat dimana ia meninggalkan tasnya. Dengan kebingungan ia mencari dan berusaha mengingat tasnya yang tadi berada di bangku itu. Namun sia sia tak tersisa jejak sedikitpun tas yang ia tinggalkan. Pria yang berprofesi sebagai wartawan dan memiliki sebuah tanda nama di jaket hitamnya bernama Andrew.

Wanita itu terbangun dengan sejuta mimpi buruk yang menantinya. Keringat dingin membasahin keningnya, tangis kecil tersirat dari deras nafasnya. Ia bermimpi akan satu orang yang telah ia lupakan.  Terdiam sejenak. Kemudian ia melangkah ke mejanya , di meja yang terdapat buku diarynya dan tas yang ditinggalkan wartawan itu.

Rasa penasaran membuat Regina mulai berani membuka isi tas itu. Dan tas itu terbuka dengan perlahan , sebuah koleksi album foto berceceran tak beraturan ia rapikan. Sambil memperhatikan satu persatu foto tersebut. Regina mulai menyadari pria itu adalah seorang wartawan yang baru saja melakukan wawancara serta foto seorang artis cantik yang tak asing di layar televisi. Dan sebuah ketukan pintu membuat Regina tersadar suara ibunya memanggil!!”

”Regina .. uda bangun ya.. jangan lupa minum obatnya!” teriak sang ibu dari balik pintu

”iya bu.. Regina ga lupa kok!! ” jelas sang ibu

”Regina .. buka pintu ibu mau masuk!” teriak ibunya

Regina yang panik tidak ingin ibunya tau ia menemukan tas dan segera memasukan semua foto tersebut dan tanpa sadar diarnya terbawa masuk dalam isi tas tersebut.Tas itu tertutup dengan segenap perasaan gugup, kemudian ia berjalan menuju jendela kacanya sambil menatap keluar. Ibu Regina masuk ketika ia mulai menyadari pintu itu tak tertutup.

”tidurnya nyeyak nak..” tanya ibu

”iya lumayan.. gimana ayah uda pulang belum bu?” tanya

regina

“seperti biasa masih sibuk kerja.. yauda jangan lupa makan obatnya ya.. ibu mau ke dapur untuk masak makan malam!” senyum ibu meninggalkan kamar Regina

Regina sedikit tenang dan kemudian menghera nafas ke luar jendelanya dan terkejut , ia yang berharap pria itu muncul untuk mencari tasnya kini benar benar memastikan pria itu ada di bangku  . Dan Regina itu tidak salah, pria itu duduk tertidur di bangku itu.Regina pun segera menuju keluar rumahnya sambil membawa tas milik pria itu , dimana pria itu tertidur sambil menutupin dirinya dengan jaket.

”kak..?” ujar Regina sambil menyetuh jaket pria itu

”kak…!!” teriak Regina perlahan dan pria itu bangun dengan kata kata aneh

”ampun bos… saya segera temukan tas itu..” ujar pria itu setengah ngatuk

”ini.. tas yang kamu cari ya..” ujar

Regina

”loh.. maaf.. saya kira bos saya.. tapi kok tas ini bisa sama kamu sih?” tanya pria itu

”saya ga sengaja lihat kakak tinggalkan tas ini, makanya saya ambil . kebetulan rumah saya didepan sini.” jelas Regina

”oh.. makasih banget.. jadi ga enak. Saya ceroboh sih ! makanya jadi teledon gini, nyaris di pecat si bos kalau ga ketemu neh!”

”hehe. Sekarang kan uda ketemu dan ga usah pusing dong!” jelas Regina

”iya ya.. kalau gitu terima kasih ya.. nama kamu sapa!” tanya pria itu

” Regina.. nama kakak!” tanya Regina

”ya ampun jangan panggil kakak,, panggil aja andrew atau and…!” jelas andrew

”ok.. salam kenal ya.. saya mesti pulang dulu. Kalau kakak mau mampir kerumah, rumah saya didepan sini..!”

