[x]Close

Fakta-Fakta Mencengangkan Tentang Pornografi di Interne

Ingin tahu lebih jauh fakta-fakta mencengangkan lainnya tentang pornografi di internet berikut data-datanya:

. 70 Persen Orang Kantoran Buka Situs Porno Saat Jam Kerja
Pornografi masih menjadi konsumsi tertinggi bagi para pengakses internet. Parahnya menurut majalah online goodmagazine.com, para user ini mengakses situs porno justru pada jam kerja antara pukul 09.00AM – 17.00PM.

· 12% situs di dunia ini mengandung pornografi.

·
25% yang dicari melalui search engine adalah pornografi.

· 35% dari data yang diunduh dari internet adalah pornografi.

· Setiap detiknya 28.258 pengguna internet melihat pornogafi.

· Setiap detiknya $89.00 dihabiskan untuk pornografi di internet.

· Setiap harinya 266 situs porno baru muncul.

· Kata “sex” adalah kata yang paling banyak dicari di internet.

· Pendapatan US dari pornografi di internet tahun 2006 mencapai $2.84
milyar.

· Pengguna pornografi di internet 72% pria dan 28% wanita.

· 70% traffic pornografi internet terjadi pada hari kerja jam 9.00-17.00.

· Diperkirakan kini ada 372 juta halaman website pornografi.

·
Website pornografi diproduksi 3% oleh Inggris, 4% oleh Jerman, dan 89% oleh US.

· Website pornografi yang traffic-nya paling tinggi: AdultFriendFinder,
menduduki peringkat ke-49 dengan 7.2 juta pengunjung.

·
Negara-negara yang melarang pornografi: Saudi Arabia, Iran, Bahrain,
Mesir, Uni Emirat Arab, Kuwait, Malaysia, Indonesia, Singapura, Kenya,
India, Kuba, dan Cina.

kisah hidup Elizabeth Bathory : Sang Pembunuh Berantai Terbesar Dalam Sejarah

Elizabeth Bathory,merupakan seorang pembunuh berantai terbesar dalam sejarah, tercatat kurang lebih 650 nyawa manusia melayang sia-sia ditangannya.Ini
adalah pencapaian rekor kasus pembunuhan berantai yg dilakukan oleh
seorang individu dengan memakan korban tertinggi sepanjang sejarah umat
manusia.


Lukisan Elizabeth Bathory Disaat Dirinya Berusia 25
TahunElizabeth Bathory lahir di Hungaria thn 1560, kurang lebih 100
tahun setelah Vlad "The Impaler" Dracul meninggal.

Kakek buyut Elizabeth Bathory adalah Prince Stephen Bathory yang
merupakan salah satu Ksatria yang memimpin pasukan Vlad Darcul ketika
dia merebut kembali kekuasaan di Walachia seabad sebelumnya. Orangtua
Elizabeth , Georges dan Anna adalah bangsawan kaya raya dan merupakan
salah satu keluarga ningrat paling kaya di Hungaria saat itu.

Keluarga besarnya juga terdiri dari orang2 terpandang. Salah satu
sepupunya adalah perdana menteri di Hungaria, seorang lagi adalah
Kardinal. Bahkan pamannya ,Stepehen kemudian menjadi Raja Polandia.
Namun keluarga Bathory memiliki "sisi" lainnya yg lebih "gelap" selain
segala kekayaan dan popularitasnya. Disebutkan bahwa salah satu
pamannya yang lain adalah seorang Satanis dan penganut Paganisme
sementara seorang sepupunya yg lain memiliki kelainan jiwa dan gemar
melakukan kejahatan sexual.

Thn 1575, di usia 15 tahun Elizabeth menikah dengan Count Ferencz
Nadasdy yang 10 thn lebih tua darinya. Karena suaminya berasal dari
ningrat yg lebih rendah, maka Count Ferencz Nadasdy menggunakan nama
Bathory dibelakangnya. Dengan demikian Elizabeth bisa tetap menggunakan
nama keluarganya yaitu Bathory dan tidak menjadi Nadasdy. Kedua
pasangan tsb kemudian tinggal di Kastil Csejthe, yg merupakan sebuah
kastil di atas pegunungan dengan desa Csejhte dilembah
dibawahnya.Suaminya jarang mendampingi Elizabeth karena Count Ferencz
lebih sering berada di medan pertempuran melawan Turki Usmani ( Ottoman
). Ferencz kemudian menjadi terkenal karena keberaniannya di medan
pertempuran, bahkan dianggap sebagai pahlawan di Hungaria dengan
julukan "Black Hero of Hungary".

Elizabeth yg masih muda tentu senantiasa merasa kesepian karena selalu
ditinggal sang suami. Disebutkan dia memiliki kebiasaan mengagumi
kecantikannya dan kemudian memiliki banyak kekasih gelap yg melayaninya
selama sang suami tidak berada di tempat. Elizabeth bahkan pernah
melarikan diri bersama kekasih gelapnya namun kemudian kembali lagi dan
suaminya memaafkannya. Tapi hal tsb tidak mengurangi ketagihan
Elizabeth akan kepuasan seksual. Disebutkan juga Elizabeth menjadi
seorang biseksual dengan melakukan hubungan lesbian dengan bibinya
,Countess Klara Bathory

Elizabeth kemudian mulai terpengaruh dengan satanisme yg diajarkan oleh
salah seorang pelayan terdekatnya yg bernama Dorothea Szentes yg biasa
disebut Dorka. Karena pengaruh Dorka, Bathory mulai menyenangi kepuasan
seksual lewat penyiksaan yg dilakukannya terhadap pelayan2 lainnya yg
masih muda. Selain Dorka, Elizabeth dibantu beberapa pelayan
terdekatnya yaitu : suster Iloona Joo, pelayan pria Johaness Ujvari dan
seorang pelayan wanita bernama Anna Darvula, yg merangkap sebagai
kekasih Elizabeth. Bersama para kru S&M-nya, Elizabeth merubah
kastil Csejthe menjadi pusat teror dan penyiksaan seksual. Para gadis2
muda yg jadi pelayannya disiksa dengan berbagai bentuk penyiksaan
seperti diikat, ditelanjangi lalu dicambuk dan juga menggunakan
berbagai alat untuk menyakiti bagian2 tubuh tertentu.

