[x]Close

Kisah Surat terakhir – cerita 43

<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Kisah Surat

terakhir.

 

Love
Anton mendapatkan sebuah

surat

yang dialamatkan padanya melalui pos.

surat

itu dikirimkan melalui rumah laminya ke rumah barunya yang elite dan megah.
Anton pria kaya yang memiliki segalanya namun hanya satu yang tidak ia miliki
seorang pasangan hidup. Ia terkejut

surat

itu dikirimkan oleh mantan kekasihnya yang membuatnya traouma hingga saat ini.

 

Ia masih menyimpan sedikit cinta untuk kekasihnya namun juga
dendam yang sangat besar,

surat

itu berisi undangan untuk datang pada ulang tahunnya yang ke 25. Anton pun
datang ke pesta itu. Ketika ia tiba tidak ada pesta apapun selain sebuah
heningan cipta. Kekasihnya punya alasan untuk meninggalkan dia waktu itu karena
ia miskin dan dari keluarga yang berantakan.

 

Tapi itu hanya sandiwara ada hal lain yang dirahasiakan
mantan kekasihnya. Sebuah misteripun terungkap.

*******************************************************

<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

KISAH

SURAT

TERAKHIR.

 

Anton adalah pria kaya yang
sempurna, ia mempunyai villa dan rumah elite dikawasan real estate. Ia
mempunyai koleksi mobil dari Eropa hingga Amerika. Usianya masih sangat muda
hanya 28 tahun, ia dinobatkan sebagai pemuda paling kaya di negerinya. Ia
memiliki segalanya dalam hidup kecuali satu hal, ia tidak memilki pendamping
hidup yang setia menemanin dirinya.

 

Ia bukan juga seorang gay atau
pemuja kesendirian. Ia suka datang ke sebuah pesta namun ia tidak pernah
tertarik untuk mencintai satu wanita yang mencoba mengodanya. Ia hanya berteman
dan kemudian tidak mengatakan suka kepada setiap wanita yang dekat dengannya
baik model ataupun artis terkenal di negerinya. Kini ia hidup di rumah mewahnya
yang baru saja ia bangun dengan biaya 20 miliar. Bukan masalah untuk seorang
pebisnis tambang dan banker terkenal tersebut.

 

Suatu ketika seorang yang
mengontrak apartementnya ketika ia masih berstatus sebagai mahasiswa mendatangi
rumahnya, pria muda yang juga seorang mahasiswa itu merasa heran dengan
banyaknya

surat

yang diperuntukan atas nama Anton kepadanya. Karena berpikir

surat

itu mungkin penting ia pun mengantarkan
kepada Anton. Tidak ada yang istemewa dari puluhan

surat

yang dimasukan kedalam kotak tersebut.
Bahkan, Anton tidak sudi melihat

surat

tersebut.

 

Malam itu sepulang kerja ia
terduduk di ruang tamunya yang dipenuhi home theater termodern. Ia masih
melihat tumpukan

surat

di meja dan memerintahkan
pembantunya untuk membuat

surat

itu, sang
pembantu yang tergesa gesa menjatuhkan sebuah

surat

yang terlewatkan dilantai, ketika Anton mulai mengantuk ia pun berjalan menuju
kamarnya dan menginjak

surat

tersebut. Ia dengan kesal mengambil

surat

itu
dan memperhatikan

surat

tersebut terdiam cukup lama .

 

Ia segera membawa

surat

itu ke kamarnya.
Membukanya dengan tergesa gesa dan dan

surat

itu
berisikan

surat

undangan untuk datang ke perayaan ulang tahun seorang gadis. Gadis yang bernama
Angel itu. Dari wajahnya tampak

surat

itu mengandung makna penting. Anton melamun di ranjangnya. Lalu berkata

 

“ Angel.. “

 

Tanpa sadar ia tertidur karena
melamun dan membawanya kedalam mimpi di masa lalunya.

 

7 tahun yang lalu.

