[x]Close

zimbabwe nasibmu kini??

Sepuluh tahun lalu Zimbabwe di bawah pimpinan Presiden Robert
Mugabe adalah salah satu negara maju di benua Afrika. Kini, orang yang
sama justru membawa taifun kesengsaraan ke negaranya. Tuhan seakan
berpaling sejenak dari Zimbabwe. Dari Malaikat Gabriel ke iblis jahanam
– tepatkah julukan ini bagi Mugabe? 

Zimbabwe
berbatasan langsung dengan Zambia. Dalam bahasa setempat disebut
mosi-o-tunya atau kabut bergemuruh. Sebuah nama yang terkesan mistis
sekaligus puitis. Banyak yang berpendapat, hanya Sang Khalik yang
sanggup menciptakan kombinasi keindahan dan kekerasan tersebut. 

Dunia mengenal Zimbabwe berkat ekspedisi David Livingstone. Konon,
ia orang kulit putih pertama yang menyaksikan keindahan air terjun atau
"kabut bergemuruh" ketika sedang mencari sumber air di Zambezi. Di
kemudian hari, air terjun tersebut diberi nama Victoria Falls – sesuai
dengan Ratu Britania pemegang tahta saat itu.

Suara gemuruh itu tidak lain adalah air yang mengalir deras dan
kabut di sekitar Victoria Falls disebabkan oleh kerasnya hempasan air.
Victoria Falls disebut salah satu keajaiban alam. Semua elemen religius
terlihat menonjol di air terjun itu: kebesaran Tuhan, jejak Inggris dan
penjelajah Livingstone yang menganggap dirinya bukan bawahan Ratu
Victoria, melainkan utusan Ilahi.

Pelangi yang disebabkan oleh refleksi air terjun seolah-olah menjadi
pembawa pesan Tuhan. Siapakah malaikat pewarta itu? Robert Gabriel
Mugabe lahir 21 Februari 1924 di Rhodesia (nama awal Zimbabwe). Sejak
kemerdekaan Zimbabwe dari Inggris di 1980 hingga pemilihan presiden
yang baru berlangsung, Mugabe sudah menoreh sejarah.

Mugabe, penganut Katholik, dalam kampanyenya selalu menyerukan
‘Tuhan beserta kita’ dan menutup pidatonya dengan ‘hanya Tuhan mampu
menyingkirkan saya dari pucuk pimpinan’. Teks-teks Alkitab selalu
menyertai Mugabe yang taat beragama. Amat kontras dengan kebenciannya
terhadap eks kolonisator Inggris yang justru memperkenalkan agama
Katholik ke Zimbabwe.

No-Big-Man

Super-hero Mugabe (84) lari dari realitas dan kehilangan arah. Ia
membawa penduduk Zimbabwe ke jurang kekerasan. Mugabe bukan lagi
Kamerad Bob, nama panggilan intimnya. Ia sudah 28 tahun berkuasa, namun
tidak dapat disejajarkan dengan Omar Bongo di Gabon atau Khadafi di
Libia. Jalur politik Mugabe mengenal lika-liku sendiri. 

Ia secara tidak sengaja terjun ke dunia politik. Seusai studi di
Britania Raya sekitar tahun 60-an, Mugabe kembali ke Rhodesia dan
mendirikan Zimbabwe African National Union (ZANU). Ia sempat mendekam
selama 10 tahun di penjara karena konflik dengan Ian Smith, pimpinan
apartheid Rhodesia.

Mugabe berhasil memerdekakan Zimbabwe pada 4 Maret 1980, kendati ia
disebut politikus biasa-biasa saja. Rekonsiliasi menjadi agenda utama
politiknya. Penduduk berkulit putih diperbolehkan menjadi warga negara
Zimbabwe, bahkan diizinkan untuk mengelola sendiri lahan pertanian
mereka.

Selain itu, Mugabe juga "merangkul" lawan politiknya yang berasal
dari suku-suku minoritas di Zimbabwe seperti Ndebele dan Shona. Konflik
dengan suku Shona yang ingin melepaskan diri dari Zimbabwe dibarengi
dengan silang pendapat dan kekerasan yang masih membekas sampai saat
ini.

Pembantaian Masal

Sayang, situasi memburuk di masa pemerintahan Mugabe yang belum
genap berusia 3 tahun. Ia memecat rekan dekatnya Joshua Nkomo,
keturunan Ndebele, dan tahun-tahun selanjutnya Mugabe dipastikan
membantai sekitar 20 ribu penduduk Matabeleland, daerah asal Nkomo.
Mugabe berubah menjadi penguasa tunggal radikal dikelilingi anteknya.

Sebagian besar orang kepercayaan Mugabe masih aktif di panggung
politik: mantan kepala dinas intelijen Emmerson Mnangagwa menyandang
gelar son-of-god dan marsekal Angkatan Udara Perence Shiri dianggap
bertanggung jawab atas peristiwa berdarah di Matabeleland. Shiri
menentang pencalonan pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai di pemilihan
presiden. Tsvangirai berencana menyeret Shiri ke meja hijau.

Selain musuh di dalam negeri, seperti Nkomo dan Tsvangirai, Mugabe
mulai melancarkan serangannya ke Downing Street 10. Perdana Menteri
Inggris adalah musuh terbesar Mugabe. Hubungan tidak harmonis dengan
Britania Raya selama hampir 10 tahun terakhir dianggap pemicu "kelainan
psikis" Mugabe. Kebanggaan dan harga diri Mugabe seolah terusik.

Teror dimulai ketika "anak ingusan" Tony Blair mengirim surat ke
salah satu menterinya, Clare Short. Short meneruskan surat tersebut ke
Mugabe. Tiba saatnya bagi Inggris untuk menghentikan bantuan finansial
kepada Zimbabwe sesuai dengan perundingan di Lancaster House. Subsidi
untuk mengambil alih lahan pertanian penduduk berkulit putih – tanpa
paksaan – tidak lagi berada di bawah tanggung jawab Inggris.