Tahun 1600, suaminya Ferencz meninggal dan era teror sesungguhnya
dimulai. Memasuki usia 40 tahunan Elizabeth menyadari bahwa
kecantikannya mulai memudar. Kulitnya mulai menunjukan tanda2 penuaan
dan keriput yg sebenarnya lumrah di usia tsb. Tapi Elizabeth adalah
pemuja kesempurnaan dan kecantikan dan dia akan melakukan apa saja demi
mempertahankan kecantikannya. Suatu saat dengan tidak sengaja seorang
pelayaan wanita yg sedang menyisir rambutnya secara tidak sengaja
menarik rambut Elizabeth terlalu keras. Elizabeth yg marah kemudian
menampar gadis malang tsb.Darah memancar dari hidung gadis tsb dan
mengenai telapak tangan Elizabeth. Saat itu Elizabeth disebutkan
"menduga dan percaya" bahwa darah gadis muda tsb memancarkan cahaya
kemudaan mereka. Serta merta dia memerintahkan 2 pelayannya , Johannes
Ujvari dan Dorka menelanjangi gadis tsb, menarik tangganya keatas bak
mandi dan memotong urat nadinya. Ketika si gadis meninggal kehabisan
darah, Elizabeth segera mesuk kedalam bak mandi dan berendam dalam
kubangan darah.

Dia menemukan apa yg diyakininya sebagai "Rahasia Awet Muda". Ketika
semua pelayan mudanya sudah mati, Elizabeth mulai merekrut gadis muda
di desa sekitarnya untuk menjadi pelayan di Kastilnya. Nasib mereka
semuanya sama , diikat diatas bak mandi kemudian urat nadi mereka dipotong hingga darah mereka menetes habis kedalam bak mandi
tsb. Elizabeth seringkali berendam didalam kolam darah sambil
menyaksikan gadis yg jadi korbannya sekarat meneteskan darah hingga
tewas. Sesekali Elizabeth bahkan meminum darah para gadis tsb untuk
mendapatkan "INNER BEAUTY". Lama kelamaan Elizabeth merasa bahwa darah
para gadis desa tsb masih kurang baginya. Demi mendapat darah yg lebih
"berkualitas", Elizabeth kemudian mengincar darah para gadis bangsawan
rendahan. Dia kemudian melakukan banyak penculikan thd gadis2 bangsawan
utk dijadikan korbannya. Namun hal tsb justru menjadi bumerang baginya
karena hilangnya gadis2 bangsawan dengan cepat mendapatkan perhatian di
kalangan bangsawan, orang2 berpengaruh hingga Raja sendiri.

Contoh replika yang menggambarkan kejadian sesungguhnya dalam kamar mandi Elizabeth Bathory.


Tanggal 30 Desember 1610, sepasukan tentara dibawah pimpinan sepupu
Elizabeth sendiri, menyerbu Kastil Csejthe di malam hari. Mereka semua
terkejut melihat pemandangan yg mereka temukan di dalam kastil tsb.
Mayat seorang gadis yg pucat kehabisan darah tergeletak diatas meja
makan, seorang gadis lagi yg masih hidup namun sekarat ditemuka terikat
di tiang dengan kedua urat nadinya disayat hingga meneteskan
darah.Dibagian penjara ditemukan belasan gadis yg sedang ditahan
menunggu giliran dibunuh. Kemudian di ruang basement ditemukan lebih
dari 50 mayat yg sebagian besar sudah mulai membusuk. Selama pengadilan
atas Elizabeth Bathory di tahun 1611 sekurangnya 650 daftar nama
korban2nya didapat berdasarkan laporan dari berbagai pihak. Mulai dari
keluarga2 petani hingga keluarga2 bangsawan. Elizabeth sendiri tidak
pernah didatangkan di pengadilan untuk diadili secara langsung. Hanya
ke 4 pelayannya yg diadili dan kemudian dihukum mati. Namun Elizabeth
mendapatkan hukumannya juga. Raja Hungaria memerintahkan Elizabeth
dikurung dalam kamarnya di Kastil Csejthe selama sisa hidupnya. Para
pekerja kemudian dikerahkan untuk menutup semua pintu dan jendela ruang
kamar Elizabeth dengan tembok dengan hanya menyisakan lubang kecil yg
digunakan untuk memasukan makanan dan minuman sehari2.

Tahun 1614, atau 4 tahun setelah Elizabeth di-isolasi dengan tembok di
kamaranya sendiri, seorang penjaga melihat makanan yg disajikan untuk
Elizabeth tidak disentuh selama seharian. Penjaga itu kemudian
mengintip kedalam dan melihat sang Countess tertelungkup dengan wajah
di lantai. Elizabeth Bathory " The Blood Countess " meninggal di usia
54 tahun.Bahkan Vlad Dracul tidak pernah berkubang dalam darah atau
meminum darah. Oleh sebab itu julukan "Vampir" sebenarnya lebih cocok ditujukan kepada Elizabeth Bathory.

kisah hidup terpindana mati Sumiarsih

 

   

                       
               

   

 

       

 
        [ Kamis, 03 Juli 2008 ]
       

   

    Sumiarsih Jelang Eksekusi Mati Dirinya Bulan Ini   

   

 

   
     

Masih Semangat Latih Napi Bikin Selimut Kotak Tisu

 

Sumiarsih, otak pembunuhan lima anggota keluarga Letkol
Marinir Purwanto di Surabaya, 20 tahun lalu, pasrah menghadapi rencana
eksekusi Kejagung bulan ini. Apa kegiatannya mengisi hari-hari terakhir
di penjara?

 

YOSI ARBIANTO, Malang

 

Mengenakan seragam napi Lapas Wanita Malang warna biru
tua, mata Sumiarsih tampak sayu. Demikian pula wajahnya yang dihiasi
garis-garis keriput terlihat lelah. Namun, Mbah Sih, panggilan akrabnya
di antara sesama napi, tetap ingin tampil ramah. Seperti biasa,
senyumnya mengembang setiap menghadapi lawan bicara.

 

"Saya habis bekerja di Bimpas (Bimbingan
Pemasyarakatan). Bersama rekan-rekan membuat tempat tisu ini," kata
Sumiarsih sambil menunjukkan beberapa hasil karyanya di ruang kantor
Entin Martini, kepala Lapas Wanita Malang, yang berlokasi di kawasan
Kebonsari, Sukun, itu.

 

Sudah tiga bulan ini Sumiarsih aktif membimbing para
wanita penghuni lapas membuat kerajinan dari bahan benang dan kain
flanel. Dari keahlian itulah, nenek 59 tahun itu menularkan ilmunya
membuat selimut tempat tisu, syal, dan segala pernik-pernik untuk
ibadah. Sedangkan kain flanel untuk membuat kerajinan boneka.

