[x]Close

AGNES DAVONAR SEBUAH KISAH SUKSES BLOGGER

Siapa blogger paling berpengaruh di dunia internet? Semua pasti setuju menjawab Agnes davonar. Selain sukses di dunia maya dua bersaudara keturunan Taiwan ini juga sukses menelurkan dua novel yang menjadi best seller , ia juga sukses melebarkan sayap kepiawaiannya dalam menulis novel hingga ke mancanegara. Mungkin dua tahun terakhir menjadi tahun paling mempersona bagi kedua saudara yang terpaut enam tahun tersebut.

Siapa yang sangka juga bila menjadi blogger merupakan pilihan yang tidak boleh di anggap enteng, perkembangan dunia internet yang cepat juga dapat membuat seseorang dari nobody become somebody. Salah satunya ya,.. kedua saudara ini. Agnes gadis berkulit putih dan manis ini adalah mentor sebuah blog bersitus http://lieagneshendra.blog.friendster.com bersama adiknya Davonar.  Blog yang berisi hasil karya mereka kini menjadi salah satu blog terpanas dan terbaik, itu dibuktikan dengan beberapa kali menjadi jawara di peringkat blog Indonesia.

Isi blog mereka juga simple dan cerdas, mengambil topik-topik tentang kehidupan yang menjadi sumber inspirasi dan beberapa novel serta cerpen online yang nyaris dibaca kurang lebih 500-2000 pengunjung seharinya. Agnes Davonar juga mengakui awal karier mereka tidak selalu dinikmati dengan mulus-mulus saja, banyak juga hal –hal negatif yang membuat mereka terkadang suka down karena beberapa masalah yang menyangkut perang diantara blogger.

Tapi itu bukan masalah yang harus dipeributkan karena seperti masyarakat kebanyakan, konflik sering terjadi. Mereka hanya mengambil sisi positif dari apa yang mereka hadapi, semisal contoh ketika salah satu karya mereka Gaby menjadi kisah paling fenomenal di jagat hiburan Indonesia. Nyaris, hampir setiap harinya media cetak dan elektronik tiada hentinya mencari tau siapa sosok Gaby yang begitu merekat di hati masyarakat Indonesia karena kisah mistiknya.  Dan semua terpaku diam ketika pembuktian tersebut memunculkan dua sosok blogger muda ini sebagai jawaban dari isu-isu yang terpelesetkan sebagai bagian dari politik karena saat itu pemerintah sedang menaikkan harga BBM dan masyarakat seolah lupa akan kepahitan ekonomi karena kisah Gaby.

Setelah Gaby mulai menjadi jauh seperti lagunya tinggal kenangan, Agnes Davonar kembali membuat sukses serupa ketika ia mengeluarkan novel keduanya berjudul “ SURAT KECIL UNTUK TUHAN”, Sebuah kisah perjalanan panjang gadis remaja Indonesia menghadapi Kanker ganas. Siapa sangka novel kedua yang sempat dikisahkan dalam novel online itu berhasil merebut ribuan air mata berjatuhan karena terinspirasi oleh kisah Keke( tokoh utama novel). Kisah Keke yang tegar menjadi inspirasi bagi beberapa orang yang tergerak untuk menyadari kepahitan hidup tidak harus disalahkan tapi menjadi salah satu jalan indah dari Tuhan. 

Agnes Davonar juga mengakui bahwa novel keduanya ini sungguh membuat mereka bersiap hati untuk membalas setiap email yang masuk ke kotak suratnya yang tiada henti ingin tau tentang Keke dan perjuangannya yang membuat mereka berurai air mata.  Melihat banyaknya minat terhadap kisah inspirasi ini KICK ANDY selaku acara talkshow paling inspiratif akhirnya mengundang mereka untuk duduk sebagai tamu dalam acara tersebut. Boleh jadi, ini adalah penampilah pertama seorang Agnes yang paling ditunggu-tunggu oleh pembacanya.