Short mengakhiri suratnya dengan kalimat fatal: “Kami adalah
pemerintahan baru dengan latar belakang (budaya) berbeda dan tanpa
hubungan khusus dengan sejarah kolonial. Saya sendiri keturunan
Irlandia dan seperti Anda tahu kami juga pernah dikolonisasi, tetapi
kami bukan kolonisator.”

Kawan Jadi Lawan

Mugabe melihat peluang dari isi surat bernada melecehkan tersebut.
Ia justru menyalahkan kegagalan Inggris memajukan bekas koloninya.
Pemerintahan Mugabe tidak lepas dari krisis finansial dan tekanan dari
lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Di tengah
krisis ekonomi yang melanda, muncul pula tokoh oposisi Morgan
Tsvangirai – mantan aktivis serikat buruh – dengan Movement for
Democratic Change (MDC).

Popularitas Mugabe menurun tajam seiring dengan krisis ekonomi yang
tidak bisa dibendung lagi. Lahan pertanian milik penduduk berkulit
putih diambil alih secara paksa mulai tahun 2000 dan diserahkan ke
penduduk berkulit hitam, terutama sahabat dekat Mugabe. Sayang, mereka
buta mengelola lahan pertanian dan ekonomi makin terpuruk.

Krisis moneter mulai merembet ke politik. MDC tampil sebagai lawan
tangguh partai Mugabe, ZANU. Intimidasi dan kekerasan menjadi makanan
sehari-hari pendukung MDC. Dunia internasional mengecam dan Britania
Raya berada di barisan terdepan. Inggris memberikan sanksi pembatasan
bepergian ke luar negeri bagi Mugabe dan keluarga serta pengikutnya.

Mugabe yang dulu secara terbuka kagum dengan all-things-British
berbalik menjadi anti Britania, setidaknya terhadap tokoh-tokoh politik
Inggris. Ia terang-terangan menyudutkan Inggris untuk mendongkrak
kredibilitasnya di arena politik Zimbabwe. Ironisnya, makin gencar ia
menyerukan bahaya neo-kolonisasi Inggris, makin banyak pula pengikutnya
tidak menggubris Mugabe.

Ia kalah dalam babak pertama pilpres akhir Maret lalu. Untungnya,
pemilu berlangsung relatif aman tanpa kekerasan. MDC pun aktif
berkampanye di lokasi yang pernah menjadi benteng Mugabe. Tanda-tanda
kemenangan pihak oposisi tidak terelakkan. Tsvangirai berupaya – jauh
sebelum hasil pemilu diumumkan – berdialog dengan Mugabe seputar
kemungkinan pensiun dini Kamerad Bob.

Alih-alih memikirkan tawaran tersebut, Gabriel Mugabe
bertransformasi menjadi Lucifer Mugabe. Tiga bulan belakangan, ia
justru menunjukkan sifat iblisnya. Gelombang kekerasan dan kesengsaraan
melanda Zimbabwe. Angka inflasi melonjak pesat, bahkan menjadi rekor
tertinggi di dunia. Mugabe adalah tiran berlabel ZANU.

Korban tewas kurang dari 100 orang bukan indikasi angka sebenarnya.
Mugabe menyiksa sekitar 12 juta penduduk Zimbabwe – sebagian besar
secara fisik, sisanya intimidasi mental. Penyiksaan ini dipicu oleh
lawan politiknya baik di dalam maupun di luar negeri. Morgan Tsvangirai
terbukti bukan alternatif terbaik bagi Zimbabwe.

Keputusan Tsvangirai untuk menarik diri dari babak kedua pilpres di
Zimbabwe dianggap bijaksana dan taktis. Namun, keputusannya untuk
berlindung di Kedubes Belanda – ditambah dengan konferensi pers –
memberikan kesan lemah. Zimbabwe perlu pemimpin baru yang dapat
diandalkan.

Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki, penengah krisis politik di
Zimbabwe, kerap disebut bayangan cermin Mugabe. Mbeki juga mengenyam
pendidikan di Inggris dan akan lebih dulu mengutip Shakespeare
ketimbang sastrawan Afrika, Wole Soyinka. Seperti halnya Mugabe, Mbeki
– dan pendahulunya Nelson Mandela dengan partai ANC – relatif belum
lama dapat membebaskan tanah air mereka dari belenggu apartheid.

Neo-kolonialisme dan apartheid menjadi benang merah dalam perjuangan
Mugabe dan Mbeki. Mbeki kadang melangkah lebih jauh dan mengecam
supremasi penduduk berkulit putih tidak saja di Afrika Selatan tetapi
di seluruh dunia Barat. Sejauh ini, hanya Mbeki yang tidak pernah
menyerang Mugabe secara frontal. Sikap netral Mbeki – presiden negara
termakmur secara politik dan ekonomi di benua Afrika – sering
dipertanyakan. Apalagi, Mugabe sebagai pemimpin terbukti gagal
menjalankan tugas.

Takdir Tragis

Mayoritas presiden negara-negara Afrika tidak lagi sepaham dengan
Mugabe. Semua penduduk Afrika turut prihatin dengan nasib buruk bangsa
serumpun mereka di Zimbabwe. Namun, Mbeki tetap bersikeras dengan
pendiriannya dan Mugabe masih bebas berkeliaran. Dunia cemas situasi
perang saudara di Sierra Leone akan terulang kembali. Orang belum lupa
Zaire (sekarang Kongo) di bawah rezim Mobutu.

Sepuluh tahun silam, Zimbabwe di bawah pimpinan Robert Mugabe adalah
salah satu roda penggerak dan tumpuan benua Afrika. Di Harare, ibukota
Zimbabwe, setiap pengendara mobil akan berhenti sewaktu lampu merah
menyala. Sekarang pun, tanpa aliran listrik penduduk masih melintasi
perempatan jalan dengan hati-hati dan teratur. Tata krama dan sopan
santun di jalan adalah hal lumrah di Zimbabwe, kendati kepedihan dan
kekerasan kini menjadi santapan sehari-hari.