 

Dua pasang boneka berpakaian ala koboi lucu
diperlihatkan Sumiarsih ke Entin Martini yang kemarin mendampingi.
Kepala lapas berjilbab itu tampak bangga dengan hasil karya napi
binaannya. "Tempat tisu ini saya buat sendiri. Dijual Rp 35 ribu.
Banyak pesanan sekarang," kata wanita kelahiran Jombang itu.

 

Entin mengaku membawa sebuah tempat tisu buatan
Sumiarsih sebagai oleh-oleh saat tugas luar ke Kanwil Depkum HAM Jatim
di Surabaya. Oleh Entin, cenderamata berbentuk mirip kucing itu
diserahkan ke Kakanwil Depkum HAM Jatim Sjamsul Bachri.

 

"Saya katakan ke Pak Kakanwil, ini buatan Mbah Sih
asli," kata Entin yang kemarin mendampingi Sumiarsih. Mbah Sih pun
tersenyum mendengarkan pengakuan Entin.

 

Andai tak ada memori tentang peristiwa pembunuhan di
Dukuh Kupang, Surabaya, pada 13 Agustus 1988, yang mengakibatkan
Purwanto, Sunarsih (istri Purwanto), Haryo Bismoko (anak), Haryo Budi
Prasetyo (anak), dan Sumaryatun (keponakan) tewas, Sumiarsih hingga
kemarin adalah sosok wanita yang lembut. Tak ada sedikit pun kesan
bahwa dia otak di balik pembunuhan berencana itu.

 

Sambil merapikan bulu kotak tisu kucing yang
dipegangnya, Sumiarsih bercerita bahwa dia masih rajin merawat kebun
lapas tiap pagi. Pukul tujuh dia sudah keliling taman. Dia memeriksa
hasil cangkokan tanaman yang dilakukan hari-hari sebelumnya. Termasuk
melihat hasil stek tanaman kamboja Jepang yang kini memenuhi halaman
dalam lapas kelas II ini. "Ya, kan banyak tanamannya. Saya potong kalau ada yang mati dan saya siram," katanya.

 

Seperti nasib keluarga korban Purwanto (tinggal Haryo
Abrianto, anak sulung Purwanto, yang lolos dari pembunuhan karena saat
itu sekolah di Akabri), keluarga Mbah Sih juga berantakan. Sersan Dua
(pol) Adi Saputro, menantu dan salah seorang aktor pembunuhan,
meninggal dieksekusi pada 1992. Djais Adi Prayitno, suami yang juga
dipidana mati, meninggal akibat sakit di Lapas Porong pada Juni 2001.
Sedangkan Sugeng, anaknya (rencananya juga dieksekusi bulan ini), kini
mendekam di Lapas Porong.

 

Sebagai ibu dari anak yang kebetulan sama-sama terpidana
mati, Sumiarsih secara naluri selalu ingin tahu kabar anaknya. Dia bisa
mengontak Sugeng melalui telepon di wartel kompleks lapas. "Sekitar dua
bulan lalu saya kontak dia. Tidak bisa sering-sering. Tidak ada biaya
telepon," katanya. Sumiarsih mengaku lega karena Sugeng sehat-sehat
saja.

 

Meski tak ditanya, Sumiarsih sadar kedatangan wartawan
ke lapas wanita sore itu untuk menanyakan seputar kabar eksekusi dan
penolakan grasi oleh presiden. "Ya, saya sudah tahu," kata Mbah Sih
lirih seraya tersenyum.

 

(Penolakan grasi tercantum dalam Keppres 4/G Tahun 2008.
Dasar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menolak grasi adalah surat
Ketua Mahkamah Agung Nomor 41/TU/II/2007/12/MA/2007 tanggal 8 Januari
2008. Selain itu, putusan bersalah dari PN Surabaya, Pengadilan Tinggi
Jatim, dan MA. Juga dua kali penolakan PK (peninjauan kembali) yang
dikeluarkan MA).

 

Meski grasinya ditolak, Sumiarsih tidak mau menyerah
begitu saja. Melalui pengacaranya, Sutedja Djajasusmita SH, dia
menyatakan akan mengecek posisi penolakan grasi tersebut. Dia
mempertanyakan grasi tahun berapa yang ditolak Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono. Sebab, Mbah Sih, melalui anak perempuannya, Wati, memang
sudah beberapa kali mengajukan grasi. "Saya masih ada upaya hukum
lagi," kata wanita kelahiran Jombang, Jawa Timur, itu.

 

Ditanya apa tidak takut menghadapi regu tembak,
Sumiarsih awalnya hanya menghela napas. Mimik muka yang sebelumnya
mencoba selalu tersenyum, berubah lebih serius. Tubuhnya yang
sebelumnya bersandar di kursi tamu ruang Kalapas, dia majukan.

 

"Semua orang antre (mati). Tinggal menunggu waktu.
Sampeyan, saya, semua akan mati. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,"
katanya.

 

Muka Sumiarsih terlihat tegang. Senyum yang tadi
mengembang tidak tampak lagi. "Siapa tahu satu jam nanti ada yang mati.
Kita semua tidak tahu," lanjutnya.

 

Mbah Sih lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Kedua
tangannya bersedekap. "Saya telah bersiap selama 20 tahun. Saya
mestinya lebih berbahagia dibanding korban bencana atau pesawat jatuh.
Hakim dan jaksa (yang menyidangkannya) malah sudah tiada lebih dulu,"
katanya.

 

Sambil mengembangkan senyumnya lagi, Sumiarsih
mengatakan bahwa Tuhan Yesus menebus dosa-dosa hambanya. Meski tidak
diberi grasi dari manusia, dia tidak takut menghadapi kematian. "Salam
Alkitab sudah ada itu," katanya. "Lebih baik mati untuk Tuhan. Saya
sudah ikhlas," kata Mbah Sih dengan senyum lebar seperti sebelumnya.

 

Ditanya soal keinginan saat ini, Mbah Sih mengaku tidak ingin apa-apa. Kalau toh dia
harus meninggalkan dunia fana, dia berharap anaknya, Wati, dan cucunya
(Mbah Sih tidak mau menyebutkan nama cucu tunggalnya) takut kepada
Tuhan. "Anak-anak juga bisa menjadi berkah bagi orang lain," katanya.