Yang paling unik mereka sempat mengatakan bahwa Agnes menjadi penulis karena sebuah kecelakaan karena kisah cintanya yang tak terlupakan dengan seseorang yang selalu ia sebut-sebutkan dalam setiap novelnya bernama Vovaries Palopo. Sosok yang kami selidiki bahwa pria itu adalah seorang atlit basket nasional yang masih aktif bermain. Itulah kisah cinta yang tak terlupakan baginya hingga ia terinspirasi membuat novel dengan hatinya.

Terlepas dari kesuksesan dua  orang saudara ini, kita sepatutnya menjadikan contoh bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini andai kita mau berusaha dan fokus terhadap apa yang kita lakukan. Seperti yang diutarakan Agnes Davonar kepada media Indosuara sebagai Penerbit hak cipta mereka di Taiwan, Agnes Davonar seolah-olah menjadi bintang yang mampu membuat beberapa pembaca di negeri Asia timur ini untuk menjadi penggemar sejatinya, tak heran dalam kurun waktu tiga bulan saja novel mereka habis terjual.

Kepuasan itu tidak berhenti sampai disini, tahun 2009 ini Agnes Davonar kembali akan mencoba sesuatu yang baru didunia sastra Indonesia. Ia berencana untuk mencampurkan unsur sejarah republik Indonesia tercinta ini dengan kisah nyata yang dijamin akan menjadi sumber inspirasi bagi pembacanya. Ia telah menyiapkan dua kisah tokoh masa lampau yang sempat terlupakan di tanah air tercinta sebagai panutan bagi generasi muda untuk berkaca tentang masa lalu.

 

Well, akhir kata kita tunggu saja karya mereka?

INDOSUARA

Media lokal Taiwan berbahasa Indonesia terbesar.

 

 

Photobucket

AGNES DAVONAR SEBUAH KISAH SUKSES BLOGGER

Siapa salah satu  blogger paling berpengaruh di dunia internet? Semua pasti setuju menjawab Agnes davonar. Selain sukses di dunia maya dua bersaudara keturunan Taiwan ini juga sukses menelurkan dua novel yang menjadi best seller , ia juga sukses melebarkan sayap kepiawaiannya dalam menulis novel hingga ke mancanegara. Mungkin dua tahun terakhir menjadi tahun paling mempersona bagi kedua saudara yang terpaut enam tahun tersebut.

Siapa yang sangka juga bila menjadi blogger merupakan pilihan yang tidak boleh di anggap enteng, perkembangan dunia internet yang cepat juga dapat membuat seseorang dari nobody become somebody. Salah satunya ya,.. kedua saudara ini. Agnes gadis berkulit putih dan manis ini adalah mentor sebuah blog bersitus http://lieagneshendra.blog.friendster.com bersama adiknya Davonar.  Blog yang berisi hasil karya mereka kini menjadi salah satu blog terpanas dan terbaik, itu dibuktikan dengan beberapa kali menjadi jawara di peringkat blog Indonesia.

Isi blog mereka juga simple dan cerdas, mengambil topik-topik tentang kehidupan yang menjadi sumber inspirasi dan beberapa novel serta cerpen online yang nyaris dibaca kurang lebih 500-2000 pengunjung seharinya. Agnes Davonar juga mengakui awal karier mereka tidak selalu dinikmati dengan mulus-mulus saja, banyak juga hal –hal negatif yang membuat mereka terkadang suka down karena beberapa masalah yang menyangkut perang diantara blogger.

Tapi itu bukan masalah yang harus dipeributkan karena seperti masyarakat kebanyakan, konflik sering terjadi. Mereka hanya mengambil sisi positif dari apa yang mereka hadapi, semisal contoh ketika salah satu karya mereka Gaby menjadi kisah paling fenomenal di jagat hiburan Indonesia. Nyaris, hampir setiap harinya media cetak dan elektronik tiada hentinya mencari tau siapa sosok Gaby yang begitu merekat di hati masyarakat Indonesia karena kisah mistiknya.  Dan semua terpaku diam ketika pembuktian tersebut memunculkan dua sosok blogger muda ini sebagai jawaban dari isu-isu yang terpelesetkan sebagai bagian dari politik karena saat itu pemerintah sedang menaikkan harga BBM dan masyarakat seolah lupa akan kepahitan ekonomi karena kisah Gaby.