”aduh ga usah deh .. saya mesti pulang cepat cepat soalnya mesti ke kantor , file ini uda ditunggu oleh bos!!”

”ok kalau gitu Regina masuk dulu ya..!”

”makasih ya Regina.. sekali lagi terima kasih!” ujar andrew yang dibalas senyum Regina.

Waktu itu pun berlalu dengan cepat dan andrew kini sudah berlari menuju kantornya dengan wajah tenang. Sedangkan di kantornya, sang bos yang menunggu dengan wajah cemburut dengan kumis luas dan rambut pelontos, akhirnya tenang ketika andrew menyerahkan tas yang berisikan file file wawancaranya dengan seorang artis. Andrew  kembali ke meja kantornya dengan wajah tenang dan beberapa saat kemudian sang bos memanggil menuju ruangannya. Sebuah pertanyaan akan panggilan itu bagi Andrew.

2”kenapa lagi bos?” tanya Andrew

”sejak kapan kamu nulis diary..” tanya bos

”hehe emangnya zaman SMA. Pake nuli diary segala hehe?”

”ini apa..?” tunjuk sang bos kepada sebuah diary berwarna hijau itu

”ga tau…!” tanya Andrew bingung

”ini ada bersamaan isi tas kamu . genit amet sih pake judul kisah untuk dia segala?” ledek sang bos

”ya ila .. saya juga ga tau pak..itu bukan diary saya..?” ujar Andrew sambil mengingat pemilik diary itu

”kalau gitu buat saya aja.. kan lumayan buat baca!” ujar bos

”astaga.. jangan jangan punya cewek tadi!?” ujar Andrew spontan

”cewek apa maksud kamu..!” tanya bos bingung

”eh gak.. maaf pak, itu diary saudara saya yang tertinggal , jadi biar saya balikin nanti..!”

”ada ada aja.. ya uda kamu keluar sana.. kerjakan tugas kamu!!” perintah sang bos

Andrew dibuat bingung dengan diary itu. Hatinya menduga pemilik diary itu adalah Regina , gadis yang menemukan isi tasnya. Rasa penasaran yang membuatnya ingin membaca isi diary itu dengan judul yang cukup membuat sejuta pertanyaan siapakah kisah untuk dia.

Sementara itu di rumah Regina.

Regina terus kebingungan mencari diary yang ingat ia taruh di meja kamarnya. Namun di semua rak buku dan lacinya. ia tidak menemukan. Dan ia berlari ke meja makan dimana ayah dan ibu Regina sedang berbincang bincang dengan segelas kopi.

”bu.. tadi ibu masuk kamar Regina lihat diary regi ga?” tanya Regina

”ngak sayang.. emang ada apa?” tanya ibu dan ayah Regina yang ikut bingung

”diary regi.. diary

Regina

ilang …” ucap

regina

sambil memegang kepalanya..

“mungkin kamu gak cari dengan benar kali..” jelas sang ayah

”gak.. regi ingat banget ada di atas meja..dan..!” Regina belum sempat menyelesaikan kata katanya . tiba tiba tubuhnay ambruk dan terjatuh..

”regi…” teriak ayah dan ibunya

kedua orang tua itu segera mengangkat tubuh Regina menuju kamarnya. Wajah mereka terlihat cemas terhadap anak semata wayang mereka yang kini berusia 19 tahun usianya. Regina terkulai lemas dan ia pingsan . tidak ada yang dapat menjelaskan apa yang terjadi pada tubuh wanita cantik itu. Selain tangis kedua orang tuanya.

***

Andrew pulang ke rumahnya dengan wajah lelah karena seharian mencari tasnya. Namun rasa letih itu terbayar dengan secangkir kopi di tangannya. Di terduduk di meja kerjanya dengan sebuah laptop toshiba yang menjadi teman setia dalam pekerjaanya. Ia menatap ke sebuah sisi lain di mejanya. Diary hijau milik Regina membuat kosentrasinya terpecah antara rasa penasaran dengan isi diary tersebut. Dan akhirnya Andrew membuka lembaran pertama isi dari diary tersebut.