 

Jarum jam di ruang Kalapas menunjukkan pukul 15.35.
Setelah menyalami wartawan, Sumiarsih diantar ke selnya oleh petugas
KPLP (Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan). Kalapas melarang
wartawan masuk ke gerbang ketiga. Dengan langkah-langkah kecil
Sumiarsih terus berjalan. "Mbah Sih," sapa Kalapas. Sumiarsih pun
menoleh sebentar. Senyumnya kembali mengembang lebar dan kemudian makin
menjauh.

Gambar hukuman mati di IRAN..

for khusus yang berani aja klo mw liat silahkan buka:    

zimbabwe nasibmu kini??

Sepuluh tahun lalu Zimbabwe di bawah pimpinan Presiden Robert
Mugabe adalah salah satu negara maju di benua Afrika. Kini, orang yang
sama justru membawa taifun kesengsaraan ke negaranya. Tuhan seakan
berpaling sejenak dari Zimbabwe. Dari Malaikat Gabriel ke iblis jahanam
– tepatkah julukan ini bagi Mugabe? 

Zimbabwe
berbatasan langsung dengan Zambia. Dalam bahasa setempat disebut
mosi-o-tunya atau kabut bergemuruh. Sebuah nama yang terkesan mistis
sekaligus puitis. Banyak yang berpendapat, hanya Sang Khalik yang
sanggup menciptakan kombinasi keindahan dan kekerasan tersebut. 

Dunia mengenal Zimbabwe berkat ekspedisi David Livingstone. Konon,
ia orang kulit putih pertama yang menyaksikan keindahan air terjun atau
"kabut bergemuruh" ketika sedang mencari sumber air di Zambezi. Di
kemudian hari, air terjun tersebut diberi nama Victoria Falls – sesuai
dengan Ratu Britania pemegang tahta saat itu.

Suara gemuruh itu tidak lain adalah air yang mengalir deras dan
kabut di sekitar Victoria Falls disebabkan oleh kerasnya hempasan air.
Victoria Falls disebut salah satu keajaiban alam. Semua elemen religius
terlihat menonjol di air terjun itu: kebesaran Tuhan, jejak Inggris dan
penjelajah Livingstone yang menganggap dirinya bukan bawahan Ratu
Victoria, melainkan utusan Ilahi.

Pelangi yang disebabkan oleh refleksi air terjun seolah-olah menjadi
pembawa pesan Tuhan. Siapakah malaikat pewarta itu? Robert Gabriel
Mugabe lahir 21 Februari 1924 di Rhodesia (nama awal Zimbabwe). Sejak
kemerdekaan Zimbabwe dari Inggris di 1980 hingga pemilihan presiden
yang baru berlangsung, Mugabe sudah menoreh sejarah.

Mugabe, penganut Katholik, dalam kampanyenya selalu menyerukan
‘Tuhan beserta kita’ dan menutup pidatonya dengan ‘hanya Tuhan mampu
menyingkirkan saya dari pucuk pimpinan’. Teks-teks Alkitab selalu
menyertai Mugabe yang taat beragama. Amat kontras dengan kebenciannya
terhadap eks kolonisator Inggris yang justru memperkenalkan agama
Katholik ke Zimbabwe.

No-Big-Man

Super-hero Mugabe (84) lari dari realitas dan kehilangan arah. Ia
membawa penduduk Zimbabwe ke jurang kekerasan. Mugabe bukan lagi
Kamerad Bob, nama panggilan intimnya. Ia sudah 28 tahun berkuasa, namun
tidak dapat disejajarkan dengan Omar Bongo di Gabon atau Khadafi di
Libia. Jalur politik Mugabe mengenal lika-liku sendiri. 

Ia secara tidak sengaja terjun ke dunia politik. Seusai studi di
Britania Raya sekitar tahun 60-an, Mugabe kembali ke Rhodesia dan
mendirikan Zimbabwe African National Union (ZANU). Ia sempat mendekam
selama 10 tahun di penjara karena konflik dengan Ian Smith, pimpinan
apartheid Rhodesia.

Mugabe berhasil memerdekakan Zimbabwe pada 4 Maret 1980, kendati ia
disebut politikus biasa-biasa saja. Rekonsiliasi menjadi agenda utama
politiknya. Penduduk berkulit putih diperbolehkan menjadi warga negara
Zimbabwe, bahkan diizinkan untuk mengelola sendiri lahan pertanian
mereka.

Selain itu, Mugabe juga "merangkul" lawan politiknya yang berasal
dari suku-suku minoritas di Zimbabwe seperti Ndebele dan Shona. Konflik
dengan suku Shona yang ingin melepaskan diri dari Zimbabwe dibarengi
dengan silang pendapat dan kekerasan yang masih membekas sampai saat
ini.

Pembantaian Masal

Sayang, situasi memburuk di masa pemerintahan Mugabe yang belum
genap berusia 3 tahun. Ia memecat rekan dekatnya Joshua Nkomo,
keturunan Ndebele, dan tahun-tahun selanjutnya Mugabe dipastikan
membantai sekitar 20 ribu penduduk Matabeleland, daerah asal Nkomo.
Mugabe berubah menjadi penguasa tunggal radikal dikelilingi anteknya.

Sebagian besar orang kepercayaan Mugabe masih aktif di panggung
politik: mantan kepala dinas intelijen Emmerson Mnangagwa menyandang
gelar son-of-god dan marsekal Angkatan Udara Perence Shiri dianggap
bertanggung jawab atas peristiwa berdarah di Matabeleland. Shiri
menentang pencalonan pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai di pemilihan
presiden. Tsvangirai berencana menyeret Shiri ke meja hijau.

Selain musuh di dalam negeri, seperti Nkomo dan Tsvangirai, Mugabe
mulai melancarkan serangannya ke Downing Street 10. Perdana Menteri
Inggris adalah musuh terbesar Mugabe. Hubungan tidak harmonis dengan
Britania Raya selama hampir 10 tahun terakhir dianggap pemicu "kelainan
psikis" Mugabe. Kebanggaan dan harga diri Mugabe seolah terusik.

Teror dimulai ketika "anak ingusan" Tony Blair mengirim surat ke
salah satu menterinya, Clare Short. Short meneruskan surat tersebut ke
Mugabe. Tiba saatnya bagi Inggris untuk menghentikan bantuan finansial
kepada Zimbabwe sesuai dengan perundingan di Lancaster House. Subsidi
untuk mengambil alih lahan pertanian penduduk berkulit putih – tanpa
paksaan – tidak lagi berada di bawah tanggung jawab Inggris.

Short mengakhiri suratnya dengan kalimat fatal: “Kami adalah
pemerintahan baru dengan latar belakang (budaya) berbeda dan tanpa
hubungan khusus dengan sejarah kolonial. Saya sendiri keturunan
Irlandia dan seperti Anda tahu kami juga pernah dikolonisasi, tetapi
kami bukan kolonisator.”