Presiden Robert Mugabe menjadi kandidat tunggal pilpres babak kedua
akhir Juni kemarin. Tsvangirai mengundurkan diri karena kekerasan yang
menimpa pendukungnya. Banyak penduduk diam di rumah dan sengaja tidak
datang ke lokasi pemilu. Keberanian ini dianggap kemenangan bagi
Tsvangirai. Uni Eropa berpendapat, pemilu tersebut tidak lain adalah
sandiwara belaka. Juli mendatang, Dewan Keamanan PBB akan membahas
sanksi baru yang akan diberikan terhadap Zimbabwe. 

Kenalan dengan capres 2009 yuk..

Jika di Amerika sebentar lagi akan
diketahui siapakah pemenangnya, apakah Mc.Cain atau Obama sebagai
antiklimaks setelah bergulat hampir 1 tahun belakangan ini, di
Indonesia justru kebalikannya, kampanye Pemilu 2009 sebentar lagi akan
segera dimulai. Durasi kampanye yang akan menjadi kampanye terlama
sepanjang sejarah Indonesia.

 

Ada beberapa yang sudah “curi start”
kampanye, yang jelas dari partai baru Hanura dan PAN yang sudah
mengindikasikan partisipasi dalam ajang “pertempuran” 2009 nanti. Makin
hari makin jelas siapa-siapa yang akan terjun dalam panggung 2009
nanti. Memang masih belum ada daftar resmi, dan bahkan pendaftaran
capres juga belum dibuka dan dimulai. Tapi dari bincang-bincang kami
berdua akhirnya disepakati untuk pura-pura jadi analis politik amatiran
yang mencoba untuk menelaah para (kemungkinan) capres 2009 nanti.
Sedikit banyak, tulisan ini juga menyambung dan terinspirasi tulisan OJ
beberapa waktu lalu yang menyatakan kurang lebih “enough is enough”
untuk para capres yang gagal dan juga para mantan presiden di masa
sebelumnya.

 

Juga inspirasi polling tentang capres
yang dibuat Mamak Presiden Z beberapa waktu lalu menyempurnakan ide
tulisan kolaborasi ini.

 

Susilo Bambang Yudhoyono

 

Menurut saya pribadi, SBY masih memiliki
peluang yang lebih besar dibanding calon lainnya. Dengan kharisma yang
ada sekarang, kepiawaian international diplomacy yang banyak menjadi
nilai tambah akan menjadi perhatian utama lawan-lawan politiknya. Di
awal masa pemerintahannya sudah didera bencana bertubi, tsunami Aceh,
gempa Jogja, merupakan kejadian yang siapa saja duduk jadi presiden
ketika itu, tidak akan bisa menghindarinya.

 

Nilai kurang pemerintahan SBY – JK
adalah sudah 3x harga BBM naik semasa duet beliau berdua ini. Rakyat
banyak mengeluh walaupun saya juga yakin bahwa mayoritas masyarakat
juga memahami duduk persoalannya. Naiknya harga BBM adalah bukan faktor
internal melainkan faktor eksternal. Siapapun juga yang duduk menjabat
juga akan mengambil sikap yang sama. Memang sekarang semua lawan
politik SBY – JK berandai-andai, jika, kalau mereka ini duduk di situ
akan begini dan akan begitu. Saya yakin, itu khan baru “jika, kalau,
seandainya beserta kawan-kawannya”, belum tentu mereka yang mengritisi
kebijakan kenaikan BBM akan mengambil keputusan yang lebih baik.

 

Pencapaian dalam skala internasional
adalah tercapainya perdamaian di Aceh, di mana semua presiden pasca
Suharto, belum ada satupun yang sanggup menangani Aceh dengan apik dan
damai. Dihapuskannya embargo militer oleh Amerika dan dibatalkannya
travel warning yang sudah 8 tahun dipasang, menunjukkan satu lagi
pencapaian diplomasi internasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Satu lagi yang luput dari kebanyakan
pengamat politik (maaf, saya bukan pengamat politik, tapi pura-pura
jadi pengamat politik), adalah dukungan internasional dan kepentingan
Amerika yang besar di negeri ini. Tidak ada dalam sejarah 6 presiden di
republik ini yang mendapat kunjungan Sang Dedengkot Paman Sam sebanyak
2x oleh orang yang sama dalam masa kepresidenan yang sama. Kunjungan
Bush di Bali tahun 2005 dan kunjungan ke Bogor di tahun 2006 (benar
tidak ya?), merupakan bukti tak terbantahkan. Belum lagi Presiden Iran
yang kontroversial sekaligus membumi, Mahmoud Ahmadinejad yang juga
berkunjung ke Indonesia. Masih belum semua, ditambah lagi Sang Beruang
dari Eropa yaitu Vladimir Putin yang juga menyambangi SBY.

 

Mau tidak mau, suka tidak suka,
Indonesia merupakan mitra paling strategis, paling potensial, paling
diperhitungkan di belahan bumi selatan. Dengan 250 juta rakyat,
mayoritas penduduk Muslim yang sekaligus merupakan negeri dengan
pemeluk Islam terbesar di dunia, masih ditambah lagi salah satu peminum
penting minyak petra di kawasan, jelas Indonesia amat sangat
dipertimbangkan di mata para dedengkot dunia itu.

 

Masih banyak lagi pencapaian Indonesia
di kiprah dunia internasional yang terlalu panjang jika disebutkan di
sini. Secara umum, nama, harkat dan martabat Indonesia saat ini adalah
yang paling tinggi dibanding semua presiden sebelum SBY (termasuk 10
tahun terakhir masa Suharto, yang makin tergerogoti akan sepak terjang
Orde Baru selama itu).

 

Pengamatan saya ini adalah murni analisa
sembarangan dari orang awam yang tidak mengerti masalah politik sama
sekali. Dan bukan karena saya sudah pernah mendapatkan 2 tanda tangan
SBY sendiri di 2 buku tulisan beliau, terus saya menggebu dan berbusa
menganalisa SBY.