Setelah Gaby mulai menjadi jauh seperti lagunya tinggal kenangan, Agnes Davonar kembali membuat sukses serupa ketika ia mengeluarkan novel keduanya berjudul “ SURAT KECIL UNTUK TUHAN”, Sebuah kisah perjalanan panjang gadis remaja Indonesia menghadapi Kanker ganas. Siapa sangka novel kedua yang sempat dikisahkan dalam novel online itu berhasil merebut ribuan air mata berjatuhan karena terinspirasi oleh kisah Keke( tokoh utama novel). Kisah Keke yang tegar menjadi inspirasi bagi beberapa orang yang tergerak untuk menyadari kepahitan hidup tidak harus disalahkan tapi menjadi salah satu jalan indah dari Tuhan. 

Agnes Davonar juga mengakui bahwa novel keduanya ini sungguh membuat mereka bersiap hati untuk membalas setiap email yang masuk ke kotak suratnya yang tiada henti ingin tau tentang Keke dan perjuangannya yang membuat mereka berurai air mata.  Melihat banyaknya minat terhadap kisah inspirasi ini KICK ANDY selaku acara talkshow paling inspiratif akhirnya mengundang mereka untuk duduk sebagai tamu dalam acara tersebut. Boleh jadi, ini adalah penampilah pertama seorang Agnes yang paling ditunggu-tunggu oleh pembacanya.

Yang paling unik mereka sempat mengatakan bahwa Agnes menjadi penulis karena sebuah kecelakaan karena kisah cintanya yang tak terlupakan dengan seseorang yang selalu ia sebut-sebutkan dalam setiap novelnya bernama Vovaries Palopo. Sosok yang kami selidiki bahwa pria itu adalah seorang atlit basket nasional yang masih aktif bermain. Itulah kisah cinta yang tak terlupakan baginya hingga ia terinspirasi membuat novel dengan hatinya.

Terlepas dari kesuksesan dua  orang saudara ini, kita sepatutnya menjadikan contoh bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini andai kita mau berusaha dan fokus terhadap apa yang kita lakukan. Seperti yang diutarakan Agnes Davonar kepada media Indosuara sebagai Penerbit hak cipta mereka di Taiwan, Agnes Davonar seolah-olah menjadi bintang yang mampu membuat beberapa pembaca di negeri Asia timur ini untuk menjadi penggemar sejatinya, tak heran dalam kurun waktu tiga bulan saja novel mereka habis terjual.

Kepuasan itu tidak berhenti sampai disini, tahun 2009 ini Agnes Davonar kembali akan mencoba sesuatu yang baru didunia sastra Indonesia. Ia berencana untuk mencampurkan unsur sejarah republik Indonesia tercinta ini dengan kisah nyata yang dijamin akan menjadi sumber inspirasi bagi pembacanya. Ia telah menyiapkan dua kisah tokoh masa lampau yang sempat terlupakan di tanah air tercinta sebagai panutan bagi generasi muda untuk berkaca tentang masa lalu.

 

Well, akhir kata kita tunggu saja karya mereka?

INDOSUARA

Media lokal Taiwan berbahasa Indonesia terbesar.

 

 

Photobucket

Kisah Jayne Soliman, Ibu yang Melahirkan ketika Otak Sudah Mati Dua Hari

 

I

 

Bayi Bersandar di Bahu, setelah Itu Mesin Penopang Dimatikan 

Dalam kondisi antara hidup dan mati akibat tumor otak, Jayne Soliman berhasil melahirkan bayi perempuan. Si jabang bayi itu kini berada dalam kondisi sangat sehat.