Kawan Jadi Lawan

Mugabe melihat peluang dari isi surat bernada melecehkan tersebut.
Ia justru menyalahkan kegagalan Inggris memajukan bekas koloninya.
Pemerintahan Mugabe tidak lepas dari krisis finansial dan tekanan dari
lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Di tengah
krisis ekonomi yang melanda, muncul pula tokoh oposisi Morgan
Tsvangirai – mantan aktivis serikat buruh – dengan Movement for
Democratic Change (MDC).

Popularitas Mugabe menurun tajam seiring dengan krisis ekonomi yang
tidak bisa dibendung lagi. Lahan pertanian milik penduduk berkulit
putih diambil alih secara paksa mulai tahun 2000 dan diserahkan ke
penduduk berkulit hitam, terutama sahabat dekat Mugabe. Sayang, mereka
buta mengelola lahan pertanian dan ekonomi makin terpuruk.

Krisis moneter mulai merembet ke politik. MDC tampil sebagai lawan
tangguh partai Mugabe, ZANU. Intimidasi dan kekerasan menjadi makanan
sehari-hari pendukung MDC. Dunia internasional mengecam dan Britania
Raya berada di barisan terdepan. Inggris memberikan sanksi pembatasan
bepergian ke luar negeri bagi Mugabe dan keluarga serta pengikutnya.

Mugabe yang dulu secara terbuka kagum dengan all-things-British
berbalik menjadi anti Britania, setidaknya terhadap tokoh-tokoh politik
Inggris. Ia terang-terangan menyudutkan Inggris untuk mendongkrak
kredibilitasnya di arena politik Zimbabwe. Ironisnya, makin gencar ia
menyerukan bahaya neo-kolonisasi Inggris, makin banyak pula pengikutnya
tidak menggubris Mugabe.

Ia kalah dalam babak pertama pilpres akhir Maret lalu. Untungnya,
pemilu berlangsung relatif aman tanpa kekerasan. MDC pun aktif
berkampanye di lokasi yang pernah menjadi benteng Mugabe. Tanda-tanda
kemenangan pihak oposisi tidak terelakkan. Tsvangirai berupaya – jauh
sebelum hasil pemilu diumumkan – berdialog dengan Mugabe seputar
kemungkinan pensiun dini Kamerad Bob.

Alih-alih memikirkan tawaran tersebut, Gabriel Mugabe
bertransformasi menjadi Lucifer Mugabe. Tiga bulan belakangan, ia
justru menunjukkan sifat iblisnya. Gelombang kekerasan dan kesengsaraan
melanda Zimbabwe. Angka inflasi melonjak pesat, bahkan menjadi rekor
tertinggi di dunia. Mugabe adalah tiran berlabel ZANU.

Korban tewas kurang dari 100 orang bukan indikasi angka sebenarnya.
Mugabe menyiksa sekitar 12 juta penduduk Zimbabwe – sebagian besar
secara fisik, sisanya intimidasi mental. Penyiksaan ini dipicu oleh
lawan politiknya baik di dalam maupun di luar negeri. Morgan Tsvangirai
terbukti bukan alternatif terbaik bagi Zimbabwe.

Keputusan Tsvangirai untuk menarik diri dari babak kedua pilpres di
Zimbabwe dianggap bijaksana dan taktis. Namun, keputusannya untuk
berlindung di Kedubes Belanda – ditambah dengan konferensi pers –
memberikan kesan lemah. Zimbabwe perlu pemimpin baru yang dapat
diandalkan.

Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki, penengah krisis politik di
Zimbabwe, kerap disebut bayangan cermin Mugabe. Mbeki juga mengenyam
pendidikan di Inggris dan akan lebih dulu mengutip Shakespeare
ketimbang sastrawan Afrika, Wole Soyinka. Seperti halnya Mugabe, Mbeki
– dan pendahulunya Nelson Mandela dengan partai ANC – relatif belum
lama dapat membebaskan tanah air mereka dari belenggu apartheid.

Neo-kolonialisme dan apartheid menjadi benang merah dalam perjuangan
Mugabe dan Mbeki. Mbeki kadang melangkah lebih jauh dan mengecam
supremasi penduduk berkulit putih tidak saja di Afrika Selatan tetapi
di seluruh dunia Barat. Sejauh ini, hanya Mbeki yang tidak pernah
menyerang Mugabe secara frontal. Sikap netral Mbeki – presiden negara
termakmur secara politik dan ekonomi di benua Afrika – sering
dipertanyakan. Apalagi, Mugabe sebagai pemimpin terbukti gagal
menjalankan tugas.

Takdir Tragis

Mayoritas presiden negara-negara Afrika tidak lagi sepaham dengan
Mugabe. Semua penduduk Afrika turut prihatin dengan nasib buruk bangsa
serumpun mereka di Zimbabwe. Namun, Mbeki tetap bersikeras dengan
pendiriannya dan Mugabe masih bebas berkeliaran. Dunia cemas situasi
perang saudara di Sierra Leone akan terulang kembali. Orang belum lupa
Zaire (sekarang Kongo) di bawah rezim Mobutu.

Sepuluh tahun silam, Zimbabwe di bawah pimpinan Robert Mugabe adalah
salah satu roda penggerak dan tumpuan benua Afrika. Di Harare, ibukota
Zimbabwe, setiap pengendara mobil akan berhenti sewaktu lampu merah
menyala. Sekarang pun, tanpa aliran listrik penduduk masih melintasi
perempatan jalan dengan hati-hati dan teratur. Tata krama dan sopan
santun di jalan adalah hal lumrah di Zimbabwe, kendati kepedihan dan
kekerasan kini menjadi santapan sehari-hari.

Presiden Robert Mugabe menjadi kandidat tunggal pilpres babak kedua
akhir Juni kemarin. Tsvangirai mengundurkan diri karena kekerasan yang
menimpa pendukungnya. Banyak penduduk diam di rumah dan sengaja tidak
datang ke lokasi pemilu. Keberanian ini dianggap kemenangan bagi
Tsvangirai. Uni Eropa berpendapat, pemilu tersebut tidak lain adalah
sandiwara belaka. Juli mendatang, Dewan Keamanan PBB akan membahas
sanksi baru yang akan diberikan terhadap Zimbabwe. 

Kenalan dengan capres 2009 yuk..