 

Anton hanya seorang mahasiswa
sederhana yang harus berkerja part time untuk dapat melanjutkan kuliah dan
hidupnya. Bahkan ia harus menyisihkan uang untuk orang tuanya yang sudah
pension. Hidup yang sangat sederhana bahkan bekerja sebagai pengatar Koran ia
jalanin. Hingga suatu pagi ketika ia mengantarkan sebuah

surat

ke sebuah rumah yang cukup mewah, ia
melempar Koran itu ke atas gerbang tinggi yang menutupi rumah tersebut. Tak
sengaja Koran itu mengenai seorang gadis bernama Angel yang sedang bermain bersama anjingnya. Spontan gadis itu
marah. Lalu keluar dari gerbangnya. Melihat Anton yang sudah menjauh bersama
sepedanya. Gadis itu pun berjanji akan memberikan pelajaran pada tukang Koran
yang melemparnya.

 

Gadis itu menepati janjinya ia
sengaja bangun pagi lalu menunggu Anton melemparkan Koran padanya. Anton
melewatinya kemudian ia menangkap Anton saat hendak melempar. Anton terkejut dicegat
oleh gadis itu.

 

“ hei tukang Koran, kamu yang
suka ngelempar Koran kerumahku asal ya?”

“ hah, ga ngerti, maksudnya gimana sih?”

“ iya kamu tau ga, neh
liat…kepala aku sakit lecet gara gara kamu lempar Koran ini asal”

 

Anton melihat kening gadis itu
memang memerah, namun ia mencoba berpikir berat kertas ini tidak mungkin
membuat hingga gadis itu lecet.

 

“ kamu yakin itu karena Koran
ini?”

“ iyalah, pokoknya kamu harus
tanggung jawab?”

“ gimana tanggung jawabnya. Aku

kan

ga tau..!”

 

Angel terdiam kemudian melihat
sepeda milik Anton. Ia sepertinya tertarik untuk mencobanya.

 

” aku pinjam sepeda kamu?”

“ hah.. tapi aku

kan

mau kerja.. ?”

“ kamu mau aku laporin ke satpam
komplek sini ya. Bisa bisa kamu ga bisa jadi tukang korang komplek ini karena
perbuatan sama aku”

“ ya.. jangan dong. Nanti aku ga
ada kerjaan lagi neh..yauda deh aku pinjemin”

“ turun !” perintah Angel

 

Angel seumur hidupnya tidak
pernah menaiki sepeda kemudian ia berpikir akan mudah mengunakan roda dua
tersebut. Anton memperhatikan gadis itu. Gadis yang ceroboh itu terlihat senang
namun beberapa meter dari jalan ia terjatuh. Ia kesakitan dan berteriak
histeris. Anton pun mendekati.

 

“ kamu gapapa..!”

“ aduh.. sakit. Neh.. kakiku kena
rodanya..”

 

Anton memperhatikan kaki gadis
itu yang lecet karena tertimpa roda.

 

Po
“ kamu sih. Ga bisa naik sepeda
tapi maksa.. gini deh akibatnya..”

“ kok malah marahin aku sih. Ini
semua gara gara sepeda kamu yang bodoh.. “ gadis itu menangis

“ yauda..masuk kedalam rumah
kamu. Nanti kamu obati

sana

nanti infeksi”

“ ga mau. Aku mau kerumah sakit..
anterin”

“ hah.. ini

kan

Cuma lecet kecil. Apa perlu sampai
begitu”

“ ya iyalah. Kalau nanti infeksi
gimana. Kamu mau tanggung jawab”

“ hm.. yauda aku anterin tapi
pake apa? Kamu mau naik sepeda ini”

“ yauda gapapa.. rumah sakit
terbaik ya. Awas kalau ngak”

 

Anton seperti orang bodoh saja
ketika menghadapi Angel. Ia mengantarkan ke rumah sakit disekitar komplek.
Angel tampak senang manaiki sepeda dibelakang Anton. Dokter memeriksa gadis itu
mengatakan tidak terjadi apa apa. Kemudian tibalah saatnya biaya adminitrasi.
Anton tampak terkejut dengan biaya yang harus ia keluarkan sebanding dengan 1
bulan pekerjaan nya sebagai tukang Koran.

 

 

‘ aku ga ada biaya sebanyak ini.
Aku ga mampu?”