 

Megawati

 

Dulu, sekali lagi dulu, saya suka beliau
ini, melambangkan keberpihakan kepada “wong cilik” dan ketertindasan.
Partai beliau menang telak di Pemilu 1999, tapi sayang digoyang oleh
ulah Amien Rais dan konco-konconya dengan Poros Tengah, mengusung issue
sah tidaknya kepemimpinan nasional seorang wanita di mata Islam, yang
justru kemudian menjadikan Indonesia memiliki presiden yang
kontroversial, yaitu Gus Dur dan Megawati sebagai wakilnya. Tidak
terlalu lama, karena sepak terjang yang seru dan heboh, Gus Dur ditarik
turun dan Megawati pun naik.

 

Kemenangan telak partainya menjadikan
mayoritas di parlemen dan turun ke seluruh perangkat pemerintahan
sampai ke daerah-daerah. Di sinilah dimulainya blunder yang dibuat oleh
para kader yang jadi “wakil rakyat”. Korupsi dalam skala yang tidak
pernah terbayangkan sebelumnya merebak dan menjadi warna pemerintahan
beliau ini. Tanpa bermaksud menyerang atau memojokkan, partai beliau
ini kalah sontak dalam Pemilu 2004, dan Golkar partai yang boleh
dibilang mengalami metamorfosa dan resurrection alias kebangkitan
kembali, menyapu bersih perolehan suara legislatif di Pemilu 2004.

 

Hampir tidak ada pencapaian yang
istimewa semasa beliau meneruskan tongkat estafet dari Gus Dur.
Pencapaian yang bisa dibilang luar biasa adalah penjualan asset kunci
negara, salah satunya Indosat, yang barusan di’lego oleh pemilik yang
membeli di waktu masa pemerintahan Megawati, justru untung lebih dari
Rp. 11 TRILIUN hanya dalam waktu kurang dari 6 tahun.

 

Ketidaksreg’an saya yang paling tinggi
adalah ketidaksportifan beliau ini waktu kalah telak di Pemilu 2004.
Entah apa alasan beliau, yang pasti belum pernah sekalipun terdengar,
terucap atau tertulis di manapun juga ucapan selamat beliau kepada 2
mantan menterinya yang dianggap “mbalelo” karena resign di tengah masa
tugas dan malah maju jadi capres – cawapres dan justru mengungguli
beliau. Dan ditambah kurang sreg lagi adalah komentar-komentar
belakangan yang makin aneh kedengarannya.

 

Tidak bisa dipungkiri, figur Founding
Father Soekarno masih kuat di tengah masyarakat, dan coba perhatikan di
mana saja beliau ini tampil, selalu ada di latar belakang poster besar
atau foto besar (bisa lebih dari satu) Bapak Bangsa kita Soekarno.
Bisakah dan beranikah Megawati tampil sendiri mengusung diri sendiri
tanpa embel-embel Sang Ayah?

 

Gus Dur

Gebrakan
beliau banyak sekali yang kontroversial sekaligus menjadi milestones
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Full open dan dihidupkannya
lagi semua seni budaya Tionghoa yang dianggap tabu besar di masa Orde
Baru merupakan pencapaian terbesar yang sangat dihargai baik di dalam
dan luar negeri. Dihapusnya sama sekali SBKRI merupakan anugrah.

 

 

Kekurangan fisik
beliau inilah kekurangan utama yang menjadi sandungan besar untuk
kinerjanya memimpin 200 juta lebih rakyat Indonesia. Cacat mata dan
beberapa penyakit degenerasi karena usia yang mendera beliau merupakan
kendala utama. Belum lagi para Team Pembisik beliau semasa menjabat
kadang justru membisikkan entah benar entah tidak situasi dan kondisi
yang sebenarnya di masa itu, yang saya yakin banyak sekali berpengaruh
dalam setiap keputusan dan kebijakan beliau ketika itu.

 

Kelemahan terbesar
ketika itu adalah beliau ini justru dengan bersemangat melakukan
kunjungan ke luar negeri, yang tidak begitu terasa manfaatnya buat
negeri ini.

 

Lebih cocok menjadi
Bapak Bangsa daripada maju lagi sebagai capres, dan lebih baik
melakukan konsolidasi yang jelas sekali kekuatan dari luar yang tidak
terlihat memecah belah partai yang diusung beliau ini.

 

Wiranto

 

Dengan kendaraan
partai baru HANURA, Hati Nurani Rakyat, yang cukup lucu kedengarannya,
mengingat reputasi beliau ini di masa lalu. Mengusung iklan-iklan yang
“menyentuh”, di antaranya makan nasi aking, kemudian mendengungkan ibu
hamil dan anaknya mati kelaparan di Makassar, adalah 2 iklan andalan
beliau.

 

Saya tidak habis pikir, iklan yang cukup
menyesatkan ini dipakai terus menerus. Ibu hamil yang mati kelaparan
adalah salahnya sendiri, dalam satu dan lain hal lebih baik dipanggil
Tuhan daripada tersia-sia.

 

Buat yang belum pernah tahu, suami si
ibu hamil tadi adalah tukang becak, yang income’nya sekitar Rp.
10rb/hari, tapi diserahkan ke istrinya setelah dibelikan rokok dan
minuman keras, yang disetor ke istri cuma sekitar Rp. 2.000 saja,
sementara istri ini hamil anak KELIMA. Banyak memang kemiskinan di
Indonesia yang “digawe dhewe” (dibuat sendiri).

 

Kegagalan di Pemilu 2004 duet beliau dengan adik Gus Dur tidak membuat ragu untuk mencoba lagi di Pemilu 2009.

 

Reputasi masa lalu, dugaan kasus HAM,
kemudian belakangan dalam kasus Munir yang mulai marak lagi, nama
beliau mulai disebut-sebut kembali di belakang itu semua. Belum lagi
cukup dikenal sebagai salah satu pendiri pasukan beringas atas nama
agama di negeri ini. Walaupun banyak coreng morengnya, tapi bisa
dipastikan bahwa beliau ini akan menjadi lawan berat SBY untuk 2009
nanti. Dari segi dana yang cukup kuat, jaringan para purnawirawan yang
mendukung, dan juga pengalaman sebagai ahli strategi membuat beliau
disegani lawan-lawannya.