Jika di Amerika sebentar lagi akan
diketahui siapakah pemenangnya, apakah Mc.Cain atau Obama sebagai
antiklimaks setelah bergulat hampir 1 tahun belakangan ini, di
Indonesia justru kebalikannya, kampanye Pemilu 2009 sebentar lagi akan
segera dimulai. Durasi kampanye yang akan menjadi kampanye terlama
sepanjang sejarah Indonesia.

 

Ada beberapa yang sudah “curi start”
kampanye, yang jelas dari partai baru Hanura dan PAN yang sudah
mengindikasikan partisipasi dalam ajang “pertempuran” 2009 nanti. Makin
hari makin jelas siapa-siapa yang akan terjun dalam panggung 2009
nanti. Memang masih belum ada daftar resmi, dan bahkan pendaftaran
capres juga belum dibuka dan dimulai. Tapi dari bincang-bincang kami
berdua akhirnya disepakati untuk pura-pura jadi analis politik amatiran
yang mencoba untuk menelaah para (kemungkinan) capres 2009 nanti.
Sedikit banyak, tulisan ini juga menyambung dan terinspirasi tulisan OJ
beberapa waktu lalu yang menyatakan kurang lebih “enough is enough”
untuk para capres yang gagal dan juga para mantan presiden di masa
sebelumnya.

 

Juga inspirasi polling tentang capres
yang dibuat Mamak Presiden Z beberapa waktu lalu menyempurnakan ide
tulisan kolaborasi ini.

 

Susilo Bambang Yudhoyono

 

Menurut saya pribadi, SBY masih memiliki
peluang yang lebih besar dibanding calon lainnya. Dengan kharisma yang
ada sekarang, kepiawaian international diplomacy yang banyak menjadi
nilai tambah akan menjadi perhatian utama lawan-lawan politiknya. Di
awal masa pemerintahannya sudah didera bencana bertubi, tsunami Aceh,
gempa Jogja, merupakan kejadian yang siapa saja duduk jadi presiden
ketika itu, tidak akan bisa menghindarinya.

 

Nilai kurang pemerintahan SBY – JK
adalah sudah 3x harga BBM naik semasa duet beliau berdua ini. Rakyat
banyak mengeluh walaupun saya juga yakin bahwa mayoritas masyarakat
juga memahami duduk persoalannya. Naiknya harga BBM adalah bukan faktor
internal melainkan faktor eksternal. Siapapun juga yang duduk menjabat
juga akan mengambil sikap yang sama. Memang sekarang semua lawan
politik SBY – JK berandai-andai, jika, kalau mereka ini duduk di situ
akan begini dan akan begitu. Saya yakin, itu khan baru “jika, kalau,
seandainya beserta kawan-kawannya”, belum tentu mereka yang mengritisi
kebijakan kenaikan BBM akan mengambil keputusan yang lebih baik.

 

Pencapaian dalam skala internasional
adalah tercapainya perdamaian di Aceh, di mana semua presiden pasca
Suharto, belum ada satupun yang sanggup menangani Aceh dengan apik dan
damai. Dihapuskannya embargo militer oleh Amerika dan dibatalkannya
travel warning yang sudah 8 tahun dipasang, menunjukkan satu lagi
pencapaian diplomasi internasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Satu lagi yang luput dari kebanyakan
pengamat politik (maaf, saya bukan pengamat politik, tapi pura-pura
jadi pengamat politik), adalah dukungan internasional dan kepentingan
Amerika yang besar di negeri ini. Tidak ada dalam sejarah 6 presiden di
republik ini yang mendapat kunjungan Sang Dedengkot Paman Sam sebanyak
2x oleh orang yang sama dalam masa kepresidenan yang sama. Kunjungan
Bush di Bali tahun 2005 dan kunjungan ke Bogor di tahun 2006 (benar
tidak ya?), merupakan bukti tak terbantahkan. Belum lagi Presiden Iran
yang kontroversial sekaligus membumi, Mahmoud Ahmadinejad yang juga
berkunjung ke Indonesia. Masih belum semua, ditambah lagi Sang Beruang
dari Eropa yaitu Vladimir Putin yang juga menyambangi SBY.

 

Mau tidak mau, suka tidak suka,
Indonesia merupakan mitra paling strategis, paling potensial, paling
diperhitungkan di belahan bumi selatan. Dengan 250 juta rakyat,
mayoritas penduduk Muslim yang sekaligus merupakan negeri dengan
pemeluk Islam terbesar di dunia, masih ditambah lagi salah satu peminum
penting minyak petra di kawasan, jelas Indonesia amat sangat
dipertimbangkan di mata para dedengkot dunia itu.

 

Masih banyak lagi pencapaian Indonesia
di kiprah dunia internasional yang terlalu panjang jika disebutkan di
sini. Secara umum, nama, harkat dan martabat Indonesia saat ini adalah
yang paling tinggi dibanding semua presiden sebelum SBY (termasuk 10
tahun terakhir masa Suharto, yang makin tergerogoti akan sepak terjang
Orde Baru selama itu).

 

Pengamatan saya ini adalah murni analisa
sembarangan dari orang awam yang tidak mengerti masalah politik sama
sekali. Dan bukan karena saya sudah pernah mendapatkan 2 tanda tangan
SBY sendiri di 2 buku tulisan beliau, terus saya menggebu dan berbusa
menganalisa SBY.

 

Megawati

 

Dulu, sekali lagi dulu, saya suka beliau
ini, melambangkan keberpihakan kepada “wong cilik” dan ketertindasan.
Partai beliau menang telak di Pemilu 1999, tapi sayang digoyang oleh
ulah Amien Rais dan konco-konconya dengan Poros Tengah, mengusung issue
sah tidaknya kepemimpinan nasional seorang wanita di mata Islam, yang
justru kemudian menjadikan Indonesia memiliki presiden yang
kontroversial, yaitu Gus Dur dan Megawati sebagai wakilnya. Tidak
terlalu lama, karena sepak terjang yang seru dan heboh, Gus Dur ditarik
turun dan Megawati pun naik.

 

Kemenangan telak partainya menjadikan
mayoritas di parlemen dan turun ke seluruh perangkat pemerintahan
sampai ke daerah-daerah. Di sinilah dimulainya blunder yang dibuat oleh
para kader yang jadi “wakil rakyat”. Korupsi dalam skala yang tidak
pernah terbayangkan sebelumnya merebak dan menjadi warna pemerintahan
beliau ini. Tanpa bermaksud menyerang atau memojokkan, partai beliau
ini kalah sontak dalam Pemilu 2004, dan Golkar partai yang boleh
dibilang mengalami metamorfosa dan resurrection alias kebangkitan
kembali, menyapu bersih perolehan suara legislatif di Pemilu 2004.