“ makanya jangan jadi orang miskin..
apa apa susah

kan

!”
ujar Angel kesel dan Anton tersinggung

“ miskin itu bukan pilihan. Tapi
itu takdir. Kalau kamu kaya. Kamu saja yang bayar semuanya, aku mau pulang. Aku
mesti kerja”

“ eh tunggu… aku pulang gimana?”

“ kamu

kan

kaya pakai aja, taksi..”

 

Anton meninggalkan gadis itu
begitu saja. Dan Angel tampak marah marah diruang adminitrasi tersebut. Lalu
mengecam pria itu

 

“ lihat saja pembalasan aku.,.”
ujar gadis berusia 17 tahun itu manja.

 

***

 

Anton disiang hari harus menjadi
mahasiswa dan dimalam hari bekerja sebagai pelayan di sebuah restorant. Suatu
ketika ia kedatangan tamu yang tak ia duga. Angel beserta keluaganya makan
malam direstorant itu. Angel juga terkejut dengan Anton yang mejadi pelayan di
restorant itu.

 

“ kamu jadi pelayan juga disini?”
Tanya Angel

“ iya.. emang kenapa?” kata Anton
kemudian ibu Angel bertanya pada Angel

“ kamu kenal sama dia.?” Tanya
ibu

“ ga , dia itu tukang Koran tapi
kerjanya banyak amet”

“ ih.. kamu jangan dekat dekat
sama dia.. orang kayak gitu banyak penyakitnya!” ujar ibu Angel yang terdengar
oleh Anton

“ mama, kok ngomong gitu” Angel
merasa tak enak dengan Anton.

 

Anton terdiam melihat keluarga
sombong itu.

 

“ anda semua mau pesan apa? “

 

Dari wajahnya Anton tampak emosi.
Angel merasa tak enak. Kemudian memperhatikan pria itu. Makan malam itu menjadi
sangat buruk baginya. Ia pun berpikir untuk meminta maaf sikap ibunya esok
ketika Anton mengantarkan Koran ke rumahnya.

 

Pagi esoknya. Angel telah
menunggu diluar. Anton melihatnya

 

“ ini korannya..” Anton memberikan
Koran pada Angel dan hendak pergi

“ hai.. tunggu..”

“ apa lagi..?”

“ nama kamu siapa boleh tau?”

“ namaku.. namaku si miskin yang
berpenyakit”

“ aduh, ga usah kayak gitu kali.
Maaf ya atas kata kata mamaku semalam. Aku Angel. Sebagai permintaan maaf biar
aku beli semua Koran kamu. Jadi kamu tidak perlu bekerja lagi setelah antarkan
Koran ini”

“ hah..” kata Anton tersinggung

“ iya aku beli Koran kamu semua
dengan harga dua kali lipat, senang

kan

“ ck ck.. kamu ini sudah kaya
tapi sombong. Hei Angel , dengar ya. Aku miskin tapi aku tidak akan sudi
menerima uang untuk meyogok harga diri aku”

“ hei.. kok marah sih, maksud aku
baik”

 

Anton meninggalkan gadis itu
begitu saja. Angel semakin heran. Maksudnya yang baik telah menyinggung
perasaan Anton. Tak disangka kejadian itu semakin membuatnya penasaran dengan
sosok Anton. Ia pun mendapatkan indentitas Anton yang juga seorang mahasiswa di
sebuah perguruan tinggi; Anton terkejut ketika di kampus gadis itu
mendatanginya.

 

“ mau apa lagi kamu?”

“ mau ajak kamu makan , mau?”

“ ga usah , aku uda makan”

“ nama kamu Anton

kan

?, aku tau dari agent
Koran kamu.”

“ terus napa?”

“ aku ajak kamu makan bukan
menyogok kamu. Tapi aku mau berteman sama kamu. Kamu mau jadi teman aku?”

“ hahahaha. Kamu ini mau bikin
lelucon ya.. aku ini miskin tidak sebanding dengan kamu. Nanti kamu kena
penyakit miskin , kamu mau?”