 

Hidayat Nur Wahid

 

Selama ini beliau tidak memiliki bad
track record, justru sebaliknya, dengan kendaraan partai yang relatif
baru yaitu PKS, terbukti cukup nggegirisi perolehan suaranya dan juga
cukup mendominasi di beberapa daerah, dengan membukukan kemenangan demi
kemenangan pilkada.

 

Haluan
politik, pandangan politik yang tidak terbaca lawan-lawannya, kecuali
dikenal sebagai tokoh yang bersih. Kesederhanaan beliau tercermin dari
sepak terjangnya memimpin lembaga tinggi negara, MPR. Masih didukung
lagi dengan father figure, sosok suami dan ayah yang sempurna, membawa
keluarganya ke keluarga yang saleh kental dengan tuntunan agama,
menjadikan tokoh politik yang relatif baru ini patut diperhitungkan
lawan-lawan politiknya jika sampai beliau ini memutuskan terjun ke
kancah capres 2009.

 

 

 

 

 

Amien Rais

Salah satu tokoh politik paling lucu
sepanjang sejarah Indonesia. Mendeklarasikan diri sendiri sebagai tokoh
dan pelopor reformasi, di mana nama beliau ini belum pernah terdengar
sebelumnya. Mulai terdengar saat dengan tidak kenal takut, melontarkan
wacana suksesi kepemimpinan nasional di tahun 1993. Saat itu sampai
dengan jatuhnya Suharto, beliau masih dilirik masyarakat, dan
disempurnakan dengan mendirikan PAN, yang saya masih ingat jelas,
ideologi yang bagus, makna lambang partai yang dalam, kampanye dan
konvoi yang positif menjadi pemandangan sehari-hari pasca jatuhnya
Suharto, sampai dengan Pemilu 1999 yang dengan yakin beliau dan
partainya akan mencapai mayoritas perolehan suara. Ternyata hasilnya
jauh sekali dari harapan, perolehan suara yang hancur dan jeblok,
menjadikan beliau ini mulai melakukan manuver yang aneh dan lucu.
Mengusung issue sah tidaknya menurut agama Islam, seorang pemimpin
wanita. PDIP dengan Megawati sebagai pemimpinnya, melaju tak terbendung
dalam Pemilu 1999. Dengan mulus dijegal oleh beliau ini dengan Poros
Tengah kreasinya.

 

Sejak saat itulah, saya pribadi dan juga
banyak orang di negeri ini yang mulai muak dan bertanya apa motivasi
beliau ini sebenarnya. Negosiasi dan bargaining politik ketika itu
mendaratkan beliau ke kursi empuk Ketua MPR, dan sejak itu diam seribu
bahasa menikmati kursi beliau ini. Ternyata beliau salah pilih, Gus Dur
yang diusung ke tampuk RI 1 justru menunjukkan taringnya di luar dugaan
semua orang. Mulailah beliau ini menggalang kembali poros-porosnya,
yang berakhir dengan ditariknya Gus Dur turun dan keluar dari Istana
hanya bercelana pendek ketika itu (saya tidak akan pernah lupa foto
bersejarah itu!).

 

Setelah Poros Tengah, ada 1 lagi
poros-porosan yang digalang beliau ini, tapi saya lupa namanya, kalau
tidak salah, menyebut kebangkitan bangsa, atau sejenisnya. Masih dengan
keyakinan penuh, beliau berpasangan dengan tokoh politik lain dan maju
sebagai capres di Pemilu 2004. Tanpa ampun, perolehan suara beliau ini
termasuk ndlosor total, dan tersingkir dalam Pilpres Putaran I 2004.
Masih belum jelas apakah beliau ini akan kembali mengusung diri sendiri
lagi di 2009?

 

Sutiyoso

Dengan modal mantan Gubernur DKI selama
2 periode, modal galak dan nekad selama masa kepemimpinannya,
menjadikan beliau ini ingin juga melaju dalam bursa 2009 nanti.
Kebanggaan beliau adalah “ketegasan”nya dalam menjadikan proyek busway,
at all cost, by hook or by crook harus jalan. Memang harus diakui
busway sekarang jadi pilihan utama para komuter untuk angkutan umum
yang (lumayan) nyaman. Tapi beliau ini lupa, justru menorehkan sejarah
lebih besar lagi dari founding father Soekarno, dan legacy Suharto TMII
kebanggaannya.

 

Sutiyoso
meninggalkan monumen yang tersebar di beberapa kawasan penting ibukota,
yaitu tiang pancang, konstruksi dan besi beton yang crongat-crongat
(apa ya bahasa Indonesianya? Mungkin terjulur keluar?) di kawasan elite
dan prestise Jakarta. Konstruksi monorail yang entah kapan realisasinya
mangkrak tak jelas nasibnya, dan justru menjadi icon dan landmark baru
Ibukota Jakarta yang genap 481 tahun usianya di tahun ini.

 

Mendirikan partai politik yang saya
tidak ingat namanya, dengan penuh keyakinan bahwa memimpin Indonesia
diperlukan sosok seperti beliau ini.

 

Akbar Tanjung

 

Dedengkot kawakan Golkar, paling setia
ketika semua orang menghujat partai ini, kematangan politik, kematangan
strategi, jam terbang yang tinggi di republik ini, berbagai tempat dan
pos pernah beliau cicipi. Namun demikian, semua itu tidak membuat
beliau ini berkilau di ranah politik negeri ini. Kesan biasa-biasa saja
dan tidak terlalu istimewa melekat kuat. Kalah dalam konsolidasi
internal partai untuk 2004, menjadikan tidak jelas bagaimana pemikiran
dan manuver di 2009. Dengan kematangan usia seharusnya beliau ini lebih
memberikan kepada generasi muda partai untuk melaju dan lebih menjadi
pengayom menularkan ilmu-ilmu saktinya selama malang melintang di dunia
persilatan politik Indonesia jauh lebih pantas dan akan dihormati
dibanding jika beliau ini masih ikut lompat ke gelanggang tahun depan.