 

Hampir tidak ada pencapaian yang
istimewa semasa beliau meneruskan tongkat estafet dari Gus Dur.
Pencapaian yang bisa dibilang luar biasa adalah penjualan asset kunci
negara, salah satunya Indosat, yang barusan di’lego oleh pemilik yang
membeli di waktu masa pemerintahan Megawati, justru untung lebih dari
Rp. 11 TRILIUN hanya dalam waktu kurang dari 6 tahun.

 

Ketidaksreg’an saya yang paling tinggi
adalah ketidaksportifan beliau ini waktu kalah telak di Pemilu 2004.
Entah apa alasan beliau, yang pasti belum pernah sekalipun terdengar,
terucap atau tertulis di manapun juga ucapan selamat beliau kepada 2
mantan menterinya yang dianggap “mbalelo” karena resign di tengah masa
tugas dan malah maju jadi capres – cawapres dan justru mengungguli
beliau. Dan ditambah kurang sreg lagi adalah komentar-komentar
belakangan yang makin aneh kedengarannya.

 

Tidak bisa dipungkiri, figur Founding
Father Soekarno masih kuat di tengah masyarakat, dan coba perhatikan di
mana saja beliau ini tampil, selalu ada di latar belakang poster besar
atau foto besar (bisa lebih dari satu) Bapak Bangsa kita Soekarno.
Bisakah dan beranikah Megawati tampil sendiri mengusung diri sendiri
tanpa embel-embel Sang Ayah?

 

Gus Dur

Gebrakan
beliau banyak sekali yang kontroversial sekaligus menjadi milestones
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Full open dan dihidupkannya
lagi semua seni budaya Tionghoa yang dianggap tabu besar di masa Orde
Baru merupakan pencapaian terbesar yang sangat dihargai baik di dalam
dan luar negeri. Dihapusnya sama sekali SBKRI merupakan anugrah.

 

 

Kekurangan fisik
beliau inilah kekurangan utama yang menjadi sandungan besar untuk
kinerjanya memimpin 200 juta lebih rakyat Indonesia. Cacat mata dan
beberapa penyakit degenerasi karena usia yang mendera beliau merupakan
kendala utama. Belum lagi para Team Pembisik beliau semasa menjabat
kadang justru membisikkan entah benar entah tidak situasi dan kondisi
yang sebenarnya di masa itu, yang saya yakin banyak sekali berpengaruh
dalam setiap keputusan dan kebijakan beliau ketika itu.

 

Kelemahan terbesar
ketika itu adalah beliau ini justru dengan bersemangat melakukan
kunjungan ke luar negeri, yang tidak begitu terasa manfaatnya buat
negeri ini.

 

Lebih cocok menjadi
Bapak Bangsa daripada maju lagi sebagai capres, dan lebih baik
melakukan konsolidasi yang jelas sekali kekuatan dari luar yang tidak
terlihat memecah belah partai yang diusung beliau ini.

 

Wiranto

 

Dengan kendaraan
partai baru HANURA, Hati Nurani Rakyat, yang cukup lucu kedengarannya,
mengingat reputasi beliau ini di masa lalu. Mengusung iklan-iklan yang
“menyentuh”, di antaranya makan nasi aking, kemudian mendengungkan ibu
hamil dan anaknya mati kelaparan di Makassar, adalah 2 iklan andalan
beliau.

 

Saya tidak habis pikir, iklan yang cukup
menyesatkan ini dipakai terus menerus. Ibu hamil yang mati kelaparan
adalah salahnya sendiri, dalam satu dan lain hal lebih baik dipanggil
Tuhan daripada tersia-sia.

 

Buat yang belum pernah tahu, suami si
ibu hamil tadi adalah tukang becak, yang income’nya sekitar Rp.
10rb/hari, tapi diserahkan ke istrinya setelah dibelikan rokok dan
minuman keras, yang disetor ke istri cuma sekitar Rp. 2.000 saja,
sementara istri ini hamil anak KELIMA. Banyak memang kemiskinan di
Indonesia yang “digawe dhewe” (dibuat sendiri).

 

Kegagalan di Pemilu 2004 duet beliau dengan adik Gus Dur tidak membuat ragu untuk mencoba lagi di Pemilu 2009.

 

Reputasi masa lalu, dugaan kasus HAM,
kemudian belakangan dalam kasus Munir yang mulai marak lagi, nama
beliau mulai disebut-sebut kembali di belakang itu semua. Belum lagi
cukup dikenal sebagai salah satu pendiri pasukan beringas atas nama
agama di negeri ini. Walaupun banyak coreng morengnya, tapi bisa
dipastikan bahwa beliau ini akan menjadi lawan berat SBY untuk 2009
nanti. Dari segi dana yang cukup kuat, jaringan para purnawirawan yang
mendukung, dan juga pengalaman sebagai ahli strategi membuat beliau
disegani lawan-lawannya.

 

Hidayat Nur Wahid

 

Selama ini beliau tidak memiliki bad
track record, justru sebaliknya, dengan kendaraan partai yang relatif
baru yaitu PKS, terbukti cukup nggegirisi perolehan suaranya dan juga
cukup mendominasi di beberapa daerah, dengan membukukan kemenangan demi
kemenangan pilkada.

 

Haluan
politik, pandangan politik yang tidak terbaca lawan-lawannya, kecuali
dikenal sebagai tokoh yang bersih. Kesederhanaan beliau tercermin dari
sepak terjangnya memimpin lembaga tinggi negara, MPR. Masih didukung
lagi dengan father figure, sosok suami dan ayah yang sempurna, membawa
keluarganya ke keluarga yang saleh kental dengan tuntunan agama,
menjadikan tokoh politik yang relatif baru ini patut diperhitungkan
lawan-lawan politiknya jika sampai beliau ini memutuskan terjun ke
kancah capres 2009.