“ aku tidak peduli kamu miskin
atau berpenyakit. Yang aku peduli aku ingin jadi teman kamu; miskin dan kaya
seperti kata kamu. Bukan sebuah pilihan tapi itu takdir. Dan aku rasa takdir
telah membuat kita berjumpa dan harus menjadi teman”

 

Anton terdiam rasanya ia tidak
dapat menjawab apapun lagi. Akhirnya kisah mereka pun berlanjut. Setiap paginya
mereka berteman dan uniknya Angel selalu ikut dengan Anton untuk mengantarkan
Koran ke kompleknya. Dan mereka semakin dekat hingga saling jatuh cinta. Anton
awalnya ragu terhadap situasi namun akhirnya ia tidak punya pilihan ketika
Angel memintanya menjadi kekasih.

 

“ Angel. Bila kamu mengharapkan
kekasih seperti aku. Aku tidak bisa memberikan sebuah permata atau berlian yang
kamu inginkan. Tapi aku akan mencoba memberikan apapun yang bisa kuberikan
padamu walaupun itu permata imitasi. Apakah kamu bersedia untuk itu”

“ buat aku permata asli atau
imitasi itu sama saja. Yang membuat semua itu berbeda itu adalah pemberian dari
kamu.”

 

Tidur
Anton memeluk gadis itu, ia
begitu tak menyangka gadis itu meluluhkan hatinya. Kini cinta pun bersemi
semakin jauh. Orang tua Angel bahkan tidak tau rahasia hubungan mereka. Angel
tau, bila ayah dan ibunya tau ia akan dikurung habis habisan karena berpacaran
dengan seorang tukang Koran. Tapi kenyataan berbeda ayahnya tau dan ia di maki
maki habis karena membuat malu keluarganya.

 

Angel menangis tidak ingin di
pisahkan oleh Anton. Anton tidak sadar kekasihnya sedang dihukum dirumah. Ia
pun sibuk dengan ujiannya, ketika kesendirian itu Angel mengalami satu depresi
dan akhirnya sakit. Sakit itu bukanlah
sakit biasa, dokter mengatakan itu adalah kanker otak. Sedangkan hubungan
mereka telah berjalan satu tahun lamanya. Kejadian yang tidak pernah diduga
yang memukul batin dan jiwa Angel juga keluarganya.

 

Melihat keadaan anaknya, orang
tuanya berubah pikiran untuk memberikan apapun yang ingin Angel inginkan
termasuk hubungan dengan Anton, sejak saat itu Anton melihat ada yang aneh
dengan keluarganya. Mereka masih memandang rendah Anton,. Bahkan tidak pernah
mau bicara dan menatap Anton. Bagi mereka Anton hanya orang miskin yang tidak
punya arti dimata mereka. Ia hanya sebuah mainan untuk menyenangkan putri
mereka.

 

Angel tidak membaik juga tidak
sadar keadaanya memburuk. Ia merahasiakan sakitnya pada Anton. Ia paling tau
keadaannya. Mungkin hidupnya tak akan panjang lagi. Mereka pun menimbang janji
untuk menikah.

 

“ Anton mau kah kamu menikah
denganku?”

“ hah. Apa kamu siap menikah
dengan aku yang tidak punya apa apa?”

“ aku siap. Untuk apa aku takut
dengan apa yang bisa aku miliki di dunia ini toh pada akhirnya semua akan
hilang ketika aku mati?”

“ kalau gitu aku minta izin sama
orang tuaku dulu ya. Emang orang tua kamu sudah boleh?”

“ kalau urusan itu biar aku saja
yang bicarakan”

“ ok..”

 

Gadis itu memandang kekasihnya
begitu bahagia , namun sesungguhnya ia menangis dalam hatinya. Ia sadar itu
adalah senyuman terakhir Anton untuknya. Kepergian Anton ke rumahnya seolah
menjadi kepergian selamanya. Setelah
itu. Ia membuat sebuah

surat

yang diperintahkan oleh pembantunya untuk memberikan kepada Anton dirumah.
Anton bersemangat meminta izin orang tuanya untuk menikah. Tiba tiba sebuah

surat

datang padanya.