Lembar pertama yang tertulis dan diary tersebut.

Dear diary..

Andai ini adalah sebuah awal. Aku mulai menghitung hari dimana aku akan pergi. Tak ada yang bisa aku tulis selain perjalanan kisah hidupku. Aku merasa kesepian akan dunia ini, adakah hidup lebih baik yang bisa aku dapatkan selain sebuah penderitaan hati ini. Oh.. hanya satu yang membuat aku bisa bertahan untuk terus hidup.. dia disana untuk menungguku. Dia disana masih tetap sama bagiku.. kisah ini untuk dia.. dan kisah ini akan berlanjut untuk aku tulis ketika aku mulai mengingat dia..

Regina.

Tidur_heheLembaran pertama yang mengundang sejuta penasaran di hati Andrew. Apa makna semua ini? Apa arti semua ini? Namun ia semakin panasaran untuk membaca lembaran kedua dari diary tersebut. Hatinya tersentuh oleh tulisan yang indah tersebut.

Lembaran kedua dari diary tersebut.

Dear diary..

Aku terbangun dengan ingatan aku adalah seorang gadis periang. Namun itu hanya bangun dalam mimpiku. Aku tak bisa hidup dalam mimpi sedangkan di dunia nyataku semua takut akan Aku. Semua bagaikan mutiara yang takut tersentuh oleh darahku. Mereka tak peduli akan keberadaan aku. Aku memang kini menjadi sampah bagi siapapun. Namun tidak pada dia.  Apakah dia bersedia menerima keadaan aku? Walau hingga detik ini aku tak pernah tau dimana dia? Oh.. Tuhan.. rencana apa yang kau berikan untuk aku dalam menghitung hariku ini.. semua bilang ini adalah neraka awalku di dunia ini. Semua bilang aku penderi ORDA.  Semua bilang aku adalah sang virus mematikan . aku adalah penderita HiV.  Tapi aku hanya ingin bertahan hidup hingga kutemukan dia.. mohon jangan ambil waktuku saat ini Tuhan.. jangan saat ini…

Regina

Tulisan pada lembaran kedua yang membuka mata bagi Andrew akan gambaran wanita manis yang ia kenal. Wanita yang bertahan hidup diantara penyakit mematikan . sungguh hati Andrew tak menduga akan penyakit gadis itu. Bagaimana bisa seorang wanita cantik itu ternyata adalah penderita AIDS. Dan satu pertanyaan lain yang membuat Andrew bertanya. Siapa orang bernama dia itu.? Mengapa wanita itu begitu menunggunya..?.

Andrew tak sanggup untuk melanjutkan semua isi kisah itu. Hatinya telah terbawa oleh perasaan sang penulis. Kemudian ia menutup lembaran itu dan segera berlari menuju rumah sang wanita . Ia tidak ingin hati gadis itu terluka karena diarnya terbaca. 

Andrew tiba cukup larut malam hingga nampak bulan tepat diatasnya. Sambil membunyikan sebuah bel rumah . tidak seorangpun menjawab panggilan bel tersebut. Rumah itu tampak sepi dengan hanya sebuah lampu depan menyala. Andrew mulai menyerah untuk memanggil. Mungkin ini sudah bukan saatnya bertamu. Masih ada hari esok untuk semua ini . walau dengan sebuah tanggung jawab besar dihatinya.

Di rumah sakit.

Regina terbaring dengan sebuah alat bantu nafas. Keadaan yang cukup buruk dengan sebuah bantuan pernafasan. Tangan terinfus, dan tertidur nyeyak.. ibunya menangis dari pintu luar sambil menatapi sang putri..

”dosa apa kita papa.. sampai nasib putri kita seperti ini?” ujar sang ibu

”mama. Sabar mama.. kita harus berpasrah pada tuhan. !”