MAHMOUD Soliman seperti terombang-ambing antara dua kutub yang berseberangan, bahagia sekaligus berduka. Pria Mesir itu bungah karena baru saja mendapatkan anak, seorang bayi perempuan yang diberi nama Aya Jayne, Sabtu akhir pekan lalu. Tapi, pada saat yang sama, dia harus menangis karena istri tercinta, Jayne Soliman, menutup mata untuk selamanya.

“Jayne sangat ingin menjadi ibu. Dan saya yakin, dia akan menjadi ibu yang hebat,” katanya kepada Daily Mail di kediaman mereka di Bracknell, Berkshire, Inggris.

Meski sangat berduka, Mahmoud patut berbangga kepada mendiang istrinya itu. Sebab, ketika melahirkan Aya Jayne secara caesar, perempuan 41 tahun yang bernama gadis Jayne Campbell tersebut bisa dibilang berada dalam kondisi antara hidup dan mati. Betapa tidak, dia sudah dinyatakan mati otak selama dua hari akibat tumor. Dia belum dinyatakan mati hanya karena jantungnya masih berdetak berkat dukungan mesin. 

Kondisi Jayne itu tak berpengaruh kepada bayi di dalam rahimnya yang sudah berusia sekitar 26 pekan. Tim dokter John Radcliffe Hospital di Oxford yang menangani kasus tersebut melihat masih ada kesempatan bagi Jayne untuk melahirkan sang putri. 

Karena itu, tanpa menunggu lebih lama, dokter menyuntikkan sejumlah besar steroid ke tubuh Jayne. Tujuan utamanya adalah membantu perkembangan paru-paru si bayi sehingga bisa tetap bernapas, meski kondisi sang ibu tidak stabil. Asupan steroid tersebut terus diberikan selama 48 jam. Setelah waktunya dirasa tepat, dokter lantas membedah perut Jayne untuk membantu kelahiran Aya. 

Begitu proses persalinan usai, Mahmoud memperlihatkan Aya kepada Jayne, meski Jayne berada dalam keadaan tidak sadar. Dalam momen penuh haru itu, tangan ibu dan anak tersebut saling bersentuhan. Aya yang beratnya hanya 1,3 kilogram juga dibaringkan sebentar di bahu Jayne. 

Sejenak mencecap kebahagiaan keluarga kecilnya, bapak baru tersebut lantas mengembalikan Aya ke ruang perawatan intensif. Selanjutnya, dia kembali ke kamar Jayne untuk menikmati kebersamaan terakhir mereka. Pria 29 tahun yang mengaku jatuh cinta kepada sang istri pada pandangan pertama itu seolah enggan berpisah. Dengan berlinang air mata, dia harus melepas kepergian sang istri dengan mematikan mesin penopang jantung. Itu harus dilakukan karena kondisi Jayne memang sudah tak mungkin untuk bertahan lebih lama lagi. 

“Biasanya, saya yang selalu mengatakan kepada Jayney (panggilan sayang Mahmoud untuk Jayne), ‘Jika saya mati, lakukanlah ini.’ Dia biasanya menjawab, ‘Jangan mati dan meninggalkan saya sendiri.’ Tapi, justru dia yang meninggalkan saya duluan,” tutur Mahmoud. Pada hari itu juga, Jayne yang juara free skating Inggris pada 1989 dimakamkan di Reading, Berkshire, dengan dihadiri sekitar 300 teman dan kerabat.

Mempunyai anak perempuan, kata Mahmoud, adalah impian Jayne sejak mereka menikah pada Mei 2007. Mereka kali pertama bertemu di Abu Dhabi saat Jayne mengajar skating di sana. 

Sempat mengalami keguguran di awal pernikahan, Jayne benar-benar antusias ketika dinyatakan hamil lagi. Dia berusaha keras menjaga agar kehamilan yang kedua itu baik-baik saja sampai saat melahirkan tiba. “Saya masih ingat USG pertama putri kami. Kami sangat senang dan berpelukan sambil menangis bahagia,” paparnya. 