“ Anton. Lebih baik kamu lupakan aku? Karena aku tidak akan mau menikah
dengan kamu. Aku bohong selama ini tentang cinta sama kamu. Kamu itu hanya
boneka untuk aku sebagai kesenangan. Aku tidak mungkin bisa bayangkan menikah
dengan laki laki miskin seperti kamu. Benar kata ibuku kamu itu hanya penyakit
yang menimpaku, sekarang aku sudah terobati dan aku ingin kamu lenyap dari
hidupku. Jangan mencariku, karena aku tidak sudi lagi melihat kamu. Aku akan
pergi ke Amerika . Selamat tinggal”

 

Anton seakan tak percaya apa yang
ia baca, ia pun berlari menuju ke rumah Angel. Namun satpam melarangnya masuk
ke komplek. Hatinya hancur. Sejak saat itu ia sadarl, siapa dirinya. Ia miskin
dan bukan siapa siapa. Namun ia akan buktikan pada kekasih dan keluarga yang
merendahkannya. Didepan komplek rumah tersebut ia berteriak.

 

“ Lihat saja kalian , aku akan
buktikan kelak rumah disini akan aku beli semuanya.. semuanya.. ketika aku
kaya”

 

Sumpah itu diucapkan penuh air
mata kesedihan. Dan ia menangis sedih.

 

***

 

Anton terbangun dari mimpinya dan
air mata terjatuh tanpa sadar ketika ia tidur. Ia pun segera membaca

surat

itu kembali. Ia
ingin pergi ke ulang tahun Angel. Ia ingin membuktikan kepada orang tua Angel.
Bahwa orang yang mereka hina kini telah menjadi orang kaya yang bahkan telah
menepati janjinya membeli semua rumah komplek yang pernah ia katakana. Namun
saat rumah itu dibeli, Angel telah pindah ketempat baru di sebuah daerah
pinggiran.

 

Anton tiba di undangan

surat

tersebut dengan
sebuah mobil F1 yang pesan langsung dari pabriknya, ia melihat rumah sederhana
tersebut. Ia heran sepertinya tidak ada pesta di rumah itu. Kemudian ia
mengetuk pintu itu dengan kacamata yang masih ia pakai. Muncul ibu Angel yang
sedang menyiram tanaman.

 

“ cari siapa anak muda?”

“ Angel?”

“ oh.. siapa anda?”

“ saya…”

 

Ibu Angel terkejut ketika melihat pria itu adalah Anton,
mereka tak percaya dengan mobil yang Anton bawa sengaja untuk memamerkan kepada
keluarga tersebut. Seolah olah ingin menunjukkan bertapa kayanya pria itu.
Orang tua Angel kemudian mengajak Anton masuk untuk melihat taman dibelakang
rumah mereka. Dengan sombong Anton mengikuti kedua orang tua tersebut. Ia heran
terdapat sebuah makan dibelakang rumah tersebut. Ketika ia mendekat makam
tersebut terdapat nama Angel. Ia pun terkejut melihat kedua orang tua Angel
yang memberikan

surat

kepada Anton.

 

 

“ ini

surat

terakhir yang Angel tulis untuk kamu. Ia meminta kami hanya memberikan tujuh
tahun kemudian ketika usianya 25 tahun dengan harapan kamu bisa menerima dan
memaafkan dia,”

“ kapan Angel meninggal”

“ 6 tahun lalu karena kanker otak”

 

Anton menangis. Memperhatikan makam kekasihnya lalu membaca
suratnya

 

“ Hai. Aku harap
ketika kamu membuka

surat

ini kamu telah menjadi pria dewasa yang bersahaja dan sukses. Anton,

surat

ini bukan untuk membuat kamu untuk mengingat aku
namun dengan

surat

ini aku ingin berkata kalau saat ini aku bahagia melihat keadaan kamu yang
telah dapat melupakan aku. Aku tidak tau harus bagaimana membuat kamu melupakan
aku , aku tidak ingin kamu sedih karena tau aku meninggal lebih cepat disaat
cinta kita bersemi. Aku hanya ini membuat semua berlalu begitu saja. Semoga
dengan surat terakhir ini kamu mau memaafkan semua yang pernah terjadi, aku
tidak pernah lupa akan kisah cinta kita untuk selamanya. Angel.”

tidur.JPG

love.jpg

uncategorized

love.jpg

po.jpg

uncategorized

po.jpg