”kenapa bukan mama saja yang menderita. Kenapa mesti Regina.!”

sang ayah berusaha menenangkan sang ibu, sementara dokter keluar dari kamar Regina, ayah Regina mendekat dan dokter itu membuka masker di mulutnya. Dengan tergesa gesa ayah bertanya

”gimana putri kami pak?” tanya dokter

”hm… anda harus sabar pak.. mungkin ini sudah saatnya.!”

”sudah saatnya.. apa ? dokter yang jelas?” ujar ibu Regina

”sistim kekebalan tubuhnya mulai melemah oleh virus tersebut. Kemungkinan besar waktu yang tersisa tidak banyak. ” jelas sang dokter

”astaga Regina..:” tangis sang ibu

”ya tuhan.. dokter untuk berapa lama Regina bisa bertahan!!” tanya ayahnya

”kemungkinan paling lambat 6 bulan dari sekarang.. itu pun bila keadaan putri anda terjaga dengan baik!”

sebuah jawaban yang memilukan. Hanya tangis dan luapan rasa kecewa menghampirin isi hati kedua hati Regina. Kini mereka hanya bisa menunggu waktu dan berharap Tuhan adil untuk mereka. Regina terbaring dengan keadaan tak kuasa terbawa dalam mimpinya. Mimpi ketika semua bencana ini di mulai…

3 tahun silam…

Ini adalah sebuah acara perpisahan sekolah. Dimana Regina lulus dari SMU Pelita. Kelulusan ini menjadi amat indah ketika ia mendapatkan orang yang ia 3cintai bernama Tedy. Mereka adalah sahabat sejak di bangku SMU. Semua orang tau mereka adalah sahabat yang baik. Namun tidak pernah menduga kalau mereka menjadi sepasang kekasih. Kebahagian di akhir cinta sekolah. Dan walau mereka resmi menjadi sepasang kekasih hanya di akhir bangku SMU.  Tidak ada rasa penyesalan untuk semua ini.

Tedy menatap Regina dengan perasaan bahagia. Mereka sadar kini dunia menjadi milik mereka. kelulusan sekolah menjadi kesibukan luar biasa untuk mencari bangku kuliah. Namun inilah hal yang sulit untuk mereka. Tedy akan melanjutkan sekolah ke Beijing. Sedangkan Regina hanya bisa untuk kuliah di dalam negeri.  Dan mereka menyadari ini hal yang sangat sulit. Kemauan orang tua telah membuat mereka tidak punya pilihan. Selain hanya satu pilihan sebuah pacaran jarak jauh dan yang lebih dikenal dengan long distance.

NUntuk sementara mereka tidak mau mengangkat topik ini walau mereka menyadarin hari itu akan tiba.  Dan mereka pun pergi berkencan layaknya sebuah pasangan muda. Dan tiba suatu ketika di sebuah tempat. Terdapat sebuah spanduk dimana donor darah bagi mereka yang membutuhkan . sebuah acara yang di gagas sebuah yayasan untuk mencari pendonor darah. Rasa sosialisasi mereka tergugah untuk ikut dalam acara tersebut.

Namun acara yang di himpun tanpa prosedur yang tepat tidak menyadarkan mereka akan bahaya dari semua ini. Kedua pasangan muda itu duduk mengantri diantara barisan terakhir dengan seorang pria disamping mereka dengan tampang agak ketakutan.  Mereka bertiga menjadi orang terakhir yang mendonorkan darah. Dimulai dengan pria itu. Pria yang tampak tidak sehat itu. Memasuki ruang donor darah. 

Orang itu duduk terdiam bersama seorang suster yang mengecek kesehatan . dan tidak ada masalah dengan kesehatan pria itu.  Kemudian sebuah jarum suntik mulai memasuki bagian lengan kanan pria itu. Sambil menunggu darah itu terisi suster itu keluar dari ruangan. Dan disinilah petaka itu terjadi. Pria itu mengalami sebuah paranoid akan dendam sebuah hinaan atas dirinya.