Tapi, Tuhan berkehendak lain. Awal pekan lalu, setelah melatih anak-anak didiknya di Bracknell Skating Club, malamnya dia tiba-tiba kolaps dan Mahmoud langsung melarikan Jayne ke rumah sakit dengan helikopter ambulans. 

“Di saat-saat terakhir, jantungnya tetap berdetak demi anak kami. Saya tahu, dia tidak pernah menyerah. Dan saya akan memberitahukan itu pada putri kami. Saya akan mengatakan bahwa dia punya ibu yang sangat tulus menyayanginya,” tegas Mahmoud. 

Aya -yang diambil dari Alquran dan berarti keajaiban- kini berada dalam kondisi sangat sehat di rumah sakit. “Perkembangan Aya sangat menggembirakan. Saya yakin dia akan tumbuh menjadi gadis yang sehat, kuat, dan cerdas,” kata David Phillips yang bersama sang istri, Lucine, bersahabat dengan Mahmoud dan Jayne

Kisah Jayne Soliman, Ibu yang Melahirkan ketika Otak Sudah Mati Dua Hari

 

 

Bayi Bersandar di Bahu, setelah Itu Mesin Penopang Dimatikan 

Dalam kondisi antara hidup dan mati akibat tumor otak, Jayne Soliman berhasil melahirkan bayi perempuan. Si jabang bayi itu kini berada dalam kondisi sangat sehat.

MAHMOUD Soliman seperti terombang-ambing antara dua kutub yang berseberangan, bahagia sekaligus berduka. Pria Mesir itu bungah karena baru saja mendapatkan anak, seorang bayi perempuan yang diberi nama Aya Jayne, Sabtu akhir pekan lalu. Tapi, pada saat yang sama, dia harus menangis karena istri tercinta, Jayne Soliman, menutup mata untuk selamanya.

“Jayne sangat ingin menjadi ibu. Dan saya yakin, dia akan menjadi ibu yang hebat,” katanya kepada Daily Mail di kediaman mereka di Bracknell, Berkshire, Inggris.

Meski sangat berduka, Mahmoud patut berbangga kepada mendiang istrinya itu. Sebab, ketika melahirkan Aya Jayne secara caesar, perempuan 41 tahun yang bernama gadis Jayne Campbell tersebut bisa dibilang berada dalam kondisi antara hidup dan mati. Betapa tidak, dia sudah dinyatakan mati otak selama dua hari akibat tumor. Dia belum dinyatakan mati hanya karena jantungnya masih berdetak berkat dukungan mesin. 

Kondisi Jayne itu tak berpengaruh kepada bayi di dalam rahimnya yang sudah berusia sekitar 26 pekan. Tim dokter John Radcliffe Hospital di Oxford yang menangani kasus tersebut melihat masih ada kesempatan bagi Jayne untuk melahirkan sang putri. 

Karena itu, tanpa menunggu lebih lama, dokter menyuntikkan sejumlah besar steroid ke tubuh Jayne. Tujuan utamanya adalah membantu perkembangan paru-paru si bayi sehingga bisa tetap bernapas, meski kondisi sang ibu tidak stabil. Asupan steroid tersebut terus diberikan selama 48 jam. Setelah waktunya dirasa tepat, dokter lantas membedah perut Jayne untuk membantu kelahiran Aya. 

Begitu proses persalinan usai, Mahmoud memperlihatkan Aya kepada Jayne, meski Jayne berada dalam keadaan tidak sadar. Dalam momen penuh haru itu, tangan ibu dan anak tersebut saling bersentuhan. Aya yang beratnya hanya 1,3 kilogram juga dibaringkan sebentar di bahu Jayne. 

Sejenak mencecap kebahagiaan keluarga kecilnya, bapak baru tersebut lantas mengembalikan Aya ke ruang perawatan intensif. Selanjutnya, dia kembali ke kamar Jayne untuk menikmati kebersamaan terakhir mereka. Pria 29 tahun yang mengaku jatuh cinta kepada sang istri pada pandangan pertama itu seolah enggan berpisah. Dengan berlinang air mata, dia harus melepas kepergian sang istri dengan mematikan mesin penopang jantung. Itu harus dilakukan karena kondisi Jayne memang sudah tak mungkin untuk bertahan lebih lama lagi. 