 

 

 

 

 

Amien Rais

Salah satu tokoh politik paling lucu
sepanjang sejarah Indonesia. Mendeklarasikan diri sendiri sebagai tokoh
dan pelopor reformasi, di mana nama beliau ini belum pernah terdengar
sebelumnya. Mulai terdengar saat dengan tidak kenal takut, melontarkan
wacana suksesi kepemimpinan nasional di tahun 1993. Saat itu sampai
dengan jatuhnya Suharto, beliau masih dilirik masyarakat, dan
disempurnakan dengan mendirikan PAN, yang saya masih ingat jelas,
ideologi yang bagus, makna lambang partai yang dalam, kampanye dan
konvoi yang positif menjadi pemandangan sehari-hari pasca jatuhnya
Suharto, sampai dengan Pemilu 1999 yang dengan yakin beliau dan
partainya akan mencapai mayoritas perolehan suara. Ternyata hasilnya
jauh sekali dari harapan, perolehan suara yang hancur dan jeblok,
menjadikan beliau ini mulai melakukan manuver yang aneh dan lucu.
Mengusung issue sah tidaknya menurut agama Islam, seorang pemimpin
wanita. PDIP dengan Megawati sebagai pemimpinnya, melaju tak terbendung
dalam Pemilu 1999. Dengan mulus dijegal oleh beliau ini dengan Poros
Tengah kreasinya.

 

Sejak saat itulah, saya pribadi dan juga
banyak orang di negeri ini yang mulai muak dan bertanya apa motivasi
beliau ini sebenarnya. Negosiasi dan bargaining politik ketika itu
mendaratkan beliau ke kursi empuk Ketua MPR, dan sejak itu diam seribu
bahasa menikmati kursi beliau ini. Ternyata beliau salah pilih, Gus Dur
yang diusung ke tampuk RI 1 justru menunjukkan taringnya di luar dugaan
semua orang. Mulailah beliau ini menggalang kembali poros-porosnya,
yang berakhir dengan ditariknya Gus Dur turun dan keluar dari Istana
hanya bercelana pendek ketika itu (saya tidak akan pernah lupa foto
bersejarah itu!).

 

Setelah Poros Tengah, ada 1 lagi
poros-porosan yang digalang beliau ini, tapi saya lupa namanya, kalau
tidak salah, menyebut kebangkitan bangsa, atau sejenisnya. Masih dengan
keyakinan penuh, beliau berpasangan dengan tokoh politik lain dan maju
sebagai capres di Pemilu 2004. Tanpa ampun, perolehan suara beliau ini
termasuk ndlosor total, dan tersingkir dalam Pilpres Putaran I 2004.
Masih belum jelas apakah beliau ini akan kembali mengusung diri sendiri
lagi di 2009?

 

Sutiyoso

Dengan modal mantan Gubernur DKI selama
2 periode, modal galak dan nekad selama masa kepemimpinannya,
menjadikan beliau ini ingin juga melaju dalam bursa 2009 nanti.
Kebanggaan beliau adalah “ketegasan”nya dalam menjadikan proyek busway,
at all cost, by hook or by crook harus jalan. Memang harus diakui
busway sekarang jadi pilihan utama para komuter untuk angkutan umum
yang (lumayan) nyaman. Tapi beliau ini lupa, justru menorehkan sejarah
lebih besar lagi dari founding father Soekarno, dan legacy Suharto TMII
kebanggaannya.

 

Sutiyoso
meninggalkan monumen yang tersebar di beberapa kawasan penting ibukota,
yaitu tiang pancang, konstruksi dan besi beton yang crongat-crongat
(apa ya bahasa Indonesianya? Mungkin terjulur keluar?) di kawasan elite
dan prestise Jakarta. Konstruksi monorail yang entah kapan realisasinya
mangkrak tak jelas nasibnya, dan justru menjadi icon dan landmark baru
Ibukota Jakarta yang genap 481 tahun usianya di tahun ini.

 

Mendirikan partai politik yang saya
tidak ingat namanya, dengan penuh keyakinan bahwa memimpin Indonesia
diperlukan sosok seperti beliau ini.

 

Akbar Tanjung

 

Dedengkot kawakan Golkar, paling setia
ketika semua orang menghujat partai ini, kematangan politik, kematangan
strategi, jam terbang yang tinggi di republik ini, berbagai tempat dan
pos pernah beliau cicipi. Namun demikian, semua itu tidak membuat
beliau ini berkilau di ranah politik negeri ini. Kesan biasa-biasa saja
dan tidak terlalu istimewa melekat kuat. Kalah dalam konsolidasi
internal partai untuk 2004, menjadikan tidak jelas bagaimana pemikiran
dan manuver di 2009. Dengan kematangan usia seharusnya beliau ini lebih
memberikan kepada generasi muda partai untuk melaju dan lebih menjadi
pengayom menularkan ilmu-ilmu saktinya selama malang melintang di dunia
persilatan politik Indonesia jauh lebih pantas dan akan dihormati
dibanding jika beliau ini masih ikut lompat ke gelanggang tahun depan.

 

Kivlan Zen atau calon independen lain

 

Singa tua ini belakangan mencalonkan
diri sebagai calon independen dan siap untuk menerima pinangan partai
atau kelompok mana saja untuk mengusung beliau baik sebagai capres
ataupun cawapres. Masih tidak jelas bagaimana peta tahun depan dan
prospek serta kemungkinan melajunya calon independen nanti.

 

Masih ada lagi beberapa yang
diperkirakan akan ikut meramaikan kancah 2009 nanti, seperti misalnya
tokoh wagu Bapak Sesuai Petunjuk, yaitu Harmoko juga tiba-tiba
mendeklarasikan entah partai lucu apalagi. Dengan usianya dan
“reputasi” gemilang di masa lalu, sangat diragukan simpati rakyat
kepadanya. Kalau sekedar salah satu penggembira masih boleh juga.

 

Adalagi tokoh nasional yang dihormati
semua kalangan, baik dalam ataupun luar negeri, yaitu Sri Sultan
Hamengkubuwono X, Ngarsa Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat relatif
memiliki reputasi tak tercela. Kendaraan politik Golkar justru
kemungkinan akan menjadikan beliau pribadi dan partai serba salah jika
seandainya beliau ini melaju di 2009. Dengan konsolidasi dan solidnya
Golkar, kemungkinan akan ada deal-deal politik untuk 2009 nanti.

 

Tidak tahu apakah memang yang lucu-lucu
itu ditakdirkan berkumpul dalam satu wadah, kenyataannya adalah
Soetrisno Bachir dengan gaya sedakep yang lucu dan slogan yang tidak
kalah lucu “hidup itu perbuatan” (sampai dikartunkan Benny & Mice
di Kompas Minggu), gelagatnya akan ikut serta dalam pertarungan 2009.
Pendahulunya sudah lucu, ini penerusnya tidak kalah lucu. Tapi
belakangan gaya sedakepnya itu hilang mendadak dari media dan
sudut-sudut jalan, entah masih sedakep atau malah tengkurep tidak ada
yang tahu.

sumber:kompas