Pria ini adalah penderita AIDS yang terkucilkan oleh masyarakat. Dendam yang membuat ia ingin semua orang merasakan apa yang ia rasakan. Dengan memalsukan surat keterangah sehat. Ia bermaksud menyebarkan semua virus didarahnya kesemua orang.  Ketika suster itu keluar ia mengambil jarum suntuk steril yang terdapat di meja untuk perserta selanjutnya. Kemudian menancapkan jarum tersebut. Selekas mungkin ia menaruh jarum itu dengan tidak menimbulkan sebuah kecurigaan. Suster masuk dan memperhatikan orang itu berdiri dari tempat tidurnya.

”anda dilarang berdiri pak. Supaya proses penyaluran darah berjalan baik?” ujar suster

”ga.. saya hanya bosen.. ini sudah selesai . tolong cabut benda ini!”

suster itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil melepas jarum infus. Kemudian pria itu segera berlari keluar dan menabrak Regina yang sedang hendak masuk. Regina dan Tedy hanya bisa menatap pria itu dengan bingung. Kedua orang itu memohon agar bisa melakukan donor bersama tanpa menunggu giliran. Suster melihat mereka adalah pasangan terakhir dan mengizinkan mereka masuk.

Kedua orang itu tertidur di tempat yang disediakan. Namun ketika suster mulai melihat keanehan akan bungkus jarum infus. Suster itu mulai mencoba mengingat apa ia telah membuka infus tersebut atau tidak.

”suster bisa cepat. Saya buru buru neh?” ujar Tedy dan akhirnya suster itu tidak mempunyai keraguan lagi untuk segera mengambil jarum tersebut tanpa pikir panjang.

Jarum yang telah terinfeksi oleh virus yang ada pada pria itu , memasukin takdir tubuh Regina yang tidak sadar akan bahaya telah menunggunya. Tedy beruntung untuk mendapat jarum suntik kedua. Dan awal bencana itu telah dimulai tanpa disadarin oleh Regina.

3bulan kemudian..

SmaRegina dan Tedy harus berpisah karena pendidikan yang mereka tempuh berbeda. Rasa sedih dan kecewa telah terpancar dari wajah Regina. Regina mengantarkan Tedy hingga di bandara. Disini Tedy berjanji untuk kembali secepatnya. Dan Regina percaya akan janji itu.

”kalau aku kembali.. aku mau kamu lebih tinggi dari aku ya hehe?” ujar Tedy

”hehe disaat seperti ini kamu bisa bercanda ya..!” balas Regina

”hehe sebentar lagi aku mesti masuk.. satu kata terakhir untuk kamu sayang?” ucap Tedy

”jangan menangis dan tunggu aku ya.. aku pasti kembali untuk kamu. Kamu percaya itu?” tanya Tedy

”aku percaya.. percaya..!!”

sebuah pelukan tanpa tangis menjadi janji mereka untuk terakhir kali. Regina hanya bisa menatap sang kekasih pergi tanpa tangis. Namun ketika bayangang pria yang ia sayangin mulai menghilang. Tangis kepergian yang ia janjikan telah terdusta. Ia berbohong untuk tidak menangis.  Ia kehilangan orang yang ia sayangin. Sekarang hingga pria yang ia cintai itu kembali. Dan perpisahan itu telah terjadi.

Bebarapa bulan kemudian..

Ada yang aneh dengan keadaan tubuh Regina. Ia mulai mengalami flu yang tak kunjung sembuh. Ibu regi mulai khawatir dengan keadaan putrinya . dengan tubuh yang panas. Ibu mulai membawa Regina untuk periksa ke dokter. Sebuah berita membuat ibu Regina pingsan seketika..

”Anak ibu positif hiv?”

Regina belum menyadari akan penyakit tersebut hingga ayahnya mulai mengajaknya berbicara empat mata. Tidak ada tanda bila anaknya melakukan sex bebas. Ataupun narkoba. Dari penjelasan yang ia yakinin anaknya tidak mungkin berbohong.? Lalu dari mana penyakit itu muncul ? apa yang telah membuat putrinya begitu bodoh hingga terjangkit penyakit ini.