“Biasanya, saya yang selalu mengatakan kepada Jayney (panggilan sayang Mahmoud untuk Jayne), ‘Jika saya mati, lakukanlah ini.’ Dia biasanya menjawab, ‘Jangan mati dan meninggalkan saya sendiri.’ Tapi, justru dia yang meninggalkan saya duluan,” tutur Mahmoud. Pada hari itu juga, Jayne yang juara free skating Inggris pada 1989 dimakamkan di Reading, Berkshire, dengan dihadiri sekitar 300 teman dan kerabat.

Mempunyai anak perempuan, kata Mahmoud, adalah impian Jayne sejak mereka menikah pada Mei 2007. Mereka kali pertama bertemu di Abu Dhabi saat Jayne mengajar skating di sana. 

Sempat mengalami keguguran di awal pernikahan, Jayne benar-benar antusias ketika dinyatakan hamil lagi. Dia berusaha keras menjaga agar kehamilan yang kedua itu baik-baik saja sampai saat melahirkan tiba. “Saya masih ingat USG pertama putri kami. Kami sangat senang dan berpelukan sambil menangis bahagia,” paparnya. 

Tapi, Tuhan berkehendak lain. Awal pekan lalu, setelah melatih anak-anak didiknya di Bracknell Skating Club, malamnya dia tiba-tiba kolaps dan Mahmoud langsung melarikan Jayne ke rumah sakit dengan helikopter ambulans. 

“Di saat-saat terakhir, jantungnya tetap berdetak demi anak kami. Saya tahu, dia tidak pernah menyerah. Dan saya akan memberitahukan itu pada putri kami. Saya akan mengatakan bahwa dia punya ibu yang sangat tulus menyayanginya,” tegas Mahmoud. 

Aya -yang diambil dari Alquran dan berarti keajaiban- kini berada dalam kondisi sangat sehat di rumah sakit. “Perkembangan Aya sangat menggembirakan. Saya yakin dia akan tumbuh menjadi gadis yang sehat, kuat, dan cerdas,” kata David Phillips yang bersama sang istri, Lucine, bersahabat dengan Mahmoud dan Jayne

SAAT KAU KEMBALI

 

Tak pernah kubayangkan

Saat melihatmu ada disisiku kembali

Tak pernah kurenungkan

Saat mendengarkan suaramu kembali

 

Ini  seperti sebuah mimpi

Aku terluka saat kau pergi

Tapi bahagia saat kau kembali

 

Tak pernah kurasakan

Kenangan yang pernah ada diantara kita

Setelah kau pergi

Tak pernah kupikirkan

Hari yang pernah kita lalui dulu

Setelah kau kembali

 

Mungkin dulu adalah alur yang telah kita lewati dengan tangis

Tapi sakarang adalah kisah yang kita lewati dengan maaf

 

Aku tau ini adalah mimpi yang jadi nyata

Mimpi yang tak pernah kubayangkan dengan tangisan

Saat kau berkata

Kau telah kembali padaku

SAAT KAU KEMBALI

 

Tak pernah kubayangkan

Saat melihatmu ada disisiku kembali

Tak pernah kurenungkan

Saat mendengarkan suaramu kembali

 

Ini  seperti sebuah mimpi

Aku terluka saat kau pergi

Tapi bahagia saat kau kembali

 

Tak pernah kurasakan

Kenangan yang pernah ada diantara kita

Setelah kau pergi

Tak pernah kupikirkan

Hari yang pernah kita lalui dulu

Setelah kau kembali

 

Mungkin dulu adalah alur yang telah kita lewati dengan tangis

Tapi sakarang adalah kisah yang kita lewati dengan maaf

 

Aku tau ini adalah mimpi yang jadi nyata

Mimpi yang tak pernah kubayangkan dengan tangisan

Saat kau berkata

Kau telah kembali padaku