 

Kivlan Zen atau calon independen lain

 

Singa tua ini belakangan mencalonkan
diri sebagai calon independen dan siap untuk menerima pinangan partai
atau kelompok mana saja untuk mengusung beliau baik sebagai capres
ataupun cawapres. Masih tidak jelas bagaimana peta tahun depan dan
prospek serta kemungkinan melajunya calon independen nanti.

 

Masih ada lagi beberapa yang
diperkirakan akan ikut meramaikan kancah 2009 nanti, seperti misalnya
tokoh wagu Bapak Sesuai Petunjuk, yaitu Harmoko juga tiba-tiba
mendeklarasikan entah partai lucu apalagi. Dengan usianya dan
“reputasi” gemilang di masa lalu, sangat diragukan simpati rakyat
kepadanya. Kalau sekedar salah satu penggembira masih boleh juga.

 

Adalagi tokoh nasional yang dihormati
semua kalangan, baik dalam ataupun luar negeri, yaitu Sri Sultan
Hamengkubuwono X, Ngarsa Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat relatif
memiliki reputasi tak tercela. Kendaraan politik Golkar justru
kemungkinan akan menjadikan beliau pribadi dan partai serba salah jika
seandainya beliau ini melaju di 2009. Dengan konsolidasi dan solidnya
Golkar, kemungkinan akan ada deal-deal politik untuk 2009 nanti.

 

Tidak tahu apakah memang yang lucu-lucu
itu ditakdirkan berkumpul dalam satu wadah, kenyataannya adalah
Soetrisno Bachir dengan gaya sedakep yang lucu dan slogan yang tidak
kalah lucu “hidup itu perbuatan” (sampai dikartunkan Benny & Mice
di Kompas Minggu), gelagatnya akan ikut serta dalam pertarungan 2009.
Pendahulunya sudah lucu, ini penerusnya tidak kalah lucu. Tapi
belakangan gaya sedakepnya itu hilang mendadak dari media dan
sudut-sudut jalan, entah masih sedakep atau malah tengkurep tidak ada
yang tahu.

sumber:kompas

Akhirnya KLARIFIKASI Agnes davonar tentang misteri GABY, Ditayangkan Di SILET

Sabtu.29 Juni 2008

Depan_2
Akhirnya setelah lama memilih untuk diam. Agnes davonar memutuskan
untuk memberikan kralifikasi dengan Silet. Tim Silet dipilih karena
selama ini lebih berimbang dalam menuturkan sebuah fakta sesuai logonya
Setajam SILET. Tim Silet meminta waktu untuk melakukan wawancara yang
dilakukang di sebuah cafe.

Fenomena yang kini sedang terjadi di masyarakat secara luas telah
membuat cemas sang penulis akibat tulisan yang ia buat. Untuk
meredahkan dan mengikis paranoid mistik , Agnes davonar pun
menceritakan kenyataan sesungguhnya tentang misteri Gaby.

Sesuai yang pernah diutarakan lewat pernyataannya, Agnes davonar
tidak pernah mengira tulisan yang ia buat karena terinpirasi oleh lagu
Jauh, begitu membius para pembacanya yang diikuti oleh alunan mistik
bahwa kisah itu nyata apa adanya. Penulis telah beberapa kali
mengatakan jika cerita itu hanyalah sebuah fiksi alias tidak nyata.
Namun kenyataan sesungguhnya malah sebaliknya. Hal ini mengundang
kecemasan yang berlebihan di masyarakat.

Agnes davonar dalam wawancara dengan Tim Silet mengatakan awal mula
lagu itu ia dapatkan ketika berada di Bali dalam sebuah acara tenis
internasional. Lagu itu diberikan oleh seorang teman yang sering
memperdengarkan kepadanya. akhirnya ia membawa lagu itu ke Jakarta.
Karena keaktifannya dalam menulis cerita , ia pun menalarkan lagu itu
melalui cerita yang ia buat. Pembaca Agnes davonar memang tidak perlu
diragukan lagi. Karya yang ia beri judul " Kisah lirik terakhir" merupakan karya ke 37 nya saat itu.

Agnes juga menyarankan pembacanya untuk mendengarkan lagu jauh yang
dapat didownload di blognya. Namun inilah awal permasalahan terjadi,
kisah ceritanya dibajak dan disebarkan melalui blog ke blog lainnya
kemudian di publish di beberapa situs internet. Akibatnya,
berkembanglah isu kalau cerita itu adalah nyata. kisah itu adalah kisah
seorang gadis yang bunuh diri karena ditinggal kekasihnya. Memang benar
dalam kisah itu dikisahkan sang gadis memutuskan untuk bunuh diri.Namun
kisah itu 100% hanya fiksi.

Tanggapan terhadap Kisah lirik terakhir berkembang pesat 3 bulan
kemudian di dunia maya. Agnes davonar pun diminta untuk membuat kisah
itu menjadi novel agar lebih mendetil. karena ingin memanjakan
pembacanya ia pun membuat kisah itu dalam bentuk novel online
bersambung hingga episode ke enam. Namun kisah mistik itu semakin
merebak dan membuat semakin banyak orang yang berburu tentang kisahnya
di internet. Akhirnya berkembanglah berbagai versi yang mengatakan
kisah kematian Gaby dengan berbagai versi yang menakutkan.

Agnes davonar merasa sangat bersalah karena kisahnya membuat
perkembangan rumit. Ia pun memutuskan untuk mencari tau siapa pemilik
lagu tersebut, tampaknya jalan itu mulus ketika ia berkenalan dengan
band Caramel asal surabaya namun kenyataannya tidak seperti diharapkan.
Ia pun akhirnya memutuskan untuk membiarkan polemik ini berkembang
hingga akhirnya kisahnya melebar dari dunia maya ke dunia kenyataan.