Regina terduduk sambil menunggu kedua orang tuanya berbicara dengan dokter di ruang tunggu. Dan Regina pun berjalan diantara kamar hingga ia melihat sebuah kamar dengan orang yang rasanya pernah ia lihat. Orang itu terbaring lemah dengan tubuh kurus dan kulitnya terbakar dengan warna merah. Regina berusaha mengingat dan ia pun sadar orang itu adalah orang yang temuin ketika sedang mendonorkan darahnya. Bersama dengan dia dan Tedy.

Suster yang keluar dari kamar pasien tersebut memperhatikan Regina yang sedang melihat dari luar. Dan suster itu menyapa Regina.

”apa anda sanak saudara pasien di dalam?” tanya suster

”gak kok.. saya ga kenal , Cuma merasa pernah melihat pasien didalam?”

”oh.. saya kira anda saudara pasien.. kasian keadaan pasien tersebut?”

”emangnya pasien itu kenapa .? dia sakit apa?” tanya Regina

”pasien itu positif hiv dan mungkin hidupnya uda hanya menghitung hari” ujar Regina

”tapi sepertinya bebarapa bulan lalu dia masih dalam keadaan baik baik saja?” tanya Regina

”beginilah penyakit tanpa obat. Kapanpun ajar bisa menjemput!” jelas suster

pembicaran itu berakhir dan Regina melihat kedua orang Regina keluar dari ruangan dokter. Ia memperhatikan keadaan yang memprihatinkan dari orang tersebut kemudian berlari menuju orang tuanya. Ibu Regina hanya bisa menangis dan ayahnya berusaha kuat untuk tidak mengatakan sejujurnya keadaan sang putri.

Beberapa hari kemudian..

Ibu Regina memasukin kamar Regina dengan obat rutin yang mulai bosan Regina konsumsi. Dan Regina mulai mengeluh karena rasa obat yang pahit dan tidak enak tersebut

”bu.. kenapa sih obat ini mesti regi minum ampe 3 kali setiap hari. Rasanya kan ga enak?” protes regi

”ini obat untuk kesehatan kamu agar cepat sembuh!”

”tapi sampai kapan.. rasanya perut itu mau muntah deh!” protes Regina

”hm.. jangan lupa minum obat ini yah.. ibu mesti siapkan kopi untuk papa di bawah!”

Regina menatap ibunya yang terlihat murung akhir akhir ini. Kemudian kembali ke ranjangnya untuk membaca komik. Setelah meminum obat memuakan itu , ia turun kebawa untuk mengambil koran di meja kerja ayahnya. Dan dari ruangan kerja tersebut sang ayah sedang berteriak dan bertengkar kecil dengan ibunya.. dan Regina mendengar perlahan dari luar pintu..

”kalau gitu dari mana dia dapat penyakit itu?” teriak sang ayah

”papa.. keadaan putri kita saja kita tau .. dia bukan anak yang di luar kendali. Pasti ada sebab dari semau ini”

”kalau gitu dari mana penyakit AIDS  itu muncul”  kata kata yang membuat jantung Regina nyaris berhenti

”A…I…D…S”

NehRegina pun berlari menuju kamarnya sambil terlihat pucat dan kaget dengan kata kata sang ayah. Ia mulai sadar wajah ibunya yang murung bila bertatapan dengan dia. Kemudian obat yang ia minum tiada habisnya. Semua ini karena satu penyakit yang tidak pernah ia pikiran.. Regina adalah seorang ORDA.  Regina adalah seorang positif HIV.

***

kisah ini hanya sepenggal dari sebuah kenyataan. dan hanya sepenggal dari cuplikan kisah dia. hanya untuk ditempatkan sebagai cuplikan kecil di blog ini.

model : tedy . andrew. lie.

terima kasih.

Leave a comment

Your comment