Itulah sejarah daripada awal mula kisah gaby. Agnes davonar bukan
orang yang sulit dicari di internet. Sebelumnya pun karya karyanya
terkenal di kalangan komunitas maya. Bahkan salah satu novel yang
diangkat dari kisah nyata seorang gadis kecil yang terjankit  kanker
hingga meninggal  menjadi fenomenal , karena membuat banyak orang
bertanya tanya kenyataan gadis tersebut.
http://lieagneshendra.blogs.friendster.com/my_blog/2007/03/surat_kecil_unt.html

Karena
mempunyai bukti jika kisah surat kecil yang ditulis oleh seorang gadis
kecil yang meninggal tersebut, akhirnya fenomenal itu hanya berputar di
dunia maya saja.

Namun lain lagi dengan Gaby, kisah ini pada kenyataan di dunia maya
memang sudah diketahui asal usulnya. namun perkembangan di masyarakat
yang tidak
memiliki jaringan akses internet berkembang ganas.
Untuk itulah ia memberikan klarifikasi awal mula kisah ini berkembang.
Agnes davonar juga tidak akan memberikan penyataan tentang siapa yang
berhak atas kepemilikan lagu yang sedang di perebutkan oleh 5 band yang
sedang mengklaim lagu itu.

Ia hanya berkata

" Kami tidak punya kapasitas untuk menyatakan siapa pemilik lagu
itu, karena kami hanya seniman yang mencintai karya itu, untuk
menentukan siapa pemilik lagu sah itu biarkan lah pengadilan yang
memutuskan"

Namun memang ibarat sebuah pesawat terbang, tanpa kisah itu  lagu
ini terasa hambar. tudingan berbagai pihak yang mengatakan ada udang
dibalik batu dipungkasnya dengan mengatakan

" Bahkan saya mengenal mereka karena media , tanpa anda saya pun
tidak akan kenal siapa pemilik lagu tersebut, darimana bisa saya
dianggap mencari keuntungan dari mereka!"

Ditanya tentang buku yang ia keluarkan sebagai ajimumpung Agnes davonar juga membantah hal tersebut.

" Buku ini hanya sebagai bentuk pelurusan terhadap permasalahan yang
terjadi, kami hanya ingin memberitahukan bahwa kisah ini fiksi sehingga
tidak lagi menimbulkan polemik yang meresahkan dimasyarakat. Karena
kalau kami mencari keuntungan semata, kami tidak mungkin mau begitu
saja memberikan cerita yang kami tulis sejak dua tahun lalu secara
gratis. Tapi memang kami hanya ingin menyalurkan ide kami saja, tanpa
dibayar dan tanpa pernah berharap buku ini dikeluarkan. Toh, Kami masih
aktif menulis di internet."

Ya itulah ungkapan dari misteri yang berkembang saat ini,
permasalahan akan polemik ini semoga saja menjadi akhir daripada
ketakutan masyarakat yang konon bisa kesurupan karena lagu ini menjadi
lebih tenang. Yang patut dipertanyakan saat ini.

Siapa yang berhak atas kepemilikan lagu ini, hanya waktu yang akan menjawab?

AGNES DAVONAR

WWW.LIEAGNESHENDRA.BLOGS.FRIENDSTER.COM

ESCAPE FROM HUANG SHI -Film

   

 

 

 

 

 


" FILM INI WAJIB DITONTON "

Jenis Film
- Drama

Pemain
- Chow Yun-Fat, Michelle Yeoh, Jonathan Rhys Meyers, Radha Mitchell, Matt Walker, Guang Li

Sutradara
- Roger Spottiswoode

Penulis
- James Macmanus, Jane Hawksley

Produser
- Arthur Cohn, Wieland Schulz-Keil, Peter Loehr

Produksi
- Sonny Classic

Durasi
- 108 Min  


Sinopsis

Diangkat dari kisah nyata masa Perang Dunia 2.

Seorang
reporter, George Hogg (Jonathan Rhys Meyers) memasuki Nanking, ibukota
Cina dan menyaksikan pembunuhan oleh tentara Jepang. Tentara Jepang
berhasil menangkapnya namun diselamatkan oleh Jack Chen (Chow Yun-Fat),
seorang pemimpin gerilya. George diijinkan untuk tinggal di sebuah
rumah yatim piatu, dimana ia menjadi pelindung lebih dari 60 yatim
piatu korban peperangan, dibantu oleh seorang suster Australia, Lee
Pearson (Radha Mitchell) dan janda kaya raya Mrs. Wang (Michelle Yeoh).

Untuk
melindungi anak-anak tersebut dari serbuan Jepang dan konspirasi
pemerintah Cina, George, Jack, Lee dan anak-anak tersebut memulai
perjalanan melewati pegunungan bersalju dan gurun tak berujung.

kisah ini sangat mengharukan dan saya jujur saja nyaris menangis ketika melihat bertapa sangat menyedihkannya sebuah perang yang tidak mengenal sebuah rasa pri kemanusiaan. memang kita layak melihat film ini agar suatu saat nanti kita dapat menyadarkan siapapun perang bukanlah pilihan dalam dunia ini.

karena perang hanya menyisakan duka, tangis dan kenangan pahit bagi siapapun yang merasakan serta melihatnya.

Film : Best Friend

Mencari Makna Persahabatan

MD Pictures

Film : Best Friend?

 

Sutradara : Fajar BGT

 

Pemain : Nikita Willy, Risty Tagor, Stefan      William, Ira        Wibowo, Karina Suwandi, Arswendy Nasution, Donita, dan Oka Antara.

 

Skenario : Titien Watimena

 

Genre : Drama Remaja

 

Produksi : MD Pictures

Bisa jadi sahabat itu    memang lebih dekat urat lehernya daripada saudara   sekandung. Tapi apakah

persahabatan itu? Satu pesan yang ingin diutarakan

"Best Friend?"  lewat karakter remaja yang penuh penasaran dan pergolakan jiwa. 

Boleh
jadi sutradara Fajar BGT, baru kali ini bertanggung jawab penuh atas
sebuah film, tapi bukan berarti hasilnya sekadar film yang asal jadi. Best Friend?
muncul sebagai film yang memiliki kekuatan cerita, kualitas pemeran
yang baik, dan elaborasi unsur pendukung yang maksimal. Fajar pun
seakan-akan mengajak kita berpikir tentang apa saja.

Di industri film Indonesia, nama Fajar BGT memang cenderung di belakang
sosok sutradara Hanung Bramantyo. Fajar sebelumnya pernah membantu
Hanung untuk produksi Catatan Akhir Sekolah dan Get Married. Dalam Best Friend? Hanung menjabat sebagai supervisor director.

Namun, Fajar membantah keterlibatan Hanung yang terlalu banyak untuk
debutnya ini. Menurut dia, Hanung memberikan nasihat untuk hal-hal yang
ia anggap sulit, sementara keputusannya tetap dipegang olehnya.

Terlepas dari itu, Fajar perlu mendapat apresiasi untuk debut
pertamanya ini. Tidak hanya mengemas cerita dengan baik, tetapi Fajar
juga berhasil mengelaborasi semua unsur film, baik pemain, tata
artistik, tata suara, maupun gambar. Fajar berhasil menyuguhkan film
yang memikat.

Keunggulan Fajar dapat terlihat dengan menentukan dan mengarahkan
Nikita Willy dan Risty Tagor untuk bermain dalam film ini. Nikita,
aktris remaja yang telah terkenal lewat sinetron, sukses memerankan
sosok Tania, salah satu karakter dalam film ini. Selain itu, Fajar pun
didukung oleh kru yang bekerja maksimal sehingga menghasilkan gambar,
suara, dan artistik yang baik.

Namun, kesuksesan Fajar itu juga tidak bisa dilepaskan dari sosok
Titien Watimena yang menulis skenario untuk kisah ini. Keduanya coba
mengangkat kisah remaja kota besar saat ini.

Kisah remaja memang tidak terlalu asing untuk Fajar, karena ia pernah membantu Hanung Bramantyo dalam Catatan Akhir Sekolah. Bedanya, dalam Best Friend?
Fajar menyajikan muatan yang lebih luas. Fajar menyisipkan muatan untuk
orangtua. Ia membuka ruang dialog-dialog antargenerasi yang memiliki
zaman yang berbeda. Dialog antara orangtua dan anak, atau antara adik
dan kakak.

Best Friend? berkisah tentang Tania (Nikita Willy), siswi cerdas
sebuah sekolah menengah pertama di Jakarta. Ia adalah siswi yang
disayang guru karena pintar dan tidak pernah melanggar aturan sekolah.
Di rumah, Tania adalah anak yang dibesarkan dengan penuh kehangatan.
Kedua orangtua Tania mengajarkan anak-anaknya untuk merasa bertanggung
jawab atas diri sendiri serta orang lain. Anggota keluarga itu harus
saling mengasihi.

Sampai suatu kali Tania menemukan sebuah "dunia" baru yang membuatnya
nyaman. Dunia yang sangat berbeda dengan dunia yang dibentuk oleh
keluarganya. Dunia itu dibawa oleh sahabat barunya yang bernama Moli
(Risty Tagor). Karakter Moli sangat berbeda dengan Tania yang penurut.
Moli cenderung melanggar semua aturan dan melakukan apa pun yang dia
mau. Termasuk memiliki kebiasaan merokok.

Apa yang dilakukan Moli adalah sebuah ungkapan kekecewaan atas
perjalanan hidupnya. Moli adalah seorang anak yang jadi korban
perceraian kedua orangtuanya. Ia jadi sosok remaja tidak peduli dengan
lingkungannya, karena ia menganggap tidak ada yang mempedulikan
dirinya.

"Aku bebas melakukan apa saja Ma. Kenapa Mama selalu mengatur hidupku,"
protes Moli kepada mamanya ketika ia dimarahi setelah tidak pulang
semalaman. Protes itu pun berbuah tamparan di pipi Moli.

Sang ayah yang coba membela Moli tidak luput dari protes Moli. "Ayah
tidak perlu pura-pura marah. Karena ayah juga diam saja ketika ayah
tahu Mama selingkuh," hardik Moli.

Sulit membayangkan seorang remaja yang masih duduk di bangku SMP mampu
mengucapkan gugatan seperti itu kepada orangtuanya. Tapi bisa jadi
itulah sebagian potret dari realitas remaja saat ini.

 

Sementara bagi Tania, Moli adalah sahabatnya. Moli membawa pengaruh
buruk kepada Tania. Tania mulai dekat dengan rokok, alkohol, klub
malam, hingga seks. Akibatnya, pelajaran Tania mulai tertinggal.

Tidak hanya itu, jiwa pemberontakan Tania pun muncul. Ia berani
melanggar aturan sekolah. Ia juga berani melawan mama-papanya. Sebuah
perubahan besar terjadi pada Tania. Dari anak penurut dan perilaku yang
baik menjadi seorang anak yang penuh pemberontakan.

"Kenapa Tania?" Dengan kasih sayang yang tak surut, ibunya menggugat
perubahan Tania. "Tidak tahu Ma. Aku tidak tahu kenapa. Aku cuma bosan.
Aku bosan selalu jadi rangking pertama. Aku bosan…," isak Tania.
Itulah kegelisahan Tania terhadap hidupnya. Hidup yang baru dijalaninya
belasan tahun.

Fajar BGT dan Titien Watimena memang dengan lugas menampilkan realitas
tanpa tedeng aling-aling. Seorang remaja yang merokok atau minum
alkohol sebagai wujud pemberontakan, terekam jelas dalam Best Friend?

Sebagai sebuah tontonan, hal ini bisa jadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Film Juno yang belum lama ini diputar, diberitakan mampu menginspirasikan sekelompok remaja putri di Amerika Serikat untuk hamil bareng. Tentu saja tidak ada yang mau kasus seperti itu terjadi di sini, karena kisah yang disajikan Best Friend? tidak kalah memikat.

Namun, kekhawatiran itu tidak perlu dibesar-besarkan, karena Fajar dan
Titien mengemas sebuah "pertobatan" dalam kisahnya. Pertobatan itu pun
bisa jadi sebuah pembelajaran untuk penonton. Namun, kalau merasa belum
bisa mempercayai anak-anak untuk memilah hal yang negatif, ada baiknya
menemani anak menyaksikan Best Friend?

depan_2